http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Singkawang&id=13074\
5

Selasa, 9 Januari 2007
Kontribusi PKL Masih Tinggi


Singkawang,-  Ketua Forum Komunikasi Pedagang Kaki Lima Kota Singkawang,
Soetomo menyatakan kontribusi PKL Singkawang terutama yang berada di
Pasar Hongkong sangatlah tinggi. setiap malamnya selain retribusi
kebersihan juga ada lainnya yang diberikan oleh PKL kepada Pemerintah
Kota Singkawang. Demikian diungkapkan Tomo, kepada Pontianak Post, belum
lama ini.

Menurutnya, pemerintah jangan sampai mengorbankan apa yang telah
diusahakan oleh PKL saat ini. sebagai Ketua Forum Komunikasi PKL
Singkawang, kata Tomo, dia secara pribadi atau pun organisasi tidaklah
menentang langkah pemerintah untuk dapat menertibkan dan memperindah
dengan cara memindahkan PKL Pasar Hongkong itu ke tempat lain dengan
memberi nama lain yang selama ini melekat dan sebagai maskot Kota
Singkawang.

"Kita tidak menentang. Tapi, harus dipikirkan keuntungan dan
kerugiannya. Jangan sampai kerugian yang banyak diderita oleh PKL
sehingga apa yang sudah diusahakannya kembali lagi. Kasihan PKL yang
telah lama berdagang di Pasar Hongkong," katanya memberikan penjelasan.

"Kita hanya minta pemerintah melakukan kajian matang terhadap wacana
pemindahan lokasi PKL Pasar Hongkong ke pasar lainnya," kata dia. Salah
satu PKL yang menempati Pasar Hongkong, Priyadi masih enggan menjawab
apakah bersedia atau enggan dipindahkan ke lokasi baru seperti wacana
yang dilontarkan oleh pemkot. Menurut dia, pastilah ada PKL yang enggan
menempati lokasi baru ini. Sebab, banyak persoalan nantinya.

Misalnya, kata dia, soal listrik, kenyamanan warga menikmati dan PKL
harus banyak mengeluarkan dana. "Kemana kami harus memperoleh aliran
listrik. Padahal, sekarang para PKL memperoleh listrik dari penduduk
setempat. Kalau dipindahkan ke lokasi baru, kemana lagi. Harus
dipikirkan oleh pemerintah. Lokasinya sangat kecil sehingga menyulitkan
PKL untuk berjualan atau menyediakan tempat duduk, dan akan merusak
pemandangan Taman Burung, yang sudah dikelola begitu indah," kata PKL
yang berjualan ayam penyet. Tak hanya itu, jelas dia, PKL akhirnya harus
membeli perlengkapan jualan seperti tenda dan kemana mau disimpannya
kembali. "Selama ini, banyak PKL tidak menggunakan tenda, karena
menggunakan teras ruko yang dipinjamkan oleh pemiliknya.

Saat ini, setelah berjualan PKL lantas menyimpannya di lorong-lorong
yang tidak mengganggu aktivitas warga lainnya. Kalau lokasi baru ke
mana. Apakah dibawa pulang, yang jauh dari lokasi tentu sangat
merepotkan. Akhirnya, PKL perlu biaya tinggi," kata Priyadi memberikan
komentar. (zrf)



Kirim email ke