http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?berita=Pilkada&id=130535
Rabu, 3 Januari 2007 HM Sudin Siap Maju Jadi Wali Kota Tak Masalah Lepas Seragam Singkawang,- Satu lagi sosok kandidat wali Kota Singkawang yang menyatakan siap maju dalam perhelatan akbtar Pilkada Singkawang 2007 ini. Dia adalah, Letkol Drs HM Sudin Asrin. Sosok Sudin sikap yang lembut, sopan, bermasyarakat, sederhana dalam keseharian, namun tetap disiplin dalam tindakan menyatakan siap maju, walaupun dalam aturan di kesatuannya TNI harus melepaskan seragam," kata Sudin kepada Pontianak Post, kemarin. Lelaki kelahiran 12 Desember 1955 dan bapak tiga orang anak ini juga dikenal sebagai sosok pendakwah, tak heran peran sebagai khatib maupun imam shalat menjadi bagian tak terpisahkan dari hidupnya mengatakan, melepaskan baju TNI pada saat menjadi calon wali kota adalah konsekwensi dari tekadnya. "Tekad saya untuk maju, bukan tanpa perhitungan apalagi untuk menjadi kandidat ataupun calon," kata Sudin yang juga Ketua Pusat Koperasi AD B DAM VI/TPR Pontianak ini. "Namun perhitungan politik dan strategi saya telah matang. Keinginan untuk maju bukan semata-mata untuk mendapatkan jabatan, namun saya ingin mengabdi kepada bangsa dan negara," tutur suami dari Dewi Rosyani ini. Sudin kini juga telah mempersiapkan konsep pembangunan Singkawang ke depan. "Kalau dalam memimpin saya siap dikritik apabila kelak salah dalam melangkah." Menurutnya, hubungan yang harmonis antara eksekutif dan legislatif adalah suatu keharusan agar pembangunan dapat berjalan sebagaimana mestinya. "Saya tidak ingin masyarakat dikorbankan dalam perseteruan politik. Kita akan bangun kebersamaan sehingga Singkawang yang sekarang sudah cukup tertata dengan baik pembangunannya dapat berkembang dengan lebih baik lagi," kata perwira lulusan Sepawamil 1984 ini. Bagaimana sikap dia terhadap kondisi pembangunan dan ekonomi daerah saat ini. Menurutnya, kawasan pinggiran merupakan kawasan yang harus dibangun sarana dan prasarana. Kegiatan ekonomi di desa juga harus digerakkan sehingga ke depan disaat ekonomi pinggiran bergerak, maka ekonomi di pusat kota akan meningkat pesat karena daya beli masyarakat sudah bergerak naik. "Saat ekonomi bergerak naik, maka tingkat pengangguran dikatakannya dapat segera ditekan seminimal mungkin. Untuk itu, kemitraan dengan legislatif dalam rangka membangunan ekonomi masyarakat di pinggiran kota merupakan prioritas," kata penerima tanda jasa SL Kesetiaan VIII dan SL GOM VII Aceh ini. Peta perpolitikan Singkawang, menurutnya sangat dinamis. Sudin menyatakan, ingin menjadi perekat di masyarakat agar suasana harmonis tetap terjaga dari waktu ke waktu, sehingga hasil-hasil pembangunan yang telah ada dapat terus dipelihara. "Saya ingin merangkul, dan terus merangkul semua unsur yang ada di masyarakat, saat semangat kesatuan sudah menjadi perekat di hati, maka kita akan tenang melaksanakan dan menikmati hasil-hasil pembangunan." Saat ditanya, mengenai kesiapannya dalam pilkada yang akan digelar akhir 2007, Sudin menegaskan dirinya sudah memiliki kendaraan politik yang siap mengusungnya. "Hingga saat ini tidak kurang 300 titik, dan simpul masyarakat di Kota Singkawang sudah dijalaninya," kata Sudin membeberkan. "Yang jelas, kesiapan saya melepas baju TNI bukan tanpa alasan," katanya lagi. Tim yang dibentuknya, menurut Sudin sudah memperhitungkan kesiapan logistik, perangkat operasional, database lapangan dan strategi pemenangan sehingga target pemenangan pilkada dapat tercapai secara maksimal. Saat ini, katanya, belumlah masa kampanye sehingga gerakan sosialisasi bersifat standar saja dan tidak jor-joran. "Saya ingin tercipta permainan yang bersih (fair play), tidak melakukan black campaign, karena target tim kami adalah menang secara terhormat, dan mengawal proses demokrasi secara baik," kata dia. Sejauh ini, Sudin juga sudah mengisyaratkan kandidat yang akan mendampinginya adalah tokoh muda, yang memiliki wawasan politik dan pemerintahan, berjiwa bisnis sehingga visi Singkawang sebagai kota perdagangan dan jasa dapat tercapai, juga mampu turun ke bawah dalam rangka menyerap semua aspirasi masyarakat. "Menjadi pemimpin adalah amanah, saya ingin mengemban amanah itu sebaik mungkin, karena itu kandidat wakil juga merupakan perhitungan strategis," tegasnya. (zrf/*)
