http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Singkawang&id=13289\
4
<http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Singkawang&id=1328\
94>


Jumat, 16 Februari 2007
Jadikan Moment Imlek Galang Solidaritas


Singkawang,-  Perayaan hari besar Tionghoa atau yang biasa disebut Imlek
tinggal menghitung hari. Ragam suasana dan kemeriahan dalam menyambut
tahun baru ini sudah terlihat dimana-mana, termasuk di Kota Singkawang.

Berbagai ornamen Imlek mulai dari patung naga, lampion, kue keranjang,
dupa dan ucapan Gong Xi Fa Cai terpajang menghiasi kota yang dipimpin
Awang Ishak ini.Meskipun demikian tak bisa dipungkiri, perayaan Imlek
tahun ini sedikit dilematis, mengingat banyaknya musibah yang menimpa
rakyat Indonesia, seperti banjir di Sambas, Singkawang Utara dan
baru-baru ini terjadi Jakarta. Belum lagi musibah nasional seperti tanah
longsor di Bogor, konflik di Poso, lumpur Lapindo di Sidoarjo dan banyak
lagi lainnya. Oleh karena itu, tentu banyak yang berharap agar pesta
Imlek tahun ini bisa dijadikan moment untuk menggalang solidaritas
kemanusian, bukan sebaliknya menonjolkan keglamoran dan kemewahan.

"Imlek tahun ini memang agak berbeda dengan beberapa tahun lalu. Kami
menyadari banyak musibah yang melanda bangsa ini, tentunya kami sangat
prihatin. Namun yang kami lakukan bukanlah sebuah pesta tapi adalah
sebuah tradisi yang turun temurun. Bukan keglamoran yang kami tonjolkan
tapi adat istiadat dan budaya kami," kata Wijaya Kurniawan SH, Ketua
Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Kota Singkawang kepada Pontianak
Post kemarin. Menurutnya, sebagai bangsa yang beradab dan ber-Pancasila
tak mungkin kita selalu termenung, berdiam diri dan terus meratapi
kesedihan dengan berbagai musibah tersebut. Namun, yang lebih penting
adalah action bagaimana berbuat dan menanggulangi semua permasalan
tersebut dengan segera.

"Kami juga sangat peduli dengan berbagai musibah yang melanda daerah
ini. Beberapa lalu kami juga memberikan bantuan bagi korban banjir. Kami
juga turut menfasilitasi beberapa yayasan yang berkeinginan untuk
memberikan bantuan bagi korban banjir di Singkawang Utara dan Sambas.
Kemudian baru-baru ini, kami juga memberikan ribuan paket bagi warga
tionghoa miskin Kota Singkawang agar bisa menjalani Imlek tahun ini
dengan kebersamaan dan tanpa adanya perbedaan," katanya seraya
mengatakan MABT dan tentunya masyarakat Tionghoa kota ini selalu komit
untuk berpartisipasi dan memberikan bantuan kemanusian kepada siapa saja
yang membutuhkannya. (bdi)




Kirim email ke