http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Singkawang&id=135048
Sabtu, 24 Maret 2007 Demo Tatung, Murni Hati Nurani Singkawang,- Pengurus Yayasan Bhakti Kekal, Akhiong, menegaskan aksi demo para tatung yang berlangsung Jumat (23/3), murni dari hati nurani mereka sebagai actor Cap Go Meh. "Demo itu murni, tidak ada bayarannya sama sekali oleh kita sebagaimana disebut-sebut, saat tatung demo," kata Akhiong. Seperti kabar yang berhembus, pihak Akhiong dituding memberikan dana sebesar Rp 50.000 kepada setiap tatung yang melakukan aksi demo ke Sekretariat FOKET dan DPRD Singkawang. Tudingan atas pemberian uang kepada tatung tersebut, menurut Akhiong hanya sebagai satu cara untuk menutupi kekurangan dari pelaksanaan Imlek dan Cap Go Meh. Pada akhirnya tercipta kondisi, seolah-olah demo tersebut rekayasa dan hanya akal-akalan dari Akhiong saja. Padahal seperti diketahui, fakta menyebutkan selama bertahun-tahun nasib tatung memang sangat-sangat tidak diperhatikan oleh panitia. Sedikit pun sentuhan kesejahteraan dari pantia tidak pernah diberikan. Padahal tatung berperan penting dalam perayaan Cap Go Meh, setiap tahunnya. Tanpa ada tatung, Cap Go Meh tidak akan berarti apa-apa. Jadi ungkapnya, sudah sepantasnya mereka melakukan aksi demo yang didasari atas suara hati nurani mereka sendiri. Melalui demo tersebut, mereka bisa mengungkapkan jeritan hati mereka selama ini. Sekaligus meminta pertanggungjawaban panitia terhadap pelaksanaan Cap Go Meh, yang sama sekali tidak memberikan kontribusi bagi mereka sendiri. Terutama dari segi financial yang sangat dibutuhkan para tatung. Aksi demo para tatung ini juga kata dia merupakan satu warning bagi para panitia agar tidak "semau gue" dalam melaksanakan Cap Go Meh ke depan. Dengan begitu ungkapnya, jadikan demo tatung itu sebagai introspeksi. "Bukan malah menuding kita yang tidak-tidak, dengan mengatakan pihak saya memberikan uang senilai Rp50 ribu kepada setiap tatung. Karena sekali lagi saya tekankan, itu sama sekali tidak benar. Demo tatung berdasar hati nurani rakyat," tekannya lagi. Akhiong lantas mengatakan, jika panitia tidak bisa memenuhi apa yang diinginkan para tatung dalam aksi demo kemarin, maka pihaknya sebagai fasilitator tatung yang memperjuangkan nasib tatung akan menyeret panitia Cap Go Meh itu, ke meja hijau. "Saya tidak main-main dalam hal ini, jika dalam waktu satu bulan, panitia tidak mempertanggungjawabkan apa yang disampaikan para tatung, kita akan tetap membawa perihal ini ke Pengadilan lewat kuasa hukum, Soling SH," kata Akhiong dengan mimik serius. Khusus kepada Bong Wui Kong, yang juga anggota DPRD Singkawang, pihaknya ingin Bong Wui Kong ikut mempertanggungjawabkan pelaksanaan Cap Go Meh ini. "Anda seorang wakil rakyat, jadi harus tetap memperhatikan rakyat, khususnya rakyat dari kalangan tatung ini," tuntasnya. (vie)
