http://www.pontianakpost.com/berita/default.asp?Berita=Singkawang&id=83
Senin, 9 April 2007 Maskot Tembakol, Ide Cermelang Dinas Budpar Singkawang,- Pro-kontra wacana timbakol yang akan dijadikan maskot pariwisata oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Singkawang, terus mengelinding. Ketua Tim 11 PFKPM Kalbar, Zulkarnain Budjang memandang wacana menjadikan tembakol sebagai maskot pariwisata merupakan ide cemerlang dari dinas pariwisata yang dikomandani oleh Drs H Syech Bandar Msi. Menurut Zulkarnain, timbakol tidak terdapat dibelahan bumi lain selain beriklim tropis dan berpantai mangrove seperti Singkawang. "Tembakol merupakan hewan air yang sangat unik dan menarik sebagaimana iguana di Amerika Latin, penguin di Australia, dan dolphin di daratan Eropa. "Aksi lokal berpikir global telah digaungkan oleh Disbudpar Singkawang," kata Zulkarnain memuji. Keunikan hewan ini, kata Zulkarnain, meliputi bentuk fisik dan survival. "Hal ini tidak dimiliki oleh mahluk hewan air lainnya seperti kemampuan beradaptasi di air maupun di darat dalam mempertahankan dirinya dari gangguan mahluk lain," kata dia. Pandangan Zulkarnain, guna menjual potensi wisata Kota Singkawang syogyanya memerlukan maskot yang unik sehingga mampu menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun mancanegara. "Pernah diungkapkan oleh Anne O'Dwyer dalam bukunya derap usaha menuju sukses bahwa untuk meningkatkan nilai jual diperlukan unique selling point. Pertanyaannya sekarang, adalah keunikan lain yang mampu mewakili Kota Singkawang selain timbakol," kata Zulkarnain dengan nada bertanya. "Kalau pantai, lebih indah dan unik adalah pantai Bali, kalau kelenteng di negeri leluhurnya lebih unik." Timbakol, kata dia, salah satu sumber daya alam Kota Singkawang yang bisa mendatangkan devisa. Diakuinya pula, memberikan perhatian kepada timbakol secara atomatis memberikan perhatian kepada lingkungan hidupnya berupa hutan pantai dan mangrove. "Kita tidak ingin Singkawang terancam oleh bahaya ekologis berupa kehilangan sumber daya alam. "Kita akan kesulitan untuk menyelamatkan dari ancaman yakni, suatu masa depan gelap yang bisa ditemui hanyalah sisa-sisa kekuatan yang tidak bisa diandalkan untuk merebut kemajuan, pencerahan dan kesejahteraan," kata dia. (zrf)
