Dear All,
Sudah banyak gagasan dari pejabat atau dari tokoh masyarakat Singkawang
tentang bagaimana cara memajukan kota Singkawang sebagai kota wisata melalui
media cetak dan forum singkawang yang kita sayangi ini.Ada gagasan yang bagus
tetapi sulit untuk put into implementation karena menyangkut aspek hukum atau
masalah social.Ada juga gagasan tidak ada point,menghabiskan waktu kita percuma
kalau kita membacanya.Type gagasan ini berdasarkan dukaan,tanpa melihat atau
menguji fakta yang ada dilapangan.Bahkan banyak pihak tertentu mengemukan
gagasan untuk memajukan kota Singkawang menjadi kota wisata itu dengan metode
coba-coba:coba ini atau itu.
Sepengetahuan saya(kalau tidak salah) belum ada data terkumpul dari lapangan
tentang respond dari pada tourist yang pernah mengunjungi kota
Singkawang.Seperti angket atau bentuk-bentuk komplain dari mereka tentang
ketidak puasan(kenyamanan) selama ada di kota Singkawang.Dari data terkumpul
kemudian dikaji dan disusun suatu program yang disukai pada tourist.Bukan asal
susun program yang tidak disukai oleh pihak tourist.Umpama seperti orang
memancing ikan harus memilih umpan yang disukai ikan,bukan memilih umpan yang
disukai oleh pemancing.
Kalau kota Singkawang mau menjadi kota tujuan pada tourist,berarti kota
Singkawang harus siap menghadapi persaingan dengan kota lain untuk menarik pada
tourist.Sebagai perbandingan:harga ticket dari Sydney ke Singkawang seharga
A$1300(+$75 for taxi dari Pontianak Airport ke Singkawang) per orang pp(low
season).Kalau dengan harga sebasar A$ 1300 itu banyak pilihan untuk kota tujuan
holiday seperti:
Sydney to Kuching atau(Singapore,sabah,phuket,Bangkok,Langkawi,dll) bahkan
hanya ditambah 300 dolar lagi untuk Sydney to LA(Disneyland).Jelas beberapa
kota yang saya sebutkan itu more fun than kota Singkawang!.Fakta ini sudah
jelas untuk sale kota Singkawang dipasar internasional menjadi kota tujuan
holiday memang ini bukan masalah sederhana bahkan harus melibat pihak
pemerintah.
Menurut fakta yang ada,tourist yang mengunjungi kota Singkawang itu sebagian
besar karena ada hubungan keluarga dengan masyarakat di kota ini.Atau tempat
kelahiran nenek moyang mereka.
Seandainya saya bukan orang Singkawang,buat apa mengunjungi kota ini hanya
melihat ikan,burng waret.Ditambah penyiksaan pemadaman listrik dan air
leding yang macet,sudah tidak pantas bagi manusia yang hidup diabad ini
menderita karena masalah air dan listrik. Padahal ikan Tembakol ada
dimana-mana.apalagi mau dijadikan mascot.!
salam,
Robert Lay-sydney
Dji Min <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Disbudpar Si otak besi... tidak bisa mikir lagi....... udah beku
D
---------------------------------
From: "Hendy Lie" <[EMAIL PROTECTED]>
Reply-To: [email protected]
To: [email protected]
Subject: [Singkawang] [PP] Disbudpar Diminta Jangan Paksakan Maskot Tembakol
Date: Wed, 18 Apr 2007 15:52:47 -0000
http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Singkawang&id=136291
Rabu, 18 April 2007
Disbudpar Diminta Jangan Paksakan Maskot Tembakol
Singkawang,- Pemerhati wisata Kota Singkawang, M Djamani Satil
beranggapan, ide yang dilontarkan Wiliam Wongso agar menjadikan Ikan
Tembakol sebagai maskot sementara, alias tak permanent (hanya satu
tahun, red) bukan merupakan solusi. "Yang namanya maskot ya dipakai
lama. Apalagi maskot wisata. Kota Singkawang sebagai kota pariwisata
tentunya membutuhkan maskot yang permanent. Kalo cuma satu tahun, itu
namanya bukan mascot. Lagi pula sebenarnya masih banyak flora dan
fauna di Singkawang yang bias dijadikan mascot yang lebih baik dari
sekadar ikan tembakol," katanya.
Yang mengherankan sikap Disbudpar yang tetap bersikukuh dengan ide
tersebut tanpa memperdulikan masukan dari masyarakat.
"Ini namanya pemaksaan kehendak. Mereka (Disbudpar, red) sudah tahu
banyak masyarakat yang tak setuju, koq dipaksakan. Takutnya jika
maskot ini benar-benar terealisasikan masyarakat tak akan simpatik
lagi kepada Disbudpar terutama kepada Kadisnya sebagai pencetus ide,"
katanya.
Menurut pria yang hidup di lima zaman ini, petuah orang tua seharusnya
didengar, jangan tutup telinga dan tetap bersikukuh serta
membesar-besarkan maskot Ikan Tembakol. "Ikan tembakol bukan obat
menghilangkan penyakti asma, melainkan sejenis udang kare atau
singguan yang hidupnya sama dengan jenis Ikan Tembakol juga didalam
lubang tanah," katanya.
Menurut Djamadi, jenis Ikan Tembakol kotor dan jelek. Ada tiga jenis
dan yang dinamakan Tembkaol, hidupnya menyendiri dalam lubang tanah
berlimpur ditepian pantai-pantai, ukuran badannya sebesar lengan,
sifatnya juga penakut saat melihat orang langsung lari masuk kedalam
lubang. Kepalanya juga besar dan matanya menonjol keluar. "Ikan ini
kalo dimakan bukan menghilangkan sakit kepala tapi menjadikan kepala
sakit atau mabuk. "Entah kenapa kalo nenek zaman dulu kalau marah
dengan cucunya langsung menyebut Tembakol. Artinya sangat bodoh
tuiyak, bongol dan pemalas. Ironisnya oleh Disbudpar Ikan ini
dijadikan maskot Kota Singkawang," ujarnya.
Katanya, sah-sah saja orang Jepang dan Korea membuat sop dari Ikan
Tembakol. Jangankan Ikan Tembakol, ular dan tengkuyung babi pun mereka
jadikan sop dan makanan kaleng.
"Kalo boleh saya sarankan sesuai dengan Taman Burung Kota Singkawang,
lebih baiklah menjadikan maskot Burung Walet atau jenis hewan lainnya
untuk dijadikan maskot. Burung walet ini cukup populer dan banyak
terdapat di Kota Singkawang. Lagian Singkawang terkenal dengan rumah
waletnya," sarannya.Selain hewan, pemandangan alam seperti Gunung
Poteng juga bisa dijadikan maskot, karena, melambangkan kemegahan kota
ini. "Kalau Gunung Poteng ini ditata dengan baik akan menjadi taman
puncak di Kota Singkawang," tandasnya. (bdi)
---------------------------------
Search the Internet from any Web page with MSN Toolbar.
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Check outnew cars at Yahoo! Autos.