Dear All, Terlepas dari dilemma human trafficking, dalam persoalan che siauw amoi untuk maried ke Taiwan or Hongkong or Singapore, pihak calon korban itu semua sadar akan apa yg berlaku dan yg akan berlaku. Dalam hal ini, tidak ada pihak yg menodongkan pistol ke kepala mereka untuk memaksa mereka melakukan tindakan tersebut, mereka merelakan diri atau merelakan anak cewek mereka untuk dijodohkan. Seperti didalam cerita Liputan6, kalo merasa gak mau or dipaksa lapor aja ke Polisi setempat. Kan bukan di sinetron bikinan orang keturunan india, yg bercucuran air mata karena tidak berdaya, trus pasrah aja mau diapain. Tidak sepenuhnya mereka itu mengalami nasib naas, dibandingkan dengan TKI dari Jawa yg kerja di Tanah Arab, mereka itu masih bernasib baik. Kalo gak cocok bisa cerai trus kawin lagi. Lihat di laporan tv, tentang TKI yg bekerja di Arab, ada yg diperkosa ampe melahirkan udah itu disiksa hingga mati. syerem. Sejauh ini belum kedengaran ada orang yg maried ke Taiwan, hongkong, or Singapore yg mati disiksa. Ada memang yg tidak berhasil dengan perkawinannya tapi mereka akhirnya bisa cerai, yg gak mau kawin lagi bisa pulang lagi ke kampung. akar permasalahannya hanya bersumber dari satu hal "POVERTY/KEMISKINAN". Atasi aja hal ini, maka tidak akan ada masalah yg timbul. Kalo udah sekolah tapi tidak ada lowongan kerja yg tersedia sementara kedua orang tua menagih hasil investasi yg telah mereka keluarkan untuk menyekolahkan anaknya ditambah lagi dapur di rumah menunggu untuk dinyalakan, gimana orang gak nekat. khiong, siapa bilang dikampung kita berkurang? kamu jarang sih pulang kampung, malah udah gak malu malu lagi. Tapi tetangga kamu ada yg berhasil dari jenis perkawinan ini, dia maried sama orang singapore dari che siauw, trus dapat 2 anak dari hasil perkawinan tersebut, setiap bulan dia bisa mengirimkan Sin$400 ke ortunya. Kalau begini contohnya siapa yg tidak tergoda? Fresh graduate S1 mana yg bisa support orang tua perbulan Sin$400?, jangankan mo support mungkin jumlah itulah yg dia dapat dari orang yg mempekerjakannya.
--- TJ <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Kebetulan saya kemarin sempet nonton acara ini, ada > liputan langsung dengan > percakapan dalam bahasa Hakfa. > Ternyata masih banyak yach yg di Che siauw in ke Tw? > setau saya ditempat saya udah mulai bekurang > peminatnya..:) > > salam, > TJ (khiong) > ----- Original Message ----- > From: prima_prod > To: [email protected] > Sent: Sunday, April 22, 2007 11:28 PM > Subject: [Singkawang] Pengantin - Pengantin Pesanan > > > Liputan6.com, Jakarta: Setiap tahun di seluruh dunia > ada sekitar 1,2 > juta anak yang diperdagangkan. Rata-rata korban > adalah anak perempuan > di bawah umur. Sebagian besar dari mereka > dieksploitasi secara > seksual. Beragam modus digunakan pelaku untuk > menjerat sasarannya. > > Tim Sigi belum lama ini menelusuri praktik > perdagangan manusia > bermodus cukup rapi dengan sebutan pengantin pesanan > atau Che siauw. > Perdagangan anak perempuan ini terjadi dalam > komunitas Tionghoa Indonesia. > > Bagi kaum Cina miskin, Che siauw merupakan satu > upaya untuk bisa > keluar dari himpitan kemiskinan. Namun, cara seperti > ini terkesan > kurang manusiawi bahkan sarat dengan penyelewengan. > Banyak orangtua di > kalangan ini yang tega menikahkan anak gadisnya yang > masih belia > kepada pria yang sama sekali tak dikenalnya. Ini > dilakukan demi > mendapatkan uang. > > Biasanya Che siauw dimulai dengan proses pertemuan > dan seleksi. > Seperti yang terjadi di salah satu hotel di Jakarta > Barat. Seorang > pria Taiwan didampingi ibunya serta seorang > penerjemah bertemu dengan > dua amoy Indonesia. Hadir juga empat makelar > perjodohan. > > Pria Taiwan ini mengaku hendak mencari jodoh. Para > makelar inilah yang > membawa dan memperkenalkan si amoy kepada laki-laki > itu. Si calon > pengantin pria ternyata tak bisa memutuskan amoy > mana yang akan > dipilih. Dia menginginkan keduanya. > > Para amoy ini biasanya didatangkan dari Kampung > Belakang di pojokan > Jakbar. Heni, misalnya. Gadis berusia 20 tahun ini > bersedia dijodohkan > dengan orang Taiwan meski usia si pengantin > laki-laki sudah 56 tahun. > > Pertemuan di hotel sudah dijalani Heni. Jika si > lelaki Taiwan cocok, > Heni tak menolak. Untuk itu, dia menerima uang > sangjitan atau lamaran > sebesar lima juta rupiah. Setelah itu Heni tinggal > menanti kelengkapan > surat administrasi sebelum diboyong ke Taiwan. > "Kemauan diri sendiri > untuk membantu orangtua," kata Heni. > > Dari Kampung Belakang pula mengalir kisah tak sedap > Che siauw. > Bunga--bukan nama sebenarnya, yang baru berusia 15 > tahun dijodohkan > neneknya, Ci Bajaj, yang memang dikenal sebagai > makelar perjodohan di > Kampung Belakang. "Bukan menjual, tapi kita ingin > dia berumah tangga > dengan sebenarnya," kata Ci Bajaj, berdalih. > > Bunga tak punya pilihan. Setelah semua proses > dipenuhi dan uang > lamaran diterima, pesta pertunangan digelar. Bunga > kemudian hidup > bersama lelaki yang usianya lebih pantas disebut > kakek. > > Bagi para makelar, apa yang menimpa Bunga tak layak > dipikirkan. > Apalagi sampai menghentikan bisnis pengantin > pesanan. Para makelar > level kampung biasanya mendapat angpau dua juta > rupiah setiap kali > berhasil mempersembahkan amoy ke pelukan lelaki > Taiwan. > > Uang lebih besar akan diterima molang atau mak > comblang yang > berhubungan langsung dengan lelaki Taiwan. Menurut > Moi Che, makelar > pengantin pesanan, setiap menjodohkan uang mengalir > ke koceknya antara > Rp 40 juta hingga Rp 70 juta. Sedangkan pengantin > perempuan dan > keluarganya paling banyak mendapat uang lima hingga > sepuluh juta rupiah. > > Kota Singkawang, Kalimantan Barat, adalah salah satu > daerah di > Indonesia yang banyak dihuni warga etnis Tionghoa. > Di kota ini pula > kaum Cina miskin berjejalan. Praktik Che siauw sudah > dikenal di > Singkawang sejak tahun 1980. Molang dalam praktik > ini perannya sangat > dominan. Untuk memuluskan pekerjaan, tak jarang para > molang > mengintimidasi korban atau memalsukan dokumen. > > Lantaran ulah molang pula, kehidupan Tung Sulang > yang biasa disapa > Alang berubah. Gadis berusia 16 tahun ini dijodohkan > dengan seorang > lelaki Taiwan. Alang mau melakukan itu dengan dalih > menyelamatkan > ekonomi keluarga. Dia berharap uang lamaran sebesar > lima juta rupiah > membebaskan ibunya dari kemiskinan. > > Belakangan Alang membatalkan niat lantaran si pria > Taiwan kerap > berbohong. Alang lantas mengadukan persoalan itu ke > polisi. Kepolisian > Resor Singkawang segera bertindak dengan menyergap > mak comblang yang > hendak menikahkan Alang. Tersangka dibekuk saat > hendak membawa Alang > ke Jakarta. Menurut Kepala Satuan Reserse dan > Kriminal Polres > Singkawang Ajun Komisaris Polisi M. > Hasin Risahondua, kasus Che siauw sulit terungkap > jika korban tidak > melapor. > > Beruntung Alang selamat. Dia kini bebas kembali > merajut masa depan. > Jika tidak segera diselamatkan bukan tak mungkin > Alang akan terjerat > mafia perdagangan orang yang mata rantainya sangat > panjang dan kuat. > > Kasus trafficking dengan pengantin pesanan disebut > Mariana Amiruddin, > Manajer Program Yayasan Jurnal Perempuan bermodus > cerdas. Pasalnya > para pelaku tidak tersentuh hukum karena bermodal > selembar surat > pernikahan. > > Contohnya pada kasus Alang. Tim Sigi melihat surat > nikah Alang > dikeluarkan Kantor Catatan Sipil Kabupaten > Bengkayang. Dalam surat itu > tertera Alang telah dikawinkan di Vihara Maitreya di > hadapan pemuka > agama bernama Amoi Sukiman. > > Saat dikonfirmasi Amoi membantah telah menikahkan > Alang. Amoi menyebut > nama lain, yaitu Alim Aliok. Alim yang disebut orang > nomor dua di > lingkungan Vihara Maitreya mengaku hanya memberi > pemberkatan bukan > menikahkan. Setelah itu, Alim membuat surat > keterangan pemberkatan. > Tapi surat itu ditandatangani atas nama Amoi > Sukiman. > > Alim mengatakan, surat pernikahan Alang dibuat oleh > Edward, petugas > Kantor Catatan Sipil setempat. Edward yang ternyata > tinggal di > Singkawang mengakui dirinya mengurus dokumen > pernikahan. > > Direktur Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum > Perempuan dan Keluarga > Singkawang, Rosita Nengsih mengatakan, kejadian yang > menimpa para amoy > ini termasuk trafficking karena ada unsur > perekrutan, anak di bawah > umur, dan pemalsuan dokumen. "Apalagi dalam kasus > yang menimpa Alang. > === message truncated === __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com
