Dear All,
Selama ini saya mengikuti topik millis ttg TEMBAKOL
saya bertanya dalam hati apakah yang dimaksud dgn ikan Tembakol itu
sama dengan ikan yg ada di kalteng, kalsel, kaltim yang biasa disebut
TEMPAKUL.

setelah saya melihat foto yg disend ke emali saya oleh Sdr. Aldy TJ,
saya baru yakin bahwa yang dimaksud ikan TEMBAKOL itu sama dgn yang
ada di Kalteng, Kalsel, Kaltim yang mereka menyebutnya ikan TEMPAKUL,
sedang di Sumatra disebut ikan BELACAK nama lainya adalah MUDSKIPPERS

saya tidak tahu persis asal nama TEMPAKUL tsb, namun kata2 tempakul
juga digunakan oleh sebagian masyarakat Kalteng, Kalsel, Kaltim untuk
mengejek seseorang yang dianggap bodoh.
di Kalteng & Kalsel : Tempakul ikam (Kamu seperti Tempakul)
Kaltim (Samarinda, Tenggarong): Awak Tempakul (Kamu seperti Tempakul)

Saya bukan berasal dari Singkawang, namun saya sering sekali ke
Singkawang, ya saya setuju untuk ikut menolak gagasan dinas parawisata
Singkawang utk menjadikan ikan tsb sebagai logo ataupun maskot.
ngga kebayang jika hal itu sampai terjadi yang tentunya akan menjadi
bahan tertawaan orang2 yang pernah tinggal di Kalteng, Kalsel, Kaltim

berikut saya lampirkan sedikit artikel ttg ikan TEMPAKUL / TEMBAKOL /
MUDSKIPPER
 
Timpakul atau tempakul (bahasa Melayu: tembakul atau belacak; bahasa
Indonesia: belodog atau blodog; bahasa Inggris: mudskipper) adalah
sejenis ikan yang dapat hidup di daratan, terutama di daerah berlumpur
atau berair dangkal. Termasuk dalam family Gobiidae, subfamily
Oxudercinae, Ordo Perciformes (perch-likes) dan Kelas Actinopterygii
(ray-finned fishes). Saat ini telah teridentifikasi sebanyak 35
spesies. Terbagi menjadi tiga kelompok besar, yaitu Baleophthalmus,
Periophthalmodon dan Periophthalmus. Terdapat beberapa spesies dari
satwa yang sering disebut dalam bahasa lokal sebagai gabus laut, di
antaranya adalah Pseudapocryptes elongatus, Periophthalmus gracilis,
Periophthalmus novemradiatus, Periophthalmus argentilineatus,
Periophthalmus barbarus, Periophthalmodon schlosseri, Periophthalmus
argentilineatus dan Periophthalmodon schlosseri.
Belum banyak terkuak nilai dari ikan ini. Namun ikan ini termasuk yang
paling tahan terhadap kerusakan lingkungan hidup dan dapat tetap hidup
dalam kondisi yang "memprihatinkan" sekalipun. Namun di Tiongkok dan
Jepang, timpakul menjadi santapan, selain juga digunakan sebagai obat
tradisional, terutama sebagai peningkat tenaga lelaki.
Tampang timpakul sangatlah khas, kedua matanya menonjol serta sirip
belakang yang menawan. Keahlian yang dimiliki ikan yang satu ini,
selain dapat bertahan hidup lama di daratan (90% waktunya timpakul
dihabiskan di darat), dapat memanjat pohon, melompat jauh, dan seperti
kapal selam, berbadan seperti torpedo dan matanya yang layaknya periskop.

HB


Kirim email ke