kita menipu diri sendiri kalo barharap terlalu banyak dari pemerintah. Pemerintah kita impoten. Tapi kalo mau berharap kita mungkin bisa melihat nanti apa yang akan ditawarkan oleh kandidat2 pemimpin kita.
Selain itu mungkin kita tidak usah menyalahkan pemerintah atau orang lain. Pada saat orang memutuskan untuk kawin apakah keputusan si amoy atau ortunya. Itu keputusan yang dibuat oleh orang yang dewasa (setidak2nya diatas 18 th) jadi konsekuensinya ya dipikul sendiri. Apa lagi keputusan tsb dibuat sudah dengan berbagai pertimbangan. Selain itu nilai yg dianut masyarakat skr berubah. Instant dan materialistis. Tidak jarang si perempuan juga menipu klien si moy nyin pho. Dan kasus penipuan yg dilakukan si amoy tidak diekspos. Memang sih alangkah baiknya kalo di singkawang ada pabrik yg bisa menampung tenaga kerja atau perbaikan infrastruktur sehingga mobilitas ekonomi lebih lancar. Sayangnya belum joe ----- Original Message ---- From: edita _23 <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Tuesday, April 24, 2007 10:38:37 AM Subject: Re: [Singkawang] Pengantin - Pengantin Pesanan semua berasal dari pemerintah juga sih,soal che sau itu kadang ortu juga terpaksa.mana ada ortu yg pemgen anak nya tersiksa hidup jauh yakan?tapi klo pemerintah bisa berantas kemiskinan rkyat nya pasti makmur dan anak muda nya ga perlu lagi merantau jauh2 dan tak ad lagi yg istilah nya ke taiwn dan ke hongkong,singapur segala.itu karena kehidupan yg membuat semua itu terjadi.akhir nya banyak korban perasaan bagi yg merrid jauh2.anak muda nya yg kerja jauh juga terikat dgn kontrak kerjaan di perantauan.hal untuk memperabiki skw itu bukan kita tapi gubenur nya juga pemerintah nya.klo ngomong ma to semua bisa yg melaksanakan itu yg penting !asal pemerintah jangan suka K K N ya rakyat bisa makmur lo.polisi nya juga klo uda tabek/alias salam manis semua masalah uda selesai bt apa? ga ada hukum yg berlaku sesuai UUD nya.kasian rakyat kia apalagi sekarang harga beras minyak mahal tapi penghasilan rakyat ga ada.7P:Pergi pagi pulang petang penghasilan pas pasan. ----- Original Message ---- From: Dji Min <[EMAIL PROTECTED] com> To: [EMAIL PROTECTED] ups.com Sent: Tuesday, April 24, 2007 10:42:13 AM Subject: Re: [Singkawang] Pengantin - Pengantin Pesanan semua kembali keasal mulanya... kalo di pikir2 ekonomi dan pendidikan sangatlah penting, misalnya di singkawang terdapat beberapa pabrik dan rata2 rakyat singkawang berpendidikan tentu mereka akan bisa jadi karyawan dan punya uang sendiri, peduli setan u orang taiwan. toh penduduk orang skw nda banyak2 amat. cukup dengan satu pabrik besar Wings tentu bisa menyerap banyak karyawan, gua bisa bayangin kalo rata2 pria skw menjadi supervisor atau manager tentu amoy skw tidak akan pilih taiwan yang tidak pasti. tul nda lang??? From: "TJ" <[EMAIL PROTECTED] co.id> Reply-To: [EMAIL PROTECTED] ups.com To: <[EMAIL PROTECTED] ups.com> Subject: Re: [Singkawang] Pengantin - Pengantin Pesanan Date: Tue, 24 Apr 2007 09:36:13 +0700 Wah, saya benar2 ketinggalan berita yak?hehehehe soalnga bgt plg jarang2 lagi denger orang che sau ke Tw lg...:) kalo dulu sich, tiap hari selalu denger. Diluar semua itu emang semua amoi yg mau berangkat itu sadar akan resiko yg mungkin terjadi. tapi yach gitulah, seperti kata Ci Lidya, semua berakar dari keinginan untuk bisa keluar dari "Kemiskinan" . yach mereka anggap aja seperti gambling, kalo dapet yg baik yach nasibnya kayak tetangga gw yg Ci Lidya bilang itu, tiap bulan bisa mengirimi orng tuanya sekian ratus dolar. Angka yg lumayan menggiurkan. .:) Sebenarnya che siauw ini udah ada dari jaman dulu, dari jaman gw baru lahir atau bahkan sebelum itu. ----- Original Message ----- From: Lidya Pei To: [EMAIL PROTECTED] ups.com Sent: Monday, April 23, 2007 9:17 PM Subject: Re: [Singkawang] Pengantin - Pengantin Pesanan Dear All, Terlepas dari dilemma human trafficking, dalam persoalan che siauw amoi untuk maried ke Taiwan or Hongkong or Singapore, pihak calon korban itu semua sadar akan apa yg berlaku dan yg akan berlaku. Dalam hal ini, tidak ada pihak yg menodongkan pistol ke kepala mereka untuk memaksa mereka melakukan tindakan tersebut, mereka merelakan diri atau merelakan anak cewek mereka untuk dijodohkan. Seperti didalam cerita Liputan6, kalo merasa gak mau or dipaksa lapor aja ke Polisi setempat. Kan bukan di sinetron bikinan orang keturunan india, yg bercucuran air mata karena tidak berdaya, trus pasrah aja mau diapain. Tidak sepenuhnya mereka itu mengalami nasib naas, dibandingkan dengan TKI dari Jawa yg kerja di Tanah Arab, mereka itu masih bernasib baik. Kalo gak cocok bisa cerai trus kawin lagi. Lihat di laporan tv, tentang TKI yg bekerja di Arab, ada yg diperkosa ampe melahirkan udah itu disiksa hingga mati. syerem. Sejauh ini belum kedengaran ada orang yg maried ke Taiwan, hongkong, or Singapore yg mati disiksa. Ada memang yg tidak berhasil dengan perkawinannya tapi mereka akhirnya bisa cerai, yg gak mau kawin lagi bisa pulang lagi ke kampung. akar permasalahannya hanya bersumber dari satu hal "POVERTY/KEMISKINAN ". Atasi aja hal ini, maka tidak akan ada masalah yg timbul. Kalo udah sekolah tapi tidak ada lowongan kerja yg tersedia sementara kedua orang tua menagih hasil investasi yg telah mereka keluarkan untuk menyekolahkan anaknya ditambah lagi dapur di rumah menunggu untuk dinyalakan, gimana orang gak nekat. khiong, siapa bilang dikampung kita berkurang? kamu jarang sih pulang kampung, malah udah gak malu malu lagi. Tapi tetangga kamu ada yg berhasil dari jenis perkawinan ini, dia maried sama orang singapore dari che siauw, trus dapat 2 anak dari hasil perkawinan tersebut, setiap bulan dia bisa mengirimkan Sin$400 ke ortunya. Kalau begini contohnya siapa yg tidak tergoda? Fresh graduate S1 mana yg bisa support orang tua perbulan Sin$400?, jangankan mo support mungkin jumlah itulah yg dia dapat dari orang yg mempekerjakannya. Search from any Web page with powerful protection. Get the FREE Windows Live Toolbar Today! Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell? Check out new cars at Yahoo! Autos. <!-- #ygrp-mlmsg {font-size:13px;font-family:arial, helvetica, clean, sans-serif;} #ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;} #ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial, helvetica, clean, sans-serif;} #ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;} #ygrp-mlmsg * {line-height:1.22em;} #ygrp-text{ font-family:Georgia; } #ygrp-text p{ margin:0 0 1em 0;} #ygrp-tpmsgs{ font-family:Arial; clear:both;} #ygrp-vitnav{ padding-top:10px;font-family:Verdana;font-size:77%;margin:0;} #ygrp-vitnav a{ padding:0 1px;} #ygrp-actbar{ clear:both;margin:25px 0;white-space:nowrap;color:#666;text-align:right;} #ygrp-actbar .left{ float:left;white-space:nowrap;} .bld{font-weight:bold;} #ygrp-grft{ font-family:Verdana;font-size:77%;padding:15px 0;} #ygrp-ft{ font-family:verdana;font-size:77%;border-top:1px solid #666; padding:5px 0; } #ygrp-mlmsg #logo{ padding-bottom:10px;} #ygrp-vital{ background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;padding:2px 0 8px 8px;} #ygrp-vital #vithd{ font-size:77%;font-family:Verdana;font-weight:bold;color:#333;text-transform:uppercase;} #ygrp-vital ul{ padding:0;margin:2px 0;} #ygrp-vital ul li{ list-style-type:none;clear:both;border:1px solid #e0ecee; } #ygrp-vital ul li .ct{ font-weight:bold;color:#ff7900;float:right;width:2em;text-align:right;padding-right:.5em;} #ygrp-vital ul li .cat{ font-weight:bold;} #ygrp-vital a { text-decoration:none;} #ygrp-vital a:hover{ text-decoration:underline;} #ygrp-sponsor #hd{ color:#999;font-size:77%;} #ygrp-sponsor #ov{ padding:6px 13px;background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;} #ygrp-sponsor #ov ul{ padding:0 0 0 8px;margin:0;} #ygrp-sponsor #ov li{ list-style-type:square;padding:6px 0;font-size:77%;} #ygrp-sponsor #ov li a{ text-decoration:none;font-size:130%;} #ygrp-sponsor #nc { background-color:#eee;margin-bottom:20px;padding:0 8px;} #ygrp-sponsor .ad{ padding:8px 0;} #ygrp-sponsor .ad #hd1{ font-family:Arial;font-weight:bold;color:#628c2a;font-size:100%;line-height:122%;} #ygrp-sponsor .ad a{ text-decoration:none;} #ygrp-sponsor .ad a:hover{ text-decoration:underline;} #ygrp-sponsor .ad p{ margin:0;} o {font-size:0;} .MsoNormal { margin:0 0 0 0;} #ygrp-text tt{ font-size:120%;} blockquote{margin:0 0 0 4px;} .replbq {margin:4;} --> __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com
