Dear Rudi Dustika Teja

Sebelumnya mohon maaf atas keterbatasan apa yang saya sampaikan pada posting 
saya terdahulu.
berkenaan dengan gempa serta lempengan2 yg terdapat di Indonesia.

salah satu dampak dari gempa 27 mei 2006 lalu di DIY, tedapat bongkahan batu / 
tanah yang besar sehingga menghambat arus air di dalam gua Bribin (sungai kecil 
yg terdapat di dalam tanah), baru2 ini bongkahan batu / tanah tsb. telah 
diledakan agar arus air sungai bawah tanah tsb. dapat mengalir dgn baik.
Memang benar menakjubkan melihat fenomena alam jika kita masuk kedalam gua.
Stalaknit, stalaktit banyak terdapat di dalam gua yang ada di pulau jawa yang 
jika dipukul dengan tangan akan terdengar nada suaranya yang menggema.
Getaran
 dari gempa dapat saja membuat jebakan cekungan berupa lubang didalam tanah 
yang biasa disebut sesar.

Saya menyarankan jika sdr. Rudi berkunjung ke gua2 yang ada di Sumatra ataupun 
di Pulau Jawa
sebaiknya mengamati terlebih dahulu gempa2 yang terjadi di seputaran daerah 
yang akan dikunjungi, info tentang gempa dapat di lihat pada : www.bmg.go.id. 
hal ini sangat penting sekali karena gua2 tsb. umumnya dekat dengan pertemuan 
lempengan aeroasia - indoaustralia. yang setiap saat bisa saja terjadi gempa.

Berikut saya sertakan artikel tentang Patahan-Patahan Yang Membelah Pulau Jawa.


Patahan-patahan
yg membelah Pulau Jawa !








Issue di sms serta imil juga termasuk tulisan di media-media kacangan
di Indonesia banyak menyebarkan berita ini. Termasuk adanya sesar-sesar yg
bakalan membelah Pulau Jawa. Banyak yang bertanya-tanya benarkah Pulau Jawa
akan terbelah ?

Apakah benar itu ilmiah atau spekulasi ataukah provokasi ?

Kalau benar, kapan itu akan terjadi ?


Penelitinya wong Indonesia 
!


Nah sekarang kita lihat bagaimana sebenernya pengetahuan geologi kita
tentang patahan-patahan di Pulau Jawa ini


Dibawah ini adalah uraian ringkas dan santai, bagaimana dan kapan 
patahan-patahan
ini terbentuk. Kalau sebelumnya disini saya cantumkan penelitian dariUniversity
of London 
tentang penyebaran imil yg berbahaya itu. Nah, sekarang saya cuplikkan dari
sebuah penelitian ilmiah yg dilakukan oleh para Ahli Geologi Indonesia . Iya, 
mereka yg meneliti
patahan-patahan di Jawa ini semua ahli-ahli kebumian Indonesia . Mereka-mereka 
ini
peneliti kebumian juga walaupun bekerja di Pertamina dan ada yang sebagai
pengajar di ITB. Artikel atau paper ini dipresentasikan di Indonesian Petroleum
Association tahun 2003. Mereka adalah : Sribudiyani* Indra Prasetya * Nanang
Muchsin* Benyamin Sapiie** Rudy Ryacudu* Sukendar Asikin** Triwidiyo Kunto*
Agus H. Harsolumakso** Puji Astono* Ivan Yulianto** (* = Pertamina dan ** =
ITB).

Pembentukan patahan-patahan di Jawa









 
Disebelah atas adalah peta jadul tahun
70juta sebelum masehi. Iya bener 70 juta tahun yang lalu ! Lah mana Pulau Jawa
? Pulau JAwa belum terbentuk, Pulau Jawa belum ada atau belum lahir. Waddduh …
susah ya … kok mereka (ahli geologi) tahu ?

Ya, ahli geologi ini sudah lama meneliti Pulau Jawa dan tidak pernah menemukan
batuan yg berumur lebih tua dari 50juta tahun lalu, ya artinya Pulau Jawa pada
waktu itu belum ada kan 
?


Tuh, lihat Pulau Sulawesi saja masih hanya lengan bawahnya yang terlihat di
peta ini. Berati Pulau Sulawesi pada waktu itu masih berbentuk huruf “i” belum
membentuk huruf “k” seperti sekarang ini.


Nah, memang beginilah wajah Indonesia 
70 juta tahun yang lalu. Coba lihat garis-garis lurus itu. Garis itu adalah
patahan-patahan atau sesar-sesar yg terbentuk pada kala itu. Tuh, lihat juga
bagaimana Pulau Sumatra di cacah-cacah patahan yang berarah utara selatan.
Jadi, menurut penelitian ini patahan di Pulau Sumatra 
terbentuk lebih tua dari Jawa.


  
 

Menurut para ahli bumi ini batuan dasar
(atau dikenal dengan nama Basement) di Pulau Jawa terbentuk antara tahun 70-35
juta tahun sebelum masehi. Batuan ini tersusun oleh batuan malihan
(matamorfik), serta batuan beku.


Nah, di peta jadul ini bisa dilihat bahwa Jawa Barat usia batuan dasarnya
lebih tua dari Jawa Tengah dan Jawa Timur ya. Mengapa ? Karena basement (batuan
dasar) di Jawa Timur tebentuk pada tahap-tahap akhir setelah ditubruk lempeng 
Australia dan
numpuk-numpuk membentuk basement di Jawa Timur.

Eh, kira-kira banyak gempa terjadi ngga selama pemebntukannya ? Ya , kalau
melihat saat ini saja di dunia ada 5kali Gempa skala 5 SR sehari tentusaja
selama puluhan-juta tahun itu ada milayaran kali gempa diatas skala 5 SR. Jadi
gempa sudah bertalu-talu di daerah ini sejak lama kan ? Ya sama saja seperti
hujan yang juga terjadi berjuta-juta kali.


Pada tahun 20 juta tahun
sebelum masehi, zona tubrukan lempeng Australia 
dengan lempeng Asia terkunci dan menyebabkan menunjamnya lempeng Australia 
dibawah lempeng Asia .
Penunjaman ini yg berlangsung hingga sekarang dan menyebabkan munculnya 
gunung-gunung
api disebelah barat Pulau Sumatra dan juga
sebelah selatan Pulau Jawa.


Pada waktu itu Jawa Tengah dan Jawa Timur berupa lautan …

Looh kok tahu ?

Ya, tahu lah …. Kalau kita lihat di selatan Pulau Jawa banyak dijumpai gunung
gamping kan ?
Nah anda tahu ndak bahwa gamping itu dulunya terumbu karang yg hidup dan adanya
di laut. Kalau sekarang contohnya ya Pulau Seribu itu atau kalau yg besar ya
Great Barier di sebelah timut Australia .
Nah, dengan logika yang sederhana seperti itulah maka ahli kebumian ini tahu
bahwa pegunungan selatan Jawa, termasuk Batugamping di Wonosari itu, dahulunya
adalah lautan. Kalau anda ke Wonosari coba lihat dan amati gamping-gamping itu,
mungkin anda dapat menemukan potongan koral atau mungkin juga binatang-binatang
laut yg sudah menjadi fosil. Nah anda tahu juga bahwa fosil-fosil itu usianya
sudah jutaan tahun … iya kan 
… simpen saja di rumah dan diberi tulisan aja “batuan ini berusia kira-kira 15
juta tahun yang lalu !”… Asyiik kan 
?







Nah Lima juta tahun yang
lalu konfigurasi serta bentuk pulau-pulau di Indonesia sudah mirip dengan yang
ada saat ini. Pulau Jawa dan pulau Sumatra
sudah “ditumbuhi” gunung-gunung api yg masih aktif hingga saat ini. Termasuk
Gunung Merapi yang sangat aktif kemaren itu. Patahan-patahan di sumatra masih
saja bergerak, juga saat itu patahan-patahan Jawa mulai terbentuk dan semakin
jelas.


psst …. mas… mas … ada gempa ngga wektu itu ?


Ya tentu saja ada dan buanyak, wong setiap bergeser-geser itu
gempa selalu terjadi, taaaapi tidak semua manusia bisa merasakan. Bahkan kalau
anda mau tahu, di Jogja masih bergetar looh waupun sudah hampir sebulan lebih
berlalu … dengan kekuatan gempa yang hanya 1-2 SR. Gempa-gempa “buntut”
ini masih diteliti dan direkam oleh para ahli seismologi utk mengetahui
perilakunya. Ya begitulah para peneliti ini, ndak bisa nangkep kepalanya,
ya sudah yang buntut-pun masih bisa diteliti. Menarik looh belajar
seismologi (ilmu tentang gempa), apalagi membantu masyarakat utk menghindari
gempa nantinya.


Mmm … trus … patahan-patahan di Pulau Jawa itu yang sekarang gimana ?

Pingin tahu kan
? …


Dibawah ini kalau kamu klick kamu bisa lihat patahan-patahan di Jawa saat
ini dengan lebih detil … wuiih ruame ya patahannya … 

Naah disitu juga bisa terlihat patahan yg diributin kemaren tentang patahan di 
Jakarta kan
? Iya, memang ada kok. Juga patahan Opak, Patahan Grindulu, Patahan Cimandiri,
dan juga patahan-patahan kecil lainnya. Yang digariskan warna merah itu patahan
hingga ke batuan dasar, sedangkan yg warna hijau patahan yg terlihat
dipermukaan saat ini.


Waaah bisa aktif seperti Jogja nggak ?

Lah, ini perlu penelitian,
perlu pengkajian, ndak ada … eh belum ada yang bisa meramalkan secara ilmiah.
Tapi yg jelas jangan takut lah … ini kan mirip
ada panu di punggung kan
? Kalau ngga tahu ya cuek. Tapi kalau dikasi tahu ya jangan panik !


Sebelumnya juga sudah saya tulis tentang bagaimana kegempaan di Jawa,

Tapi trus apa ya mesti dilakukan ?

Nah paling tidak, kenalilah lingkunganmu.

Kenalilah bumi tempat berpijak ini.

Catat semua peristiwa kebumian supaya tidak terlewatkan generasi penerus
nantinya.








Nah bagaimana dengan issue pulau Jawa terbelah ?

Nah kalau saja lempeng Australia ini terus menubruk Jawa dengan kecepatan
rata-rata 7cm pertahun ini, memang bisa saja Pulau Jawa terbelah tapi itu
mungkin akan terjadi 4-5 Juta tahun yang akan datang !

Jadi kenapa takut dengan terbelahnya Jawa ? Wong peramal-peramal itu ya cuman
ngawur kok ngomong besok gempa, sudah baca tulisan tentang ini disini, kan ?

Peta seismisitas disebelah ini
menunjukkan betapa pulau Jawa dan Sumatra ini
merupakan daerah gempa ya ? Tapi jangan takut, tidak semua gempa-gempa ini kamu
rasakan. Gempa-gempa dengan kekuatan besar diatas 5SR kalau terjadinya jauuuh
didalam bumi sana
kita tidak merasakannya dipermukaan. Hanya alat-alat saja yang mencatatnya.
Coba lihat Filipina, disana gempa suangat lebih sering karena adanya tubrukan
lempeng Pasifik dengan lempeng Asia.


Warna merah gempa dangkal dengan kedalaman 0-69 Km, warna hijau gempa dalam
dengan kedalaman pusat gempa antara 70-300 Km. Sedangkan bulat warna biru
menunjukkan titik pusat gempa dengan kedalaman 300-700 Km. Ada yang lebih dalam 
lagi ndak ? Selama ini
yg direkam gempa-gempa ini adalah getaran-getaran akibat pergerakan lempeng,
dimana penunjaman lempeng ini diperkirakan tidak lebih dari 700 Km.

Nah skali lagi saya beritahu ya, kemungkinan atau peluang anda terkena gempa
jauh lebih kecil daripada terkena atau mengalami kecelakaan di jalan raya. Jadi
hati-hati menyeberang jalan !. Kalau naik Bis kota Metromini atau angkot harus 
pegangan dan
hati2 dompetnya kecopetan .. upst !!


OK deh, tulisan ini salah satu wacana awal buat siapa saja supaya tahu apa
yg terjadi dan apa penjelasan ilmiah tentang gempa yg sudah sering terjadi di
Indonesia. Kalau di koran biasanya ngga ada gambarnya kan ? Nah gambar itu 
boleh di unduh
(download) trus dipajang di kamar sebagai pertanda awal mengenal bumi tempat
berpijak.


Apa yang kau lihat dari peta seismisitas diatas itu ?


KALIMANTAN !!!

Ya betul Pulau Kalimantan merupakan daerah yg sangat jarang mengalami gempa,
namun kenapa kok Kalimantan tidak banyak
populasi orangnya ? Bandingkan dengan populasi di Jawa dan Sumatra.


Semua ini saling terkait, salah satunya keterkaitan dengan ketersediaan
energi dan sumberdaya alam. Sumatra, Jawa
hingga Bali-Nusa tenggara ini tanahnya lebih subur. Energi juga lebih bayak
tersedia di daerah Jawa dan Sumatra yang penuh
gempa ini. Coba tengok dimana saja terdapatnya minyak dan gas bumi, juga
geothermal.


Eh ….. Kalau berpikir untuk 200 tahun kedepan ….. Bagaimana kalau
memindahkan ibukota ke Pontianak
?



Atau ke Singkawang kali yachh ?



Terimakasih,
HB





      
________________________________________________________ 
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! 
http://id.yahoo.com/

Kirim email ke