http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Singkawang&id=138826
Sabtu, 16 Juni 2007 497 Siswa SMA Tak Lulus UN Singkawang,- Dari 2.518 siswa SMA/SMK/MA Singkawang yang mengikuti Ujian Nasional (UN) tahun ini, 497 diantaranya dinyatakan tak lulus. Siswa yang tak lulus ini, umumnya berasal dari sekolah swasta. Kabid Dikmen Diknas Kota Singkawang, Drs Titus Permana mengungkapkan secara rinci siswa yang tak lulus untuk SMA berjumlah 284 dari 1.166 yang ikut UN. SMK 152 dari 1.113 dan MA berjumlah 61 siswa dari 239. "Sementara untuk siswa yang lulus SMA berjumlah 882, SMK 961 dan MA 178 siswa. Untuk lebih detailnya siapa-siapa saja yang lulus dapat dilihat pada pengumuman kelulusan di Harian Pontianak Post edisi Sabtu (16/6) hari ini," jelas Titus, kemarin sore. Pengumuman kelulusan itu tambahnya juga dapat dilihat di sekolah masing-masing. Menurut Titus, dalam pengumuman tersebut, hanya nama-nama siswa yang lulus saja diumumkan. Sementara nama siswa yang tak tercantum namanya dalam pengumuman itu, dinyatakan tak lulus UN. Titus berharap, siswa yang lulus UN tak lagi mengekspresikan rasa bahagia mereka dengan kegiatan-kegiatan tak bermanfaat. Seperti konvoi, aksi coret-coret dan sebagainya. Sebaliknya, lakukan kegiatan yang lebih memberikan makna dan sifatnya lebih bermanfaat. Sementara kepada siswa yang tak lulus, Titus berharap agar tak mudah putus asa. Karena masih ada kesempatan untuk mengikuti Ujian Paket C yang berlangsung 19-22 Juni 2007 mendatang. "Untuk pendaftaran Paket C ini, bisa dilakukan di sekolah masing-masing," katanya. Jadi, ungkap dia, kepada siswa dan siswi yang tak lulus agar tak bersedih dulu. Apalagi sampai melakukan hal-hal yang sifatnya merugikan diri sendiri. Ketidaklulusan itu bukanlah akhir dari segalanya, tapi awal dari sebuah kesuksesan yang tertunda. Jadi, harap Titus, jangan sampai siswa-siswa tak lulus ini melakukan hal-hal buruk yang tak diinginkan. Ditanya soal bentuk pengumuman kelulusan dilakukan di media massa, Titus menerangkan tujuan mereka mengumumkan di media massa untuk menghindari aksi negatif siswa dalam mengekpresikan kelulusan mereka. "Kita tak ingin ada lagi konvoi, kebut-kebutan dan sebagainya seperti tahun sebelumnya. Sehingga pengumuman yang kita lakukan ini tidak melalui amplop. Melainkan lewat media massa saja," katanya. Titus berharap, pengumuman melalui media massa ini bisa lebih efektif dan menjadikan anak-anak didik lebih elegan dalam menamatkan masa pendidikan mereka di tingkat SMU. (vie)
