Dear Pak Dayat,
   
  terima kasih banyak tentang info gelombang pasang ini. 
  Terima kasih juga untuk postingan tentang gempa dan lempengan yang terdapat 
di Indonesia beberapa waktu lalu.
   
  Ada berbagai fenomena alam yang kerap menimbulkan tanda tanya belakangan ini. 
Seperti beberapa waktu lalu sebuah Danau di Chili yang tiba-tiba menghilang. 
Dan juga atas topik Global warming yang belakangan ini sering dibicarakan. Apa 
fenomena alam yang sering terjadi belakangan ini mendapat pengaruh dari Global 
warming ya Pak? Karena kalau dirasa-rasa perubahan cuaca sepertinya tak menentu 
, seakan-akan sudah melenceng dari prakiraan siklus normal. .
   
   
   
  Salam,
   
  Rudi.
   
   
   
  

Hidayat Boesran <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
                Dear Rudi Dustika Teja,
  

  Masih ingat pada bulan mei  lalu saya ada mengingatkan akan ada pasang air 
laut dalam beberapa hari kedepan

  diutara maupun selatan Pulau Jawa ?
  

  Mengapa ini bisa terjadi ?
  Untuk itu saya postingkan artikel tentang kronologis terjadinya pasang air 
laut tsb.
  Semoga bermanfaat.
  

  Salam Hormat,
  HB.

  

  Waspada Gelombang Pasang ! Jumat 15 June 2007
 
  WASPADAI PANTAI-PANTAI SELATAN BALI-JAWA-SUMATRA
  

  Bulan saat ini,
  

  
  

  

  - <!--[if !vml]--><!--[endif]-->“Pakdhe Mana bulannya ? kok item gitu ?
- <!--[if !vml]--><!--[endif]-->“Ya itulah kondisi bulan pada saat ini. Yaitu 
saat konjungsi” 
  Gelombang pasang hari ini memuncak akibat posisi bulan dan matahari yang 
dalam kondisi konjungsi. Artinya posisi bulan bumi dan matahari sedang satu 
garis. Sehingga bulan tidak tampak karena tidak ada pantulan cahaya matahari 
yang mengenai bulan, yang biasanya teramati dari bumi.
  Bagaimana gelombang pasang bisa meninggi, kondisi muka air laut sangat 
terpengaruh oleh bulan dan oleh matahari. Bahkan bulan memilki pengaruh 70% 
pada pasang-surut muka air laut ini.

  
  

  Pada gambar diatas posisi bulan saat ini adalah pada Spring Tide atau new 
Moon (Bulan baru). Seperti yang sudah ditulis oleh Pak Ma’rufin, semalam beliau 
mengingatkan bahwa kemugkinan konjungsi berdasarkan perhitungan moon 
calculatornya pada tanggal 15 June 2007, sementara perigee (posisi terdekat 
Bulan dengan Bumi) terjadi 27 jam sebelumnya dengan jarak Bumi - Bulan (centre 
to centre) 359.400 km. Jadi konjungsi terjadi saat Bulan berada dalam posisi 
perigee, dan disini terjadi “spring tide” : pasang naik maksimum. Pagi tadi 
beliau mengingatkan untuk konjungsi di Indonesia diperkirakan hari ini Jumat 15 
June Jam 10 (geosentric) atau Jam 11 (toposentrik). Ada sedikit perbedaan 
perhitungan karena berbeda geometri yang dipakai. Namun jelas pada saaat-saat 
ini merupakan pasang maksimum.
  - <!--[if !vml]--><!--[endif]-->“Waddduh Pakdhe, ini warning ya ?”
+ <!--[if !vml]--><!--[endif]-->“Betul tole, ojo sembrono kalau dipantai hari 
ini ya”
  Berita dari Antara Jumat siang ini menyebutkan gelombang pasang sudah 
mencapai 4 meter pasang naik di seputar Pulau Bali.
  Kalau hari hujan tentunya pasang naik ini akan semakin tinggi karena tekanan 
udara yang turun, sehingga air terasa lebih “mumbul” membubung. Mengapa muka 
air laut naik ketika hujan. Ya ini disebabkan oleh menurunnya atau rendahnya 
tekanan udara. Tekanan udara rendah merupakan tempat berkumpulnya awan



  

  
  

  

  Kalau terjadi siang ataupun malam hari maka seperti pernah digambarkan 
sebelumnya terlihat seperti dibawah ini.

  
  

  
  WASPADA YA ! 




  
---------------------------------
  Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!  

         




  

 


 
---------------------------------
Don't pick lemons.
See all the new 2007 cars at Yahoo! Autos.

Kirim email ke