http://www.equator-news.com/berita/index.asp?berita=ProOtonomi&id=62636


Senin, 25 Juni 2007
Uray Roekijat-Sunardi Siap Maju di Pilkada Singkawang

Pontianak,-              Pasangan Drs H Uray Roekijat dan Chin Siu Sun
alias Sunardi SH menyatakan siap memimpin Kota Singkawang pada Pilkada
November mendatang. Paket ini juga menyatakan kesanggupannya menggunakan
perahu PDI-Perjuangan. Penegasan tersebut ia sampaikan saat bertandang
ke Redaksi Harian Equator, Minggu (24/6).
Keyakinan Roekijat dapat menggunakan perahu PDI-P, karena pernah menjadi
pengurus partai berlambang banteng moncong putih. Begitu juga dengan
Sunardi, pernah menjabat wakil bendahara DPD PDI-P Kalbar. Bahkan
Roekijat pernah menjabat Wakil Wali Kota Tingkat II Pontianak periode
1996-1999 mendampingi Ralek Anwar Siregar, hanya saja tugasnya menjadi
orang nomor dua tersebut tidak terselesaikan karena lebih memilih
menjadi pengurus PDI-P Kalbar.

"Saya dulunya menjabat sebagai Ketua Pemenangan Pemilu Legislatif
dan Pilpres Kalbar tahun 1999. Kini saatnya berupaya mencalonkan diri
menggunakan bendera PDI-P. Soal disetujui atau tidak oleh PDI-P,
tergantung pada pejabat yang berwenang. Singkawang ada 8 kursi dan sudah
cukup untuk mengusung kandidat. Sedangkan Sunardi juga anggota PDI-P,
sama-sama aktif tahun 1998 selaku wakil bendara partai," kata
Roekijat.

Mantan Wali Kota Administratif Singkawang periode 1984-1988 tersebut
mengatakan dirinya memilih Sunardi sebagai wakil karena bisa diajak
bekerja sama mengembangkan Kota Singkawang ke depan. Selaku politikus,
putra daerah keturunan Tionghoa tersebut juga berkecimpung di dunia
bisnis yang nantinya bisa mengembangkan Kota Singkawang melalui
perekonomian kerakyatan. "Itu sebabnya saya memilih saudara Sunardi
sebagai wakil. Kita juga akan menyatukan berbagai suku agar hidup damai
dan gotong-royong sesamanya yang mencakup Melayu, Tionghoa, Jawa, Batak
dan Padang, Madura maupun (Dayak)," katanya.

Pasangan Roekijat-Sunardi memiliki visi dan misi tersendiri yang digagas
secara bersama. Visi yang akan dilakukan diawali dengan tertib
administrasi, hukum dan anggaran pembangunan. Kemudian, Amantubillah
meliputi kehidupan antarsuku yang berdampingan, saling menghargai,
damai, bersatu dan gotong-royong. Manusiawi, merupakan program
pemerintahan yang diterbitkan nantinya bisa merakyat dan dirasakan oleh
rakyat. Agamis, menumbuhkan saling hormat-menghormati sesama umat.
Sedangkan nasionalis, menumbuhkan sikap kebangsaan sesama suku dan
meningkatkan rasa kebangsaan.


"Visi yang kita buat tersebut disingkat TAMAN. Artinya, seiring
dengan letak Kota Singkawang sebagai tamannya Provinsi Kalbar. Jadi,
bagi para pendatang yang belum meninjakan kakinya ke Kota Singkawang,
maka diibaratkan belum sampai ke Kalbar," ujar Roekijat. (amk)





Kirim email ke