Dear Pak HB,
Saya pribadi punya tanda tanya yg belum sepenuhnya
mendapat jawaban yg memuaskan. Apakah Bpk tau kenapa
yah di KalBar itu tidak ada jalur rel kereta api?
Pernah saya mendapat jawaban katanya sih, karena tanah
diKalBar itu tidak cocok buat bantalan rel???? apa
iya??? Soalnya kok rasanya transportasi antar kota
pontianak, mempawah, singkawang, pemangkat, sambas itu
akan terasa lebih asyik yah kalo ada kereta api.
Apalagi jalurnya sepanjang pantai, membayangkan saja
sudah terasa asyik. Alih alih lapangan udara lebih
asyik punya jalur rel. Ah mimpi lagi deh.
--- Hidayat Boesran <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Dear Rudi Dustika Teja,
>
> Abrasi di sepanjang pantai Pontianak - Singkawang -
> Pemangkat ?
> Saya coba menjawab dengan keterbatasan wawasan saya
> kalo ada kesulitan menjawabnya saya harus nanya
> dengan Pa' Dhe lho
> Semoga Pa' Dhe bisa bantu saya karena setahu saya
> Pa' Dhe sering bergelut dengan tanah (geologi)
> bukan bergelut dengan gelombang
>
> Ya, memang benar abrasi pantai sudah sedemikian lama
> menggeruti pantai sepanjang
> Pontianak - Singkawang - Pemangkat
> Setahu saya kerusakan pantai tsb. telah ditangani
> oleh pemda dengan pemasangan triangle pemecah
> gelombang
> disekitar pantai Mempawah & Sie. Duri namun seberapa
> efektivkah usaha ini ? saya tidak tau persis.
> Namun perlu untuk dicermati bahwa pantai2
> disepanjang Pontianak - Singkawang - Pemangkat
> adalah pantai
> yang terbuka, hanya terdapat sedikit pulau2 kecil
> yang dapat menghambat gelombang tsb.
>
> Gelombang dipengaruhi oleh banyak
> faktor :
>
> Angin : Kecepatan anginPanjang/jarak hembusan
> anginWaktu (lamanya) hembusan anginGeometri laut
> (topografi atau profil laut dan bentuk
> pantai)Gempa (apabila terjadi tsunami) - sangat
> kecil/minor
>
> Terlihat diatas bahwa pada kenyataan
> gelombang laut lebih banyak dipengaruhi oleh faktor
> kondisi atmosfer. Kondisi
> angin in tentusaja salah satu-nya cuaca yaitu
> kondisi sesaat dari atmosfer
> meliputi : suhu, tekanan (angin), uap air (awan) dan
> hujan.
>
>
>
>
>
> 1 = Arah angin
>
> 2 = Puncak gelombang (peak)
>
> 3 = Lembah gelombang (trough)
>
>
> Bentuk gelombang akan berubah sesuai
> dengan kedalaman dasar laut.
>
>
> Pada lokasi B bentuk perputaran
> gelombang berupa elips, semakin dangkal maka semakin
> elips. Apabila tinggi
> gelombang masih cukup tinggi maka gelombang akan
> pecah di pantai.
>
>
> Pada gelobang laut ini air hanya
> naik turun, namun tidak ada pergerakan atau aliran.
> Sedangkan pada gelombang
> tsunami, karena gelombangnya cukup panjang (jarak
> titik titik puncak (2 ke 2
> berikutnya) cukup panjang maka ketika sampai di
> pinggir pantai akan semakin
> tinggi yang menyebabkan gelombang tsunami ini akan
> terkesan menyapu pantai.
>
>
> Pada gelombang tsunami akan
> terlihat tinggi gelombang semakin besar di pantai.
> Nah karena yang dirasakan
> merusak serta yang teramati pada gelombang tsunami
> ini sepertinya memiliki
> tinggi gelombang yang besar juga di tengah samodra.
> Padahal kalau ada kapal
> ditengah laut, maka kapal itu hanya merasakan
> sedikit sekali gejala gelombang
> tsunami yang berupa gelombang yang miliki jarak
> antar puncaknya cukup panjang.
>
>
> Jadi gempa tidak banyak mempengaruhi
> besarnya gelombang laut pada umumnya.
>
> Karena :
>
> - Hanya gempa besar yang menyebabkan tsunami.
>
> - Akan lebih dirasakan akibatnya di pinggir pantai.
>
>
>
>
>
> Memang tidak aneh kalau ada yang
> bertanya-tanya apakah mungkin besarnya gelombang
> laut dipengaruhi oleh
> gempa ? Bukankah tsunami yang diakibatkan gempa dua
> tahun kemarin gelombangnya
> sangat besar menyapu kota-kota besar di Sumatra
> Utara ? Juga di Pangandaran ?
>
>
> Jawaban sederhana saya begini :
> Gelombang laut itu lebih dipengaruhi proses
> atmospheric ketimbang proses
> dari geologic. Artinya proses-proses serta kondisi
> udara lebih
> berpengaruh terhadap kondisi gelombang ketimbang
> proses dasar laut.
>
>
>
>
>
> Tetapi kenapa gelombang tsunami bisa
> jauh lebih merusak ketimbang gelombang laut ?
>
>
> Gelombang tsunami
> digambarkan sebagai gelombang yang menjalar
> sedangkan gelombang laut biasa
> adalah gelombang naik-turun biasa, lihat gambar
> disebelah.
>
>
> Gelombang laut tidak akan bergerak
> kesamping seperti gelombang tsunami. Sehingga daya
> rusak gelombang tsunami akan
> maksimum pada pinggir pantai. Di laut gelombang
> tsunami tidak akan dirasakan
> oleh kapal laut. Karena kemarin kita menyaksikan
> bagaimana gelombang tsunami
> yang diakibatkan oleh gempa besar (skala diatas 6.8
> MI) yang sangat merusak,
> tentunya secara intuisi kita melihat bahwa akan ada
> gelombang besar ketika ada
> gempa besar.
>
>
> Ketika gelombang mencapai pantai,
> seringkali diikuti dengan peningkatan ketinggian
> gelombang karena laut semakin
> dangkal sedangkan volume air yang mengalir dalam
> jumlah yang sama. Ketinggian
> tembok gelombang tsunami (tsunamic wave wall) ini
> yang terlihat atau yang
> diamati di pantai, namun bukan berarti bahwa tinggi
> gelombang di tengah laut
> juga setinggi itu. Hal inilah yang sering mengecoh
> perkiraan tinggi gelombang
> tsunami di tengah laut.
> Yang pasti gelombang laut yang disebabkan stunami
> tidak pernah terjadi di sepanjang pantai Pontianak -
> Singkawang - Pemangkat.
> Jadi jangan takut yachh.
>
> Untung aja si Tole sedang tidur . . . .
> Kalo ngga tidur . . . . wah pasti ikut nimbrung
> nanya.
> Turu sing nyenyak yo Le . . . . (tidur yang nyenyak
> ya To Le)
>
> Salam Hormat,
> HB
>
>
>
>
>
>
>
> Membaca informasi tersebut saya jadi ingat tentang
> abrasi, terutama pantai-pantai di KalBar. Saya jadi
> teringat akan pantai di tengah perjalanan dari
> Pontianak ke Singkawang, dan juga yang di Pemangkat.
> Apakah abrasi di kampung halaman kita ini merupakan
> dampak dari pemanasan global juga ya Pak Dhe? .
>
>
>
> Salam,
>
> Rudi.
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
=== message truncated ===
____________________________________________________________________________________
Choose the right car based on your needs. Check out Yahoo! Autos new Car
Finder tool.
http://autos.yahoo.com/carfinder/