http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Singkawang&id=13967\
2

Sabtu, 30 Juni 2007
Singkawang Gagal Raih Adiwiyata

Singkawang,-  Penghargaan Adiwiyata 2007 gagal diraih oleh tiga sekolah
di Singkawang. Dari sepuluh peserta perwakilan Kalbar yang ikut dalam
ajang penghargaan tersebut, hanya satu sekolah yang berhasil masuk
nominasi penghargaan tersebut, adalah SDN 36 Pontianak.

Sementara tiga sekolah asal Singkawang (SDN 7, SMPN 4, SMAN 3) yang
dikirim untuk ikut serta dalam penghargaan itu, dinyatakan belum
berhasil. Ketiganya belum memenuhi indicator sebagai sekolah Adiwiyata
tahun 2007 ini.

"Hal itu disampaikan oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup melalui
booklet hari lingkungan hidup beberapa waktu lalu," demikian sebut
sumber Pontianak Post, di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK)
Singkawang.

Dalam booklet hari lingkungan hidup tersebut dijelaskan, program
Adiwiyata adalah salah satu program Kementerian Lingkungan Hidup dalam
rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah
dalam upaya pelestarian lingkungan hidup.

Dalam program ini diharapkan setiap warga sekolah dapat ikut terlibat
dalam kegiatan sekolah menuju lingkungan yang sehat dan menghindarkan
dampak lingkungan negatif.

Tujuan program ini adalah menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah
agar menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah (guru,
murid dan pekerja lainnya). Sehingga di kemudian hari warga sekolah
tersebut dapat turut bertanggungjawab dalam upaya-upaya penyelematan
lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Program ini dikembangkan berdasarkan norma-norma dasar dalam
berkehidupan yang antara lain meliputi banyak hal.

Diantaranya kebersamaan, keterbukaan, kesetaraan, kejujuran, keadilan
dan kelestarian fungsi lingkungan hidup dan sumber daya alam.

Dalam mewujudkan program Adiwiyata ini telah ditetapkan beberapa
indicator. Antara lain pengembangan kebijakan sekolah peduli dan
berbudaya lingkungan, pengembangan kurikulum, berbasis lingkungan,
pengembangan kegiatan berbasis partisipatif, pengelolaan sarana
pendukung sekolah. Keempat indicator tersebut dijabarkan lagi menjadi
beberapa criteria yang lebih terperinci dan detail.

Pada tahun 2007 ini, program Adiwiyata dilaksanakan secara nasional dan
diikuti oleh 17 provinsi dengan total peserta 146 sekolah. Penilaian
dilakukan secara bertahap. Tahap awal melalui penilaian kuesioner dan
dokumen, ditetapkan 52 sekolah yang kemudian melalui penilaian tahap
kedua terseleksi 30 sekolah yang masuk pada kategori "calon model
Adiwiyata tahun 2007". (vie)

Kirim email ke