Sejak lama
terjadi perdebatan antara para sejarahwan, mengenai keliru-tidaknya para
arsitek dan insinyur candi Borobudur. Disatu pihak menuduh pembangunan candi
Borobudur secara arsitektural keliru, karena puncak bangunan kolosal itu sama
sekali tidak tampak dari kawasan kaki bangunan. Namun pihak yang lain
menyatakan bahwa ketidak-tampakan titik puncak bangunan dari kaki bangunan
justru secara falsafah disengaja sebagai simbolik pada saat kelahiran kita
semua sama sekali tidak tahu apa yang akan terjadi di saat akhir hidup kita
masing-masing.
Terlepas
siapa yang benar dalam polemic Borobudur itu, tampaknya apa yang disebut
landmark memang kerap diselubungi kabut kekeliruan. Misalnya saja menara serba
putih menjulang tinggi di kota Pisa pasti secara teknis keliru dibangun, jika
tidak bagaimana bias menjadi miring begitu ! Namun andaikata saja para arsitek
dan insinyur tidak keliru, maka Negara Italia masa kini pasti tidak memiliki
daya tarik pariwisata unit itu. Bagi yang belum sempat menyaksikan kemiringan
menara Pisa itu, perlu sedikit bergegas, akibat dikhawatirkan tidak lama lagi
menara itu dari posisi miring akan berubah menjadi ambruk !
Kota Venezia
memang memiliki perbendaharaan harta arsitektural monumental, namun sayang sejak
awal tata kotanya sudah keliru, hingga kini terancam bencana tenggelam total.
Anda jangan
kecewa apabila telah bersusah payah menempuh perjalanan ke kota Brussel,
ibukota Belgia, lalu bingung mencari dimana monument Manneken Pis berada,
ternyata sosok obyek turisme mashyur itu Cuma setinggi sekitar tiga jengkal
tangan dan sebagai karya seni pahat sebenarnya juga tidak terlalu istimewa,
disamping sebenarnya Cuma replica patung asli yang telah terlanjur hilang.
Andaikata
tidak gigih dipromosikan sebagai Landmark Kota Brussel dibumbui rekayasa
legenda menarik, pasti tidak ada yang peduli patung anak sedang kencing yang
mungkin lucu, namun sebenarnya biasa-biasa saja.
Salah satu
Landmark paling popular dikota London, Inggris adalah sebuah menara jam yang
mashyur dengan gelar Big-Ben, padahal menara atau jam House Of Parliament itu
sebenarnya tidak bernama Big-Ben. Yang benar-benar bernama Big-Ben Cuma salah
satu genta yang merupakan bagian mekanisme bunyi-bunyian jam yang setiap pukul
12.00 waktu setempat berbunyi lengkap, yang kini urutan nadanya dikenal segenap
pelosok dunia melalui siaran radio BBC. Tower Of London sebenarnya juga bukan
tower, namun sekedar sekelompok bangunan di tepi utara sungai Thames yang
masing-masing bentuknya tidak terlalu mirip menara.
Al Hambra
sering dianggap bangunan sakral relegius padahal pada kenyataannya dahulu lebih
berfungsi sebagai istana sekular lengkap dengan harem yang kini menjadi
Landmark dan obyek pariwisata utama Spanyol.
Landmark
India, Taj Mahal terlanjur dikultuskan sebagai monumen kasih saying, Proses
pembangunan makam isteri kesayangan Shah Jahan sebenarnya penuh kekerasan
berlumuran keringat, air mata dan darah puluhan ribu pekerja paksa selama lebih
dari 20 tahun disamping rakus menelan biaya mahal (hanya sebuah singgasananya
saja, di abad ke XVII sudah berharga lebih dari 6 juta poundsterling), Konon,
agar keindahan bangunan serba putih itu tak tersaingi, setelah pembangunan
rampung, Shah Jahan langsung memenggal kepala sang arsitek dan tangan-tangan
para ahli pahat dan tukang batu Taj Mahal.
Suasana
kehidupan keluarga Shah Jahan juga bukan teladan kasih sayang, disamping asyik
berselingkuh bahkan inses, Shah Jahan sangat ambisius menjadi maharaja sampai
bengis membunuh kakak-kakak kandungnya, tega menggulingkan tahta lalu
memenjarakan ayah kandungnya sendiri. Lalu sebaliknya, putera kandung Shah
Jahan, Aurangzeb latah kudeta dan memenjarakan ayah kandungnya disebuah citadel
kawasan makam Taj Mahal. Mana
kasih-sayangnya ?
Bagaimana
dengan Cintasingkawang ? Keliru atau Kelir (warna) U (anda) ?
Salam Hormat.
HB
________________________________________________________
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/