http://www.equator-news.com/berita/index.asp?berita=Utama&id=64461

Rabu, 25 Juli 2007
1.532 Warga Sedau Dievakuasi
Air Setinggi Dada

  [left]                                        Sambas,-             
Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan dihantam banjir akibat
hujan deras yang turun terus menerus selama dua hari. Banjir
mengharuskan 360 kepala keluarga atau 1.532 warga dari 10 Rukun Tetangga
diungsikan ke tempat yang lebih aman.
"Hujan ini dari kemarin (Senin, Red) sampai hari ini (Selasa, Red).
Berarti memasuki hari kedua. Air yang menggenangi rumah warga untuk
bagian yang mendekati sungai setinggi dada orang dewasa sedangkan bagian
tepi jalan raya hanya setengah meter saja," jelas Camat Singkawang
Selatan, Burhanudin ditemui di posko banjir, Selasa (24/7).

Namun hingga siang Selasa kemarin sejumlah bantuan mulai berdatangan.
Umumnya berupa mi instan, beras, dan selimut dari Dinas Sosial dan
Puskesmas setempat.

Selain diungsikan ke kantor camat yang baru dibangun dan belum
diresmikan, korban banjir tersebut, lanjut Burhan, akan dievakuasi ke
dataran lebih tinggi seperti di kantor Pos Polisi Sedau, Kantor Camat
Saklok serta di rumah-rumah penduduk di dataran tinggi yang dekat dengan
lokasi banjir. "Rumah yang terendam jumlahnya kurang lebih 300 buah,
dan pas kebetulan posko banjir letaknya dekat dengan lokasi banjir.
Sehingga beberapa warga yang memang sakit sebelumnya dapat segera
diungsikan," papar Burhan.

Korban banjir juga mendapat kunjungan Gubernur Kalbar, H Usman
Ja'far beserta rombongan yang langsung ke posko banjir. Gubernur
khusus datang menyerahkan bantuan berupa 1 ton beras dan 100 dus mi
instan.

Ditemui di lokasi pengungsian, Usman Ja'far mengatakan, banjir itu
biasa terjadi dan Pemprov telah memiliki satuan petugas tersendiri untuk
menanganinya. "Memang biasa hujan selama dua hari berturut-turut
atau lebih akan menimbulkan banjir. Tapi biasanya banjir seperti ini
tidak terlalu lama, mudah-mudahan cepat surutnya" ucap Usman.

Menurutnya, penanganan banjir sendiri untuk setiap pemerintah daerah
telah memiliki protap masing-masing, ada tim satgas yang menangani
masalah-masalah seperti ini. "Penanggulangan yang dilakukan untuk
bencana seperti banjir, pemerintah telah memiliki cadangan dana untuk
itu. Tetapi jangan jadikan banjir ini sebagai salah satu program jangka
panjang. Di sinilah peran Dinas Sosial dan Kesbanglinmas," terang
Usman Ja'far.

Masih di kawasan Kelurahan Sedau Kecamatan Singkawang Selatan Kota
Singkawang, tepatnya di Teluk Mak Jantu sejak dua hari terakhir terendam
banjir. Air dengan ketinggian bervariasi merendam kediaman 1.000 jiwa.

Keterangan yang dikumpulkan Equator di lapangan menyebutkan, hujan lebat
yang terjadi beberapa hari terakhir diperburuk dengan naiknya permukaan
air. Akibatnya, kawasan teluk yang memang rendah ini jadi sasaran
genangan air. Sejak Senin (23/7) ketinggian air terus saja naik dan
mulai masuk ke dalam rumah-rumah penduduk. Genangan air mulai terlihat
di persimpangan jalan raya menuju ke arah objek wisata Teluk Mak Jantu
yang lebih ngetop dengan Sinka Island. "Mulai samping masjid
dipertigaan terus ke arah pantai yang terkena banjir," ucap Dedi,
salah seorang warga.

Ketinggian air pun dirasakan bervariasi mulai 20 sentimeter sampai ada
yang lebih dalam lagi, kurang lebih sampai pinggang orang dewasa seperti
di Gang Ramai.

Meski sejak sore kemarin hujan sempat berhenti, tapi sejumlah warga
masih khawatir ketinggian air akan terus bertambah. Bagi warga yang
rumahnya belum parah terendam air, terlihat masih berusaha bertahan
dengan membuat parak-parak. Tapi warga yang kondisinya jauh lebih parah,
kini mulai pergi mengungsi ke rumah-rumah tetangga dan keluarga mereka
yang relatif lebih aman. "Kalau yang di seberang jalan raya memang
jauh lebih tinggi. Jadi beberapa warga di sini ada juga yang mengungsi
ke sana," imbuh warga lainnya.(ian/yun)




Kirim email ke