Eugenia.........bukan hanya waktu kecil sering berkata spt yg km sebutkan, tapi
kadang2 skr jg masih ada hal yg sama yg kita lakukan di dlm kehidupan sehari2,
cmn cara yg kita lakukan agak beda namun tetap sama motifnya.....
Skr kalo misalnya kita pengen kabur dr suatu permasalahan ataupun gak suka
ama pernyataan/perlakuan dari seseorang, kita pasti akan berusaha utk
menghindari utk bertemu lagi ataupun gak bersuara, seolah2 memberi tanda bahwa
kita gak suka....(kalo kecil kan tinggal ngomong...."ngai ng moi ngak nyi liau
luuuuuuuuuuu..." ) tapi kalo gede kan gak "selurus" spt masih kecil dulu....
Menurut g, sejak milis ini sering mendapat postingan dari Saudara Ardy,
kayaknya jarang ada lagi postingan2 yg segar, humoris, atau agak jauhlah dari
masalah politik spt waktu dulu, biarpun kadang emang ada sich perdebatan2
diantara kita2, namun gak "sepedas" spt skr yg g baca belakangan ini.....
G jarang memberikan komentar2, karena g emang "buta" mengenai masalah2 yg
lagi diperdebatkan belakangan ini....
Atau apa karena cuaca di Indo lebih panas yach .........
Alang, HK
eugenia wu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Membaca tulisan Sdr.Ardy dan Alec_bong saya jadi teringat dengan
masa kecil saya dan mungkin teman2 juga pernah mengalami hal yang sama dengan
saya dimasa kecilnya, ada yg melarikan diri eh salah ...pamit maksud saya saat
kalah bermain krn tidak tau harus berbuat apa, dan keadaan milis saat ini ada
sedikit kesamaan dengan kondisi masa kecil saat itu hehe.
APakah masih ingat, dimasa kecil apabila kita bermain dengan anak2 tetangga
mau teman2 yang lainnya, dan apabila mereka kalah bermain akan selalu keluar
kalimat2 ini:
1. Ng moi kak nyi liau luuu (ga mau bermain sama lo lagi)= Kabur
2. Ng moi kau waaa (jgn main lah) = kabur
3. Ngai hok nga mak thang..(g aduin mak g lo)= berusaha membeli diri dengan
ancaman
Apakah ada kalimat2 tambahan dari teman2? untuk mengenang masa kecil kita
saat bertemu dgn anak2 mami yg manja or cengeng?
Pa'Dhe, piye toh iki tole2nya? Masih manja2...
salam
Eugenia
----- Original Message ----
From: alec_bong <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Friday, August 3, 2007 6:52:20 PM
Subject: [Singkawang] Re: Pamit dari Milis
--- In [email protected], "ardy prasetya" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
"Memangnya kenapa kalau milis ini alat politik ? memangnya kenapa kalau
moderator atau pemilik milis ini condong pada satu calon walikota ?
memangnya siapa Hendy Lie ?"
forum yang terhormat,
menurut saya pandangan ardy sangatlah logis, setiap calon pemimpin
(cawako = singkawang & cagub = jakarta) pastilah akan memasyarakatkan
dirinya melalui media2 yg dianggap berpengaruh, contoh media koran,
masang spanduk di tempat yg strategis, ga mungkinkan "dia" mau
kampanye di kuburan.
dan juga kalo memang kita tidak sependapat, maka keluarkanlah. negara
indonesia ini memberikan kebebasan bagi warga negaranya untuk
berpendapat koq, (ini tercantum dalam UUD 1945, pasalnya kalo tidak
salah 28). sama seperti sdr. ardy, sy ga peduli siapa yg jd walikota,
karena saya sendiri ga bisa pulang untuk nyoblos. oleh sebab itu "be
gentle " tunjukkan bahwa pendapat anda benar dan didukung oleh fakta2
yang kongkret, klo anda pamit, berarti anda memang kalah.
sy jd ingat satu kata yg cukup berkesan bagi saya : menang sebagai
pahlawan, kalah sebagai ksatria.
salam,
AB
=====================================================
Hapus bagian email yang tidak perlu sebelum me-reply
United Singkawang - [http://www.singkawang.us]
Friendster - [http://www.friendster.com/singkawang]
=====================================================
Yahoo! Groups Links
---------------------------------
Yahoo! oneSearch: Finally, mobile search that gives answers, not web links.
with my best regard..
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com