Sepertinya tayangan yang menarik nih, hehehe...
  
  http://www.kickandy.com/pretopik.asp
  
  Kamis, 18 Oktober 2007          
       Mulai November 2006 Tayangan Ulang Kick Andy Berubah Jam Tayang dari 
Jum'at pukul 14.05 WIB Menjadi Minggu pukul 15.05 WIB.
-->        Tayang setiap Kamis pukul 22.05 WIB dan Minggu pukul 15.05 WIB
      Terima kasih atas perhatiannya.
-->TOPIK MINGGU DEPAN
 -->                      
              
                            
     
-->      
  Singa dari Negeri Jiran
          “Saya  tidak dendam pada Mahathir. Saya sudah memaafkan dia,” ujar 
Anwar  Ibrahim. Pernyataan itu berkaitan dengan “penderitaan” yang harus dia  
tanggung di masa pemerintahan Perdana Menteri Mahathir Muhamad. 
  
  Datang  langsung dari Malaysia dan tampil di Kick Andy, Anwar Ibrahim bicara  
blak-blakan tentang apa yang dialaminya waktu itu. Termasuk tuduhan dia  
melakukan perbuatan bejat yakni menyodomi supir istrinya dan saudara  
angkatnya. Mantan wakil perdana menteri Malaysia ini juga menceritakan  
bagaimana penyiksaan yang dilakukan polisi pada saat penangkapan atas  dirinya 
dan kehidupannya selama di penjara.
    “Saya disingkirkan oleh Mahathir karena saya  melawan praktek korupsi yang 
dilakukannya. Saya dulu wakil perdana  menteri jadi saya tahu banyak 
penyelewengan yang terjadi. Itu salah  satu alasan mengapa saya disingkirkan,” 
ujarnya. “Kalau mau aman, saya  bisa saja diam. Toh tinggal satu langkah lagi 
saya jadi perdana  menteri. Tapi, hati saya menolak untuk diam.”
    Soal tuduhan bahwa dia melakukan perbuatan sodomi  juga diakuinya sebagai 
salah satu cara keji yang digunakan Mahathir  untuk mendeskreditkan dirinya. 
Bahkan lebih jauh, dia dilaporkan  melakukan perselingkuhan dengan istri salah 
satu stafnya. “Tuduhan itu  tidak pernah bisa dibuktikan. Bahkan pelapor 
mencabut laporannya,” ujar  Anwar yang ketika itu merupakan anak emas Mahathir 
dan dipersiapkan  menggantikan orang nomor satu Malaysia itu.
    Anwar yang tidak bisa menutup mata atas  penyimpangan keuangan yang terjadi 
pada masa itu, lalu turun berdemo di  jalanan. Akibatnya, dia ditangkap. 
Tuduhan resminya, Anwar melakukan  “korupsi” karena menggunakan kekuasaannya 
untuk mengancam saksi pelapor  agar mencabut laporan mereka. Waktu itu supir 
istrinya dan saudara  angkatnya melaporkan Anwar atas perbuatan sodomi yang 
mereka alami.  Mereka kemudian mencabut laporan itu. Alasannya, dalam 
pemeriksaan  mereka disiksa untuk mengakui telah disodomi Anwar.
    Namun, hakim yang mengadili perkara “korupsi” itu  tetap pada keyakinannya 
dan memvonis hukuman enam tahun penjara bagi  ayah empat anak ini. Selama di 
dalam penjara, istri Anwar, Datin Wan  Azzisah mengambil alih perjuangan dengan 
mendirikan Partai Keadilan.  “Saya beruntung mendapatkan istri seperti dia. 
Jelita wajahnya, jelita  hatinya.”
    Anwar beruntung. Pada saat dia diadili untuk kasus  sodomi, pemerintahan 
berganti. Perdana menteri yang baru, Abdullah  Badawi, secara terbuka 
mengatakan tidak akan mencampuri urusan  pengadilan itu. Ujung-ujungnya Anwar 
divonis bebas.
    “Saya berterima kasih pada Badawi. Dia orang baik.  Tapi, dia terlalu lemah 
sehingga saat ini perekonomian Malaysia merosot  tajam,” ungkap mantan menteri 
keuangan ini.
    Anwar yang sewaktu muda dulu pernah belajar di  Indonesia mengaku memiliki 
hubungan emosional dengan Indonesia.  Teman-temannya juga banyak. Antara lain 
Fahmi Idris, Adi Sasono, Amin  Rais, Adnan Buyung Nasution, Taufiq Ismail, dan 
Rendra. “Itu sebabnya  saya dibenci karena dianggap lebih pro Indonesia. Saya 
dituduh tidak  nasionalis karena sering membela kepentingan Indonesia,” ujarnya.
    Salah satu yang paling sering dia kritik adalah  perlakuan Malaysia 
terhadap tenaga kerja Indonesia. “Saya sering protes  atas perlakukan terhadap 
TKI. Sering terjadi penyiksaan. Saya tidak ada  urusan dengan nasionalisme. 
Saya melihat persoalan ini dari kacamata  kemanusiaan,” dia menegaskan. Kondisi 
tersebut, menurut pria yang  selalu tampil rapih ini, belakangan semakin 
menjadi-jadi. “Ini yang  selalu saya kritisi. Sebab kalau pejabat tinggi 
seperti saya saja  dipukuli, apalagi TKI,” ujarnya masgul.
    Karena itu, dia bertekad untuk memperbaiki keadaan  dengan mencalonkan 
dirinya dalam pemilihan perdana menteri mendatang.  Anwar mengaku tidak gentar 
pada berbagai cara yang dilakukan penguasa  saat ini untuk mengganjalnya. 
Termasuk dengan adanya upaya mempercepat  pemilihan pada 2008 nanti agar dia 
tidak bisa ikut bertanding.  Pasalnya, akibat dihukum penjara enam tahun, hak 
poilitik Anwar  dicabut. Selama lima tahun dia tidak boleh berpolitik. Karena 
baru  dibebaskan 2004, maka kakek satu cucu ini baru boleh terjun ke politik  
pada 2009 nanti.
    “Saya akan maju terus. Saya sudah siapkan strategi  kalau pemilihan 
dipercepat,” ujarnya. Kalau lawan politiknya  menggunakan cara-cara kekerasan, 
apakah anak dan istri siap menanggung  risiko untuk kedua kalinya? “Mereka 
sudah siap. Kami sudah berikrar.  Saya akan maju terus.”
  



  

 


 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke