http://www.antara.co.id/arc/2007/10/18/bocah-indonesia
-terima-penghargaan-dari-pbb/

Bocah Indonesia Terima Penghargaan dari PBB


Markas Besar PBB (ANTARA News) - Seorang bocah Indonesia berumur enam tahun,
Bryan Jevoncia, pada Rabu di Markas Besar PBB menerima penghargaan dari
Perserikatan Bangsa-Bangsa setelah memenangi lomba sayembara mendisain
perangko PBB.


Acara pemberian penghargaan berlangsung di salah satu taman di kompleks
gedung PBB dan dihadiri oleh Sekjen PBB Ban Ki-moon serta sejumlah kepala
perwakilan negara-negara asing, termasuk Wakil Tetap RI untuk PBB Marty
Natalegawa.

Bryan adalah satu di antara enam anak berusia 6-15 tahun dari berbagai
negara yang gambarnya dinyatakan akan dijadikan sebagai desain perangko PBB
seri tahun 2008.


Sayembara yang bertema "Kita Dapat Mengatasi Kemiskinan" itu diikuti oleh
sekitar 12.000 peserta dari 124 negara dan diadakan dalam rangka peringatan
Hari Internasional Penghapusan Kemiskinan.

"Sangat membanggakan, ada putera Indonesia yang terpilih dari sekian ribu
peserta. Ini menjadi tanda bahwa generasi muda kita mampu menghasilkan
karya-karya yang baik, membangun solidaritas dan peka terhadap masalah
kemiskinan," kata Marty ketika diminta komentarnya oleh ANTARA News.


Selain mendapat kehormatan gambarnya dijadikan disain perangko PBB seri
tahun 2008, Bryan juga mendapatkan penghargaan dari PBB berupa sertifikat.

Disain perangko yang digarap Bryan bercerita tentang anak-anak yang setelah
pulang sekolah membantu ibu mereka dengan mencari uang melalui keterampilan
mereka, yaitu dengan menggunakan sisa-sisa bahan pakaian jahitan.


"Idenya memang dari saya. Saya dulunya penjahit dan banyak kain-kain yang
tidak terpakai yang bisa digunakan. Dia ternyata bisa menggambarkannya
dengan mudah. Dulu waktu kecil dia terbiasa mencoret-coret kertas sisa
guntingan pola yang saya kerjakan," papar ibunda Bryan, Rosiana Fardimin
(43), yang mendampingi Bryan ke New York untuk menerima penghargaan dari
PBB.

Selain oleh Rosiana, bocah kelahiran Pontianak pada 16 Desember tahun 2000
dan saat ini duduk di kelas 2 SD Suster Pontianak, Kalimantan Barat, itu
juga didampingi oleh kepala sekolahnya, Rosa De Lima.


Bryan sendiri mengaku senang mendapat penghargaaan PBB atas hasil karyanya.


Ia juga mengungkapkan harapannya untuk dapat bertemu dengan satu tokoh di
Indonesia untuk menunjukkan penghargaan yang diterimanya tersebut.(*)

Kirim email ke