Dear All,
Saya kurang mengerti apa yang dimaksudkan oleh saudara Hendy gaya bahasa
saya seperti saudara Robert Lay?Saya sempat membaca beberapa arsip posting
pada member dimilist ini.Seperti Eugenia Wu,Prima Prod, dan pak Hasan
Karman.Menurut penilaian saya gaya bahasa yang mereka gunakan ada kesamaan satu
sama lain.Apakah kita harus berkesimpulan bahwa pak Hasan Karman=Eugenia
Wu=Prima Prod itu sama ?Tentu saja tidak. Hanya karena dari segi faktor gaya
bahasa diantara mereka itu ada memiliki kesamaan, ini belum dapat dijadikan
indikasi bahwa mereka itu hanya satu orang tetapi memiliki berbagai alias.
Pada akhir-akhir ini koran Pontianak Post,dibagian metro Singkawang
bermunculan opini yang ditulis oleh nama nama aneh sering kita temukan
didalam milist.Gaya bahasanya mereka pakai ada kesamaan.Apakah kita juga harus
berkesimpulan mereka itu gang yang sama?.Yang jelas mereka ingin mempengaruhi
publik opini terhadap masyarakat Singkawang.Apakah masyarakat Singkawang
segampang (maaf kita harus baca sebodoh) itu dapat dipengaruh?
Bermain politik dengan cantik ? Ini tergantung kepada siapa kita bertanya dan
memberi nilai kepada kandidat yang mana.Jika kita bertanya kepada Bapak Bong
Wui Khong tentang si Anu (rivalnya) apakah dia bernain politk bersih dan
cantik?Pak Bong ini tidak segan-segan memberi jawaban kepada kita seperti
berikut:pada tanggal sekian
.,peristiwa pemukulan pada anggota PIB
Singkawang,Aktornya si Anu,,,,,. Dan jika kita tanya kepada pak Awang Ishak
dengan pertanyaan yang sama.Kita akan mendapat jawaban yang sama seperti
berikut:aktor(mastermind) Mercuri Gate itu si Anu.Karena Mr.B adalah teman si
Anu,sedang Mr,B adalah previous owner pet(Anita) tersebut,Kita akan
berkesimpulan kurang lebih semua kandidat itu sama,manusia.Namanya manusia
pasti memiliki segi kelebihan dan kekurangannya.
Saya senang berkenalan dengan anak muda seperti saudara Rudi ini,ramah
menerima tamu.Tidak sia-sia ditraining dibidang marketing tahu how to
berkomunikasi dengan publik .Saudara ini bisa menjadi pengamat politik yang
cermat tergantung dari saudara Rudi berguru dengan siapa.Saya yakin saudara
Rudi memiliki kemampuanan itu.
.
salam,
William Bong
eugenia wu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
MARILAH BERMAIN POLITIK DENGAN CANTIK (Wuhhh...mana
mungkin...?)
Ah memang susah dan jarang ada yang mau dan bisa BERMAIN POLITIK DENGAN
CANTIK.
Selalu saja memakai jurus-jurus yang tidak terpuji, apabila para pemimpin
kita berada dikedudukannya dengan cara yang tidak cantik maka bisa ditebak
dimanakah hati nurani orang ini? Apabila Demi jabatan dan kedudukan dia rela
mengkhianati Agama dan Tuhannya , Apabila Demi Jabatan dia rela mengkhianati
hati nuraninya, apakah tidak ada kemungkinan apabila sesudah menjabat nanti,
demi jabatan, harta dan kekuasaan dia mengkhianati pendukung dan kita-kita yang
menaruh harapan besar pada dirinya? Disini ada pepatah yg berbunyi : (Mandarin)
Liang Sin Pei Keu Che Tiau Le (Khek) Liong Sim Pun Keu Sit Het Liau (Hati
nuraninya sudah dimakan Doggie), Tapi Untung Doggie saya sih tidak doyan makan
hati nurani orang karena takut dosa hehe, Doggie saya malah suka menghibur
orang-orang dan mengikuti kegiatan amal.
Saya hanya bingung, Mereka yang lebih berpendidikan dan lebih mengerti hukum
daripada kita-kita mengapa tidak mengerti bagaimana cara menyelesaikan gosip
santet ini? Yang mengatakan telah disantet, mengapa tidak menyimpan bukti
santetan itu (karangan bunga dll)? Memang masalah santet susah untuk
dibuktikan, tetapi setidak-tidaknya bukti tersebut disimpan untuk membantu
pemeriksaan-pemeriksaan yang akan dilakukan, dan setidak-tidaknya itu membantu
memperkuat tuduhan yg anda lakukan.Apakah hal ini sudah dilaporkan ke
kepolisian? Kalau sudah ya bagus, dan kalau belum nah mengapa tidak dilaporkan?
Dan bukankah ada alat untuk mendeteksi kebohongan, nah tunggu apalagi....???
Apabila menuduh tanpa bukti bukankah bisa dituntut pencemaran nama baik?
Yang dituduh menyantet... seandainya dia tidak menerima dan peduli dengan
tuduhan tsb serta tidak melakukan santetan itu, mengapa dia tidak melaporkannya
kekepolisian juga? Laporkan saja minta pembuktian bahwa anda telah melakukan
penyantetan tersebut, seandainya tidak terbukti maka dia harus mengembalikan
nama baik anda dengan memasang iklan dikoran satu halaman penuh selama 3 hari
berturut-turut. Gampang kan? Dan mengapa tidak dilaporkan? Apakah sudah tidak
percaya dengan hukum yang ada di Singkawang? Mengapa tidak percaya? siapa yang
menyebabkan hukum disingkawang tidak dipercayai lagi? Ah satu masalah baru
lagi, hukum disingkawang, oh Singkawang Ku.....Kapan Anda akan Maju? Siapakah
pemimpin kita yang akan membawa kamu maju dan berkembang...?
Kita-kita hanya bisa mengikuti berita ini dengan penuh tanda tanya?????????
Kedua belah pihak hanya bisa tuduh menuduh di media massa, ah... kalo bisa
menuduh dan menjatuhkan vonis kepada seseorang hanya lewat media massa, untuk
apa pengadilan atau Lembaga Hukum itu masih ada sampai detik ini? Boros-borosin
uang negara saja, uang pajak saya juga wuh....
Eh masih ada satu cara lagi untuk membuktikannya, sepertinya ada yang percaya
dengan dunia santet menyantet ini, nah panggil dukun bikin penyantet tuh
mengaku bahwa dia telah melakukan perbuatan santet ini , BERES TOH?
God Bless Singkawang
Eugenia
----- Original Message ----
From: William Bong <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Monday, October 22, 2007 3:42:19 PM
Subject: [Singkawang] Duit milik Pak Iwan disantet
Dear All,
Saya sebagai pendatang baru dimilist ini,saya ingin memberi pandangan
terhadap beberapa peristiwa yang baru saja terjadi di kota singkawang.Seperti
peristiwa santet,dengan asumsi peristiwa tersebut ada hubungan dengan pilkada .
Apakah benar Pak Iwan Gunawan menyantet Pak Awang Ishak ?Mari kita analisa
peristiwa ini.
Yang jelas Pak Awang menyantet duitnya pak Iwan !!!!.
Selama ini Pak Iwan selalu mengeluh dan merasa dirugikan oleh Pak Awang yang
pernah berjanji dan memberi harapan kepada dia sebagai pendampingnya,wakil
walikota.Untuk mengamanknan posisi tersebut,paling tidak Pak Iwan harus
mengeluarkan uang sebanyak setengah karung gandum(kurang lebih
Rp400juta).Duit(400jt) sebanyak itu sudah merupakan standar sebagai minyak
pelicin urusan pilkada.Kalau tidak percaya, boleh tanya kepada Pak Hasan Karman
tentang pengalamannya dalam hal ini.Beri kesaksian Pak Hasan!!
Pada akhirnya,Pak Awang tidak memilih pak Iwan sebagai pendampingnya.Tentu
saja pak Iwan merasa dipermainkan.Seperti Pak Iwan ini mau buka mulut melalui
Pontianak Post tentang peristiwa ini.Untuk menutup mulutnya Pak Iwan,maka
peristiwa SANTET itu sebagai tanda peringatan dari Pak Awang untuk Pak
Iwan.Ingat,menyantet orang dapat dituntut secara hukum. Ini kemungkinan pertama
dari drama santet.
Kemungkinan kedua dari drama santet yaitu:
Ini sebuah trap untuk menjebak kubu Pak Hasan Karman.Pak Awang sengaja
menciptakan permusuhan dengan Pak Iwan.Seakan-akan Pak Iwan ini sebagai orang
sakit hati,kemudian dia lari ke kubu Pak Hasan Karman.Jika dikubu Pak Hasan
tidak hati-hati dan menerima dia,ini akan mendatangkan malapetaka.Karena dia
sebagai spy untuk lawan politik Pak Hasan Karman.Saya lihat kemungkinan ini
lebih mendekati tujuan dari Pak Awang soal drama santet itu.Dari segi materi
Pak Iwan itu tidak mengalami kerugian.Tidak mengalami kerugian,tidak mungkin
pak Iwan menyantet pak Awang.Karena bisnisnya Pak Iwan ada deal dengan Pemda
Singkawang.Dari segi logika bisnis kerugian yang sudah dialami oleh pak
Iwan,dia pasti menaikkan harga produknya pada transaksi berikutnya.Kontrak
dengan Pemda Singkawang selama 5 tahun tidak mungkin tidak bisa menutup
kerugian sebesar apa yang dia pernah derita dari duit untuk minyak pelicin itu,
salam,
William Bong
TJ <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Eugen, mau tidak mau, suka tidak suka masalah ras & agama pasti menjadi
isu
yg dibawa pada setiap kampanye pemilu maupun kampanye.
lht aja negara kita ini, brp banyak parpol yg didirikan dgn dasar ras atau
agama?
Salam,
Khiong
----- Original Message -----
From: eugenia wu
To: [EMAIL PROTECTED] ups.com
Sent: Friday, October 19, 2007 8:37 PM
Subject: Re: [Singkawang] Re: Berita heboh, Apakah Benar? (isu santet
terhadap Awang Ishak)
----------cut- --------- -------
Mengenai pilkada,
saya hanya bisa geleng-geleng dan merasa kecewa kepala thd cara berkampanye
dari bbrp calon.
si A kalau berkampanye selalu bilang : Thai che ka pai sin kai nyin cin chok
ng mo sian fung kau kai nyin, on sian ngai ,ngai he sin theu. (kita orang
kong hu chu ya jangan milih orang kristen, harus milih saya karena sayalah
ketuanya sin (dewa) sori kalo salah menerjemahkan.
Terus selalu bilang : Ah si B mah loi lon kai (Ah si B mah hanya datang
untuk mengacau), dia bukan orang singkawang, dia adalah orang jakarta, he
jiu ma kai si chin ki phuuuu cang ha ceu het luuu (kalau ada apa-apa mah dia
pasti langsung kaburrr) bla bla bla
------------ --------- ---cut--- --------- ---
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com