Cia Yio Sdr.Ardy...

Kami tahu anda adalah anak muda yg berbakat, semoga akan ada Ardy 
Ardy yang berikutnya, dengan begitu Singkawang akan ada harapan.

Salam
Eugenia

--- In [email protected], Rudi Dustika Teja <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Salam sejahtera ,
>    
>   kebetulan saya menemukan sebuah tulisan yang bagi saya sangat 
menarik. Terlebih karena tulisan ini berasal dari seseorang yang 
sangat berbakat dan jauh lebih muda dari saya . Kebetulan si penulis 
ini juga member milist Singkawang, dan tadi saya sudah meminta izin 
darinya untuk posting tulisannya di sini.
>    
>   Mudah-mudahan bermanfaat bagi kita.
>   Terima kasih banyak Ardy Prasetya
>    
>    
>   Salam,
>    
>   Rudi.
>    
>   ------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------
>    
>   Pemimpin Singkawang ? 
> 
> 
> Sukarno : ?Aku berjuang karena rakyat, aku besar karena rakyat, Aku 
bukan apa-apa tanpa rakyat ?
> 
> Dari sini saya belajar dan menemukan bahwa pemimpin sejati adalah 
pemimpin yang tidak menjadi pemimpin, oleh karena apa yang dia 
pimpin. 
> 
> Maka pemimpin adalah juga orang biasa. Orang biasa yang mengerti 
tentang apa yang disebut dengan "orang", dan bagaimana seharusnya 
menjadi "orang", dan terlebih dahulu harus sudah menjadi "orang". 
> 
> Setelah sekian lama, bagi saya, menjadi pemimpin sebenarnya tidak 
harus luar biasa, karena seorang pemimpin itu : 
> 
> 
> Orangnya MALANG 
> MALANG diartikan sebagai memasyarakat langsung. 
> 
> Colin Powell : ?The people in the field are closest to the problem, 
closest to the situation, therefore that is where real wisdom is ?
> 
> Malang di sini tidak hanya berarti sikap memasyarakat atau 
merakyat. Tapi benar-benar dilakukan dengan tindakan yang nyata. 
Walikota bukan kaisar, yang turun ke masyarakat setiap ada even 
besar, Agustusan, Cap Go Meh, Pawai, Upacara hanya untuk melambai-
lambai. Tapi sering-sering berbaur ke masyarakat sehari-hari 
(everyday community) karena di situlah masalah berada, bukan ketika 
ada even besar. Kadang-kadang membingungkan melihat seorang pemimpin 
harus ditemani oleh sekian bawahan untuk sekedar berkunjung ke suatu 
tempat. 
> 
> Memasyarakat yang benar-benar membaur dalam keseharian. 
> 
> Kalau mungkin (seharusnya mungkin), setiap bulan dilakukan laporan 
pertanggungjawaban langsung kepada masyarakat. Harus didukung dengan 
perubahan metode bicara berpidato / pembacaan laporan yang selama ini 
dilakukan dengan metode baca teks / baca berita. Karena pada 
kenyataannya, semua bacaan itu hanya "bullshit" intelektualitas yang 
tidak memasyarakat langsung, karena tidak menarik untuk didengarkan, 
apalagi dicermati isinya. 
> 
> Di sini, tindakan nyata dan kreatifitas diperlukan sebagai salah 
satu faktor penting. Cara konvensional tersebut diganti dengan 
kegiatan laporan dengan metode diskusi interaktif. Eksplorasi sangat 
diperlukan sehingga masyarakat merasa mereka memang didengarkan. 
Metode interaktif sekaligus sebagai kegiatan dan wadah pengumpulan 
aspirasi dan keluhan masyarakat yang langsung merasakan dampak 
pemerintahan. Bukan mendengarkan dari bawahan yang jaraknya berlapis-
lapis dengan masyarakat, dan ketika sampai di atas, mungkin keluhan 
dan aspirasinya telah berubah bunyi. 
> 
> Di sinilah kelebihan dari seorang pemimpin yang malang. 
> 
> 
> Doyan ngeSEX 
> SEX diartikan sebagai self exemplary ?sebagai pelopor dan teladan 
> 
> Colin Powell : ?The leader sets an example, people will take their 
cue from the leader, not from what the leader says, but what the 
leader does ?
> 
> Di sini saya belajar dan menemukan bahwa, ?tidak harus menjadi 
pemimpin untuk memimpin ? 
> 
> Self exemplary bisa dikatakan sebagai sikap inisiatif. Seorang 
pelopor dengan sendirinya akan menjadi pemimpin tanpa perlu berebut 
untuk menjadi pemimpin. 
> 
> Sikap durhaka dan kreatif juga digunakan di sini. Jika sekarang 
pola seorang pemimpin yang ada adalah memberi janji kemudian 
merealisasi, maka sekarang bisa diubah menjadi selalu merealisasi. 
Hal ini bukan berarti melakukan tindakan yang nyata hanya pada waktu 
kampanye. Jika memang kita mempunyai begitu banyak kemampuan dan 
kekuasaan untuk berkampanye, kenapa tidak kita gunakan semua itu 
untuk selalu membantu tanpa mengharapkan akan dibantu (dinaikkan 
menjadi pemimpin) ? Semua orang pada dasarnya mampu menjadi pemimpin 
jika mereka mempunyai sikap ngesex. 
> 
> Seorang pemimpin sejati akan selalu memberi kelebihannya kepada 
yang kurang, saat apapun, ketika berada di atas ataupun di bawah, 
maupun ketika tidak berada di mana-mana. Seseorang yang bisa memimpin 
bisa dilihat dari sikapnya sehari-harinya ketika masih merupakan 
orang biasa, bukan ketika dia akan naik menjadi pemimpin yang 
diangkat. 
> 
> Konfusius : ?I will not fret over being unknown to others; I will 
fret that I do not know them ?
> 
> Menjadi seseorang yang selalu berpikir demi orang lain kapanpun dan 
dalam kedudukan apapun adalah cerminan seorang pemimpin sejati, tanpa 
harus menjadi seorang pemimpin. Mampu memberi contoh tidak ketika 
sedang ingin memimpin, tapi ketika tidak ingin memimpin. Inilah yang 
disebut dengan self exemplary. 
> 
> Maka jadilah seorang yang ngesex, seorang pelopor, bukan seorang 
orator 
> 
> 
> Tindakannya TAEK 
> TAEK diartikan sebagai nyata dan efektif 
> 
> Colin Powell : ?Not from what he says, but what he does ?
> 
> Kita masyarakat di Indonesia, di mana pun daerahnya, sudah sangat 
kenyang dengan janji-janji yang sangat hebat dari calon-calon 
pemimpin kita. Kita sendiri di negara ini yang paling merasakan apa 
yang terjadi dengan sistem kepemimpinan dan proses menjadi pemimpin 
dari para pemimpin kita sejak mereka semakin bebas untuk berkeinginan 
menjadi pemimpin. 
> 
> Seorang pemimpin bagi saya, lagi-lagi harus kreatif dan berani 
melawan pola. Jika sekarang yang benar-benar dipikirkan adalah 
rakyat, maka lakukanlah apa yang harus dilakukan untuk kepentingan 
rakyat. Begitu susahkah kita menunjukkan keikhlasan kita sebagai 
seseorang yang tidak memimpin untuk membantu dan memberi andil bagi 
kehidupan masyarakat ? kalau kita benar-benar ikhlas. 
> 
> Bukan janji, tapi sudah ada. 
> 
> Kita sebagai masyarakat lebih membutuhkan tindakan yang nyata dan 
efektif bagi kepentingan kita, yang langsung menyentuh kepentingan 
kita. Bukan untuk dirasakan 10 tahun mendatang. Jika ada seorang 
pemimpin kreatif yang mampu memberikan rasa terpenuhinya kepentingan 
itu (efektif) oleh masyarakat secara nyata, maka tidak perlu bermimpi 
akan memimpin 5 atau 10 tahun lagi, tapi saya jamin bisa 50 tahun 
lagi, karena itulah yang dibutuhkan oleh masyarakat sekarang, saat 
ini juga. 
> 
> Konfusius : ?Don't be concerned that you have no position; be 
concerned how you may fit yourself to occupy one ?
> 
> Maka berpikir keras dan berkhayallah, hanya ketika tidak dan tidak 
ingin memimpin, tentang bagaimana mewujudkan apa yang dinginkan oleh 
masyarakat kita sekarang juga, bukan besok atau di masa depan, bukan 
di bawah, atau di atas, tetapi sekarang. 
> 
> Oleh karena itu lah, konsep pemikiran taek bagi saya merupakan 
solusi yang sangat solutif untuk saat ini dan kapanpun ketika harapan 
telah mulai memudar. 
> 
> 
> Punya pemikiran TIPIS 
> TIPIS diartikan sebagai kreatif - utopis 
> 
> Orang yang malang, hobi ngesex, dan bertindakan taek memerlukan 
kreatifitas yang luar biasa. Maka dari itu, kreatifitas tidak bisa 
tidak akan menjadi salah satu syarat pokok seorang pemimpin. Seorang 
pemimpin yang kreatif akan selalu membuat masyarakat terkejut dan 
memberi perhatian lebih. Ketika itulah seorang yang ingin jadi 
pemimpin, akan benar-benar memimpin, karena dia kreatif, karena di 
mempelopori. 
> 
> Albert Einstein : ?Imagination is more important than knowledge ?
> 
> Kreatifitas erat hubungannya dengan utopia / khayalan / imajinasi, 
karena imajinasi merupakan awal dari sebuah kreatifitas. Seorang 
pemimpin bagi saya adalah seorang utopis yang selalu berimajinasi 
untuk memulai memberikan perubahan yang berarti bagi masyarakatnya. 
Dari khayalan-khayalan itulah, akan selalu memberikan kreatifitas 
yang mengejutkan masyarakat. 
> 
> Bagi saya kreatifitas dan khayalan adalah syarat paling dasar 
menjadi seorang pemimpin, ketika pemimpin itu telah menjadi orang. 
Seorang pemimpin yang berkemampuan tipis akan senantiasa membuat 
masyarakatnya penasaran, dan bergairah (excited) terhadap apa yang 
dilakukan dan akan dilakukan oleh pemimpin mereka. 
> 
> Bagaimana kreatifitas dan utopia bisa bekerja telah dituliskan pada 
pemimpin yang malang, suka ngesex, dan punya tindakan taek. 
> 
> Jadi pemimpin yang telah ada di jalurnya hanya perlu berkemampuan 
tipis. 
> 
> 
> Bisa DURHAKA 
> DURHAKA di sini bukan sebuah akronim, tapi diartikan sebagai 
belajar dari sejarah. 
> 
> Pramoedya Ananta Toer : ?bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa 
belajar dari sejarah ?
> 
> Apa artinya belajar dan durhaka? 
> 
> Belajar dari sejarah bukan berarti bernostalgia dengan sejarah 
bangsa yang ada, tetapi dengan belajar dari sejarah, akan menjadi 
dasar untuk melawan dan mempelajari kesalahan-kesalahan yang telah 
dilakukan oleh pendahulu-pendahulu kita. Sejarah menginformasikan 
kepada kita tentang keberhasilan dan kegagalan. Kita tentu tidak 
perlu mengenang berlebihan pada keberhasilan, tapi selalu 
berorientasi dan mencoba untuk memperbaiki kegagalan dan kesalahan 
yang pernah terjadi. 
> 
> Durhaka adalah syarat dasar yang kedua dan berhubungan sangat erat 
dengan kreatifitas dan utopia, untuk melawan dan memperbaiki 
kesalahan dan kegagalan dari sejarah. 
> 
> Suatu keadaan yang bernilai A, untuk menjadi A+, kita harus tahu 
berapa nilai A dulu. Suatu keadaan yang bernilai sejarah untuk 
menjadi lebih baik dari sejarah, kita harus tahu berapa nilai sejarah 
itu. 
> 
> Socrates : ?A life without evaluation is such a life in vain ?
> 
> Itulah pentingnya belajar dari sejarah, bukan hanya untuk 
mengenang, tapi terlebih untuk melawan, untuk mengatakan ada yang 
salah, untuk mengevaluasi, untuk menjadi durhaka. Tentang bagaimana 
sikap durhaka bisa bekerja pun, telah dituliskan pada pemimpin yang 
malang, doyan sex, dan tindakannya taek. 
> 
> Maka pemimpin ada saatnya harus bisa durhaka, untuk menunjukkan apa 
arti sebuah perjuangan, untuk lebih baik. 
> 
> 
> Tidak perlu segalanya, cukup lima saja. 
> 
> Lima konsep pemikiran itu, semuanya saling berhubungan dan saling 
mempengaruhi. Tidak hanya di Singkawang, tapi di mana saja, jika ada 
seorang yang menguasai dan menjalankan lima konsep pemikiran itu, 
matipun saya akan mendukung dia sebagai pemimpin, meskipun saya tahu, 
dia tidak ingin dan tidak akan pernah ingin menjadi pemimpin. 
> 
> Lima hal itu, jika disimpulkan, maka seorang pemimpin hanyalah 
orang yang malang, doyan ngesex, tindakannya taek, punya pemikiran 
yang tipis, dan ada saatnya bisa durhaka. Luar biasa ? 
> 
> Mensius : ?Confucius did not do extreme things ?
> 
> Biasa saja. Bahkan seorang Konfusius. 
> 
> 
> Jangan memimpin, oleh karena apa yang dipimpin, 
>   
> Ardy Prasetya.
> 
> 
> 
> 
>   
> 
>  
> 
> 
>  __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
> http://mail.yahoo.com
>


Kirim email ke