http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Singkawang&id=145161
Selasa, 30 Oktober 2007 Penyampaian Visi dan Misi Calon Wali Kota Sepi Singkawang,- Lima pasang Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Singkawang telah menepati janjinya. Kemarin, ketika Penyampaian Visi dan Misi di Gedung DPRD, pasangan hanya membawa "segelintir" pendukungnya. Praktis, suasana di Rumah Rakyat tersebut relatif sepi. Banyak bangku-bangku yang telah disediakan tidak terisi. "Lebih ramai polisi yang jaga," kata seorang pengunjung. Dari pantauan Pontianak Post, kondisi ini berbeda dengan Penyampaian Visi Misi Calon Bupati dan Wakil Bupati Sambas beberapa waktu lalu yang jauh lebih ramai. Salah seorang anggota Tim Kampanye Pasangan Hasan Karman-Edy Yacoub mengatakan, mereka yang datang ke Gedung Dewan hanya beberapa orang. "Satgas kami yang ikut hanya 20 orang," ujarnya. Said Jamil, dari Tim Kampanye Pasangan Syafei Djamil-Felix Feriyadi juga menyampaikan hal senada. Menurut Said, semua tim kampanye sebelumnya memang telah berjanji kepada Kapolres Singkawang untuk tidak terlalu berlebihan dalam mengerahkan massa. "Makanya agak sepi. Kalau pengerahan massa, show of force, itu riskan," katanya ketika ditemui di sela-sela penyampaian visi misi calon. Padahal, beberapa hari sebelum Penyampaian Visi Misi ini, berbagai isu telah beredar di masyarakat. Masing-masing calon disebutkan akan membawa massa yang ramai. Malah, Pasangan Hasan Karman-Edy Yacoub diisukan akan membawa sejumlah barongsai untuk mengiringinya datang ke Gedung Dewan. Isu tersebut terbukti tidak benar. Situasi Penyampaian Visi Misi Calon kemarin secara umum berlangsung aman dan lancar. Aparat terlihat bersiaga di dalam dan sekitar Gedung Dewan. Bahkan, banyak pula yang tampak mondar-mandir di Taman Gayung Bersambut. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kapolres Singkawang, AKBP Parimin Warsito SH melalui Kabag Operasional Polres Singkawang, AKP T Simamora menyebutkan, polres memang memperketat penjagaan. Sebanyak 32 orang diterjunkan untuk mengamankan di dalam Gedung DPRD dengan pakaian bebas (preman), 38 orang mengatur jalur lalu lintas, dan 3 SST yang melakukan pengamanan di sekitar Gedung Rakyat. Mengingat kapasitas Gedung Dewan tak memadai, polres pun telah meminta kepada calon untuk tidak mengerahkan massa.(rnl)
