Kalau matre/tidaknya itu tidak bisa kita nilai secara keseluruhan dari secuil cewe singkawang saja (pars pro toto). Setahu saya ini hanya anggapan yang lahir dari pandangan masyarakat mengenai sikap2 beberapa cewe yang "modern" karena mereka sudah mencicipi lingkungan metropolitan (eq. Jakarta ) sehingga sikap mereka cenderung terkesan matre. Namun kalau dilihat dari sisi cewe yang menikah ke taiwan , saya tidak melihat mereka itu "matre" tapi, lebih pada pengorbanan mereka. Yang mau berkorban, mengorbankan kebahagiaan mereka untuk mensejahterakan keluarganya. betapa tidak himpitan ekonomi membuat mereka harus melakukan itu, apalagi dengan propaganda para calo "makcomblang" yang menggiurkan. Saya termasuk pihak yang kontra dengan perkawinan orang-orang chinesse singkawang ke luar negeri . Ini cenderung mengacu pada Perdagangan manusia yang dilegalkan dengan pertalian perkawinan. Dalam perkawinan inipun, saya yakin tidak ada 100% yang benar2 bahagia . Kenapa ? mereka tidak mengalami masa-masa pranikah (baca, pacaran) dan tiba2 langsung menikah dengan pria yang hanya mereka kenal beberapa hari saja. Mereka tidak pernah tahu bagaimana pria itu akan memperlakukan mereka nantinya. Untuk hal ini hoki-hokian. Ada yang beruntung, mendapatkan pria yang baik. Ada yang sial, mendapatkan pria yang memperlakukan mereka seperti pembantu etc.
Sebenarnya, menikah ke taiwan bukanlah satu-satunya jalan untuk mensejahterakan keluarga masing-masing, namun karena keterbatasan (keahlian, pengetahuan dan pergaulan) maka banyak gadis-gadis Singkawang(kebanyakan yang tidak berpendidikan) yang memilih mangut2 aja ditawari nikah ke taiwan. Sampai-sampai Singkawang terkenal "pengekspor susu terbesar di Indonesia" sebutan yang secara halus menyindir perdagangan wanita di Singkawang via jalur perkawinan. Dengan "mengekspor" gadis-gadis Singkawang ke luar negeri dengan hanya dijadikan istri membuat citra kota singkawang jatuh, bukannya naik. Tapi berbeda apabila kita mengekspor pengusaha kita ke luar negeri, ini malah akan menaikkan citra Singkawang. Sekarang Pemda harus berpikir, bagaimana agar kita bisa mempunyai visi kemandirian usaha dan ketersediaan lapangan pekerjaan supaya kita tidak lagi mengekspor "TKW dan istri2 kontrak" ke luar negeri lagi seperti malaysia dan taiwan. Kalau perbandingan antara chinesse singkawang (a.k.a Indonesia) dan Vietnam . Itu cenderung pada kebijakan pemerintahnya, dulu sebelum vietnam belum maju di sektor pertanian dan peternakan mereka banyak yang terbelakang, namun begitu vietnam bangkit, mereka menyadari pentingnya untuk mencerdaskan rakyat mereka sehingga rakyatnya tidak terbelakang seperti dulu lagi. Berbeda dengan orang-orang Indonesia yang berpikir "bagaimana supaya bisa korupsi lebih banyak lagi untuk kepentingan diri sendiri ". Saya kira, Singkawang butuh pemimpin yang bisa mengesampingkan hal tersebut. --- In [email protected], Lin Wong <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Saya tidak percaya menurut Cowok Taiwan bahwa Cewek Vetnam lebih pintar dari pada Cewek Chinese Singkawang. Chinese Vetnam mereka bebas memilih sekolah tidak seperti di Indonesia pada zaman Orde Baru diskriminasi Chinese. Walaupun di Vetnam diskriminasi Chinese tapi tidak separah di Indonesia karna tekanan dari Cina. Karna Cewek Vetnam bisa berkomonikasi dengan bahasa Mandarin atau Contone mereka di anggap lebih pintar dari pada Cewek Chinese Singkawang. > > Menurut pendapat saya Warga Taiwan lebih maju selangka daripada kita di Indonesia. Dari sisi ekonomian mereka jauh lebih baik daripada kita. Warga Taiwan lebih senang kuliah di Eropa, Canada dan USA. Dari segi ekonomi mereka udah Mantap tapi mereka masih cari yg lebih Mantap lagi. Sedangkan kita ke Taiwan hanyalah berburuh. Ada juga warga kita yg mampu Kuliah di luar negeri tapi masih bisa dihitung dengan jari. > > Saya tidak setuju bahwa Cewek Chinese Singkawang dibilangin "Cewek Matre". Mereka menikah dengan Cowok Taiwan, HK hanya ingin membantu ekonomi keluarga yg lebih baik salah satunya ingin adik-adik bisa selesai sekolah. Saya merasa bangga pengorbanan mereka, tapi banyak diantara mereka bohongi Mak Comlang atau Calo-calo sebelum di nikahkan di jual dulu. > > Salam dari > A-Lin > > USA > > __________________________________________________ > Do You Yahoo!? > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around > http://mail.yahoo.com >
