Kalau di Jawa binatang ini dikenal dengan sebutan "mimi dan mintuno" (saya
sendiri gak tahu maksudnya. Mungkin Pak Hidayat Busran bisa memberi keterangan
yang diperlukan) karena selalu ditemukan berpasangan, jantan dan betina.
Uniknya mereka tidak beracun kalau ditangkap berpasangan, Kalau cuma sendirian,
jangan dimakan karena beracun.
Mungkin sudah banyak orang Indonesia yang meneliti binatang ini sebagaimana
di Malaysia. Tapi karena tidak dipubikasikan maka tidak banyak yang tahu.
Penelitian sejenis yang hasilnya sekarang sudah diketahui masyarakat luas
adalah khasiat ikan gabus, yang banyak mengandung bahan protein (albumin??)
berguna bagi perawatan penyakit tertentu. Harga obat ini per 500 mL lebih dari
1 juta rupiah, sehingga dengan adanya ikan gabus ini banyak pasien yang
terbantu dengan bahan alternatif dari ikan gabus. Apa ada yang tertarik untuk
membudidayakan ikan gabus??
Salam
Hamzah Fansuri
TJ <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
kalo utk penyakitnya gw kurang tau bert. cm sekedar membantu temen
aja. mana
tau ada yg jual & bs bantu yang bersangkutan. btw, td search di google
katanya darahnya yg bs dijadiin obat.
--http://duniatiger.blogspot.com/2007/09/darah-biru-belangkas-mahal.html
DARAH BIRU BELANGKAS MAHAL
Semasa kecil dahulu, saya teringat kisah kematian satu keluarga di Masjid
Tanah, Melaka kerana termakan racun belangkas. Sedih dan amat memilukan.
Pagi ini, saya menonton MHI TV3 yang memaparkan kepentingan darah belangkas
untuk mengesan kontiminasi atau contimination sesuatu bahan atau larutan.
Darah berwarna biru itu banyak digunakan oleh hospital di negara maju untuk
mengesan kontiminasi bahan hospital seperti antibiotik dan larutan. Dulu
kita tahu telur belangkas sedap dimakan, kini darahnya pula boleh digunakan
secara komersial.
Apa yang menarik ialah nilai darah belangkas itu yang boleh mencapai ribuan
ringgit. Bagi satu liter darah belangkas ia boleh mencapai harga RM17,000.
Satu liter darah boleh diperolehi daripada kira-kira 115 ekor belangkas.
Bagi saiz yang besar seperti yang terdapat di perairan Sabah, ia hanya
memerlukan antara 50 hingga 60 ekor. Kita juga harus berbangga kerana
Universiti Putra Malaysia (UPM) mengambil langkah untuk membiak belangkas
ini bagi tujuan penyelidikan.
----- Original Message -----
From: Albert
To: [email protected]
Sent: Thursday, November 01, 2007 5:51 AM
Subject: [Singkawang] Re: ada yg tau Belangkas?
wew, ini kan kurang diminati. jarang yang jual. waktu kecil pernah sih
dimasakin "hau"
memangnya buat obat penyakit apa yah (kalau boleh tahu)
di singkawang juga ada yang jual deh klo ga salah
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com