Hasan Karman-Edy R Yacuob Figur Pemimpin Masa Depan Bangun Singkawang Melalui Investor
Singkawang, Equator Kota Singkawang merupakan daerah strategis di Kalbar yang belum terbangun secara maksimal. APBD, DAK dan DAU belum cukup membangun kota tersebut tanpa adanya campur tangan dari pihak luar atau investor. Keinginan yang kuat membangun Kota Singkawang terlihat dari sosok Hasan Karman dan Edy R Yacoub sebagai figur pemimpin masa depan. Ketika ditemui Equator, Hasan Karman mengatakan banyak hal yang perlu diperjuangkan untuk meningkatkan kemajuan Singkawang dalam semua bidang. Pada dasarnya untuk mewujudkan kemajuan tersebut bukan pekerjaan yang susah, kalau kepala daerahnya memiliki jaringan atau relasi dengan berbagai pihak baik dalam maupun luar negeri. "Singkawang sudah membangun, hanya yang dibangun menggunakan dana APBD yang terfokus pada infrastruktur seperti jalan, saluran air dan sebagainya. Kalau kita bilang tidak ada membangun itu juga salah. Tetapi yang dibangun tidak sungguh-sungguh dan belum menyentuh permasalahan yang dihadapi masyarakat," kata Hasan usai menyampaikan viasi-misi di DPRD Singkawang, Senin (29/10). Sebagai putra daerah Singkawang, Hasan menilai persoalan yang dihadapi di Singkawang masih menyangkut persoalan normatif seperti kemiskinan, pendidikan dan kesehatan. Itu semua terjadi karena kesulitan perekonomian masyarakat. Lapangan pekerjaan kurang memadai dan pembangunan ekonomi juga tidak berjalan. "Kalau Pemkot mengerti, bagaimana meningkatkan pembangunan ekonomi, maka jangan hanya berkutat pada APBD, DAK dan DAU. Harus ada akses untuk mengundang investor swasta untuk datang," katanya. Akses investor swasta sudah dimiliki oleh warga Singkawang. Perantau-perantau atau orang kelahiran Singkawang sendiri yang keluar dari daerah kelahirannya sangat banyak. Mengandalkan etos kerja yang ulet, mereka bekerja di luar dan berhasil. Inilah yang harus digalang supaya mereka pulang kampung dan membangun kampung halamannya. "Bagaimana caranya, Walikota Singkawang nantinya harus berwibawa dan memiliki daya tarik mengajak mereka untuk kembali ke kampung halamannya. Mereka itulah yang nantinya akan membawa modal dari luar untuk mengembangkan daerahnya sendiri," ungkap Hasan. Diluar investor swasta yang notabene-nya orang Singkawang, walikota yang terpilih juga harus memiliki akses kepada investor lain baik dalam maupun luar negeri. Kalau sudah ada dana APBD, DAK, DAU dan investor swasta ditambah lagi bantuan dari luar negeri, nantinya akan mengembangkan dan mensejahterakan masyarakat Singkawang. "Mengapa saya katakan demikian, Singkawang merupakan suatu kawasan yang memiliki lahan yang sangat cocok mengembangkan usaha dengan melibatkan pemodal asing yang tidak mengikat," paparnya. Masyarakat kita masih tertinggal dan miskin, dengan melibatkan investor asing banyak hal yang mereka bisa bantu. Asalkan, Pemkot jangan korupsi atas dana yang dikucurkan. Secara tidak langsung, mereka bukan hanya menanamkan modalnya saja. Melainkan juga membantu masyarakat mengatasi masalah kemiskinan, pendidikan serta kesehatan. "Mereka dari luar negeri juga selalu membidik masalah-masalah yang demikian, hanya saja tidak pernah dimanfaatkan oleh pemerintah kita," ujarnya. Berbicara masalah target yang akan diperoleh nantinya, Hasan tidak mau omong besar. Melihat jumlah kandidat yang ikut bersaing, Hasan memprediksikan pasangannya akan mendapatkan 30 persen suara masyarakat Singkawang. Apabila masing-masing kandidat memiliki kekuatan yang sama, maka masing-masing kandidat akan mendapatkan 20 persen suara. Kalau 25 persen plus satu yang diperoleh maka kandidat yang bersangkutan sudah menang tanpa ada putaran kedua. "Mengapa saya targetkan demikian, karena untuk setiap kecamatan saya sudah 16 bulan melakukan sosialisasi. Sekarang masuk bulan ke 17. Selama saya turun ke setiap kecamatan, penerimaan masyarakat sangat positif, maka saya yakin mereka tidak akan berpindah ke lain hati dalam pemilihan Walikota Singkawang 15 November mendatang," tukas Hasan. (amk)
