http://www.liputan6.com/politik/?id=149961


Sosialisasikan Pilkada dengan Bahasa Khek 

Liputan6.com, Singkawang: Hingga pelaksanaan kampanye pada Selasa (30/10) ini, 
sebagian besar warga masih kesulitan memahami tata cara pelaksanaan pemilihan 
gubernur Kalbar dan wali kota Singkawang. Ini disebabkan mayoritas penduduk 
Kota Singkawang adalah warga Tionghoa tidak dapat berbahasa Indonesia.

Selain tak memahami Bahasa Indonesia, warga kota berjuluk Amoy ini umumnya tak 
mengerti arti pilkada. Pasalnya, tingkat pendidikan di kota berpenduduk 190 
ribu jiwa ini terbilang rendah. Hal itu memaksa ketua rukun tetangga dan 
petugas kelompok penyelenggara pemungutan (KPPS) berimprovisasi. Mereka terjun 
langsung menjelaskan teknis tata cara pemilihan dan pencoblosan dalam pilkada 
kepada warga dengan bahasa Khek
Kota Singkawang kini memang tengah disibukkan dengan kampanye pilkada wali kota 
yang berbarengan dengan kampanye pilkada Gubernur Kalbar. Pencoblosan akan 
dilaksanakan 15 November mendatang. Warga cukup antusias menghadapi pilkada 
ini. Selain karena menjadi pengalaman pertama, terdapat sejumlah nama calon 
keturunan Tionghoa dari lima pasang calon Wali Kota Singkawang.(YNI/Amien 
Alkadrie)




Download video-nya di sini:
http://www.singkawang.us/modules.php?name=Downloads&d_op=viewdownload&cid=10

<<071030bsingkawang.jpg>>

Kirim email ke