Menurut pendapat sy, kartu pos kota Skw bisa dimulai dgn potret2 didalam buku "Demi Waktu Potret Tionghoa Singkawang" oleh pak Frino Bariarcianur Barus (penulis dan fotografer) dan pak Hasan Karman sebagai editor.
Li Aldy Vincentius <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Wah, Thanks banget atas wawasannya Pak ali, ternyata dinegara2 maju memaksimalkan peggunaan kartu pos. tadinya saya berpikir kartu pos tergusur oleh perkembangan teknologi. Kartu pos dinegara2 maju ternyata menjadi salah satu promosi pariwisata. spt kata ci Lida, Kartu post di s'pore bisa dikirim secara gratis di s'pore dan akan diundi pula utk jalan ke S'pre gratis. wah, kl diterapkan di skw keren kali yach? apalg utk membuat kartu post kan costnya cukup rendah.kl ditambah dgn undian jalan2 ke Singkawang pada event2 tertentu akan menjadi sesuatu yg sgt menarik:) Sekali lg thanks bgt atas wawasan dr pak Ali..^:)^ Salam, Aldy ----- Original Message ----- From: uray ali sjahran To: [email protected] Sent: Saturday, December 01, 2007 6:11 PM Subject: Re: Balasan: Re: [Singkawang] -->Kartu Pos Hallo Aldy, kalau Aldy berpendapat mungkin pengaruh zaman karena tergusur oleh teknologi, namun yang saya alami di berbagai negara atau setiap kota disuatu negara belum pernah saya mengalami tidak ada poscard, poscard itu selalu ada dan selalu menggambarkan bagian dr kota tsb atau bangunan yang khas dr kota tsb, hingga saya berpendapat ini hanyalah menyangkut masalah kebudayaan saja. Yang saya alami dan perhatikan juga, apabila saya, atau kerabat² yang mendapatkan poscard semasa waktu cuti tsb, benar² sangat menyenangkan sekali. Kalau saya kirim sms, misalnya saya ada disuatu kota tertentu, itu merupakan suatu informasi saja.Namun kalau kirim poscard, si penerima juga bisa punya bayangan kita berada dimana, dan kalau lah tertarik pasti akan berusaha akan kekota tsb. Suatu hal yang menarik yang pernah saya alami ( bukan menarik pemandangannya ) misalnya kota Volendaam dinegara Belanda, kota nya selain kecil , untuk saya, juga......tdk ada yang untuk dinikmati, namun saya terkesan sekali bagaimana dia bisa menarik touris dari berbagai negara,hingga kota kecil tsb sering penuh sekali dengan berbagai macam touris. Kalau saya perhatikan paling² touris yang datang kesitu hanya untuk berfoto dgn berpakaian khas Belanda atau beli souvenir² khas Volendaam.Itu juga termasuk Ibu Megawati yang saya lihat fotonya ada disitu dengan pakain khas belanda ( saya tdk tahu foto tsb sewaktu beliau sebelum atau sesudah jadi presiden RI ). Sedih juga kalau lihat hal yang demikian ( yah apa boleh buat, itulah mental, kita lupakan saja ).Kalau bintang² top yang lainnya ok lah. Untuk mengundang touris sebanyak tsb, tentunya salah satu dari poscard tadi, yang disebarkan oleh pengunjung² kota Volendaam yang datang dr penjuru dunia. Kalau dilihat dr sisi bisnis memang tdk akan banyak mendapat keuntungan dr dagang poscard, namun dr effek tsb. Atau paling tdk pemerintah daerah menyediakan sekian banyak poscard dan dititip ke setiap toko, masak sih kota singkawang tdk punya dana untuk mempromosikan kota singkawang dengan cara demikian. Paling tidak biar orang² luar tahu atau mengenal oohhhhh beginilah kota singkawang. Salam, U.Ali Sj. --------------------------------- Be a better pen pal. Text or chat with friends inside Yahoo! Mail. See how.
