Hi sauko, saya juga ingin sampaikan selamat untuk posisi yang baru ini; 
teroboslah kalau bisa apapun untuk kebaikan singkawang dan penghuninya...jika 
kemarin banyak memikirkan istri dan anak-anak, sekaranglah kesempatan untuk 
memikirkan orang banyak, hanya bedanya kali ini sebagai sole administrator 
mempunyai atribut kuasa untuk memperbaiki nasib orang. sebagai individu yang 
masih menganggap skw as a piece of me, saya percayakan sejarah untuk 
mencatatnya ini baik-baik...
   
  dalam kesempatan ini, saya juga ingin sampaikan selamat berakhir tahun 2007 
dan bertahun baru 2008 kepada seluruh anggota milis skw. meskipun setiap tahun 
kita selalu dikalahkan, tapi setidaknya kita harus exist sampai benar-benar 
telah dikalahkan...
   
  salam,
  tjung po


Aldy Vincentius <[EMAIL PROTECTED]> wrote:          
--http://www.kompas.com/ver1/Nusantara/0712/17/142435.htm

  JAKARTA, KOMPAS - Pasangan Hasan Karman-Edy R Yacoub yang memenangi pemilihan 
kepala daerah (pilkada) Kota Singkawang 2007, Senin (17/12).
  Pelantikan pengambilan sumpah jabatan itu dilakukan Wakil Gubernur Kalimantan 
Barat Laurentius Herman Kadir dalam Rapat Paripurna DPRD Singkawang yang 
berlangsung pukul 10.00-12.00.
  Dalam sambutannya, Kadir menyampaikan, kemenangan Hasan-Edy bukanlah milik 
mereka berdua atau kelompok tertentu, tetapi kemenangan rakyat Singkawang. 
Karenanya, jika ada perbedaan pendapat atas hasil pilkada yang memenangkan 
pasangan Hasan-Edy, Kadir berharap, perbedaan itu tidak sampai menimbulkan 
friksi yang bisa berimbas pada terganggunya perekonomian rakyat Singkawang.
  Selanjutnya Kadir berpesan agar wali kota dan wakil walikota terpilih harus 
transparan dan akuntabel dalam mengelola keuangan daerah. Belanja publik, yakni 
penyediaan layanan kepada masyarakat dan pembangunan wilayah harus dikedepankan.
  “Penanggulangan kemiskinan dan pengurangan kesenjangan, peningkatan 
kesempatan kerja, investasi dan ekspor, peningkatan aksesbilitas dan kualitas 
bidang pendidikan dan kesehatan, serta revitalisasi pertanian, harus menjadi 
prioritas pembangunan di Singkawang,” kata Kadir.
  Wali kota dan wakil wali kota diharapkan juga menjalin hubungan kerja sama 
yang baik dengan daerah lain untuk mewujudkan efisiensi dan efektivitas 
pembangunan, serta mengelola potensi daerah untuk kesejahteraan masyarakat. 
Selain menerapkan tata pemerintahan yang baik, mereka diharapkan dapat 
mendukung penegakan hukum dalam memberantas korupsi, termasuk di dalamnya 
kegiatan pengadaan barang dan jasa.
  “Wali kota dan wakil wali kota diharapkan dapat menjalin hubungan kerja sama 
dengan DPRD dalam pengembangan kebijakan daerah untuk meningkatkan kemajuan 
daerah dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
  Pangkas Birokrasi Perizinan
  Sebelumnya Hasan pernah menyatakan komitmennya memberantas kemiskinan di 
Singkawang dengan menarik investor untuk membuka lapangan pekerjaaan di daerah 
yang terkenal dengan julukan ‘Kota Seribu Kuil/Pekong’. Untuk mendukung hal 
tersebut, ia akan memangkas birokrasi perijinan yang selama ini turut 
menyebabkan  tingginya ongkos ekonomi.
  “Pengusaha Singkawang yang sukses merantau itu banyak. Kalau saya bisa 
membawa lima saja pengusaha yang sukses itu untuk membangun industri menengah 
di Singkawang, di mana satu industri bisa menyerap 500 pekerja, maka akan 
mendatangian efek yang luar biasa. Masayarakat mendapat lapangan pekerjaan, 
daya beli meningkat, dan perekonomian akan berkembang. Dengan sendirinya 
kemiskinan akan teratasi,” katanya.
  Selain itu akan membenahi infrastruktur kota, ia juga berobsesi menggratiskan 
biaya pendidikan di tingkat  SD-SMA dengan cara menggandeng investor atau 
yayasan swasta agar turut berperan mendanai pendidikan itu.
  Pengusaha-Akademisi
Hasan Karman, pengusaha Tionghoa kelahiran Singkawang, 6 Agustus 1962, sempat 
mengenyam pendidikan di bawah naungan yayasan Katolik, mulai SD-SMA. 
Selanjutnya ia kuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (1982-1988) dan 
Magister Manajemen, Sekolah Tinggi Manajemen PPM Jakarta(1995-1996). Kini ia 
menjadi juga tengah menyelesaikan disertasi S3 di Universitas Negeri Jakarta.
  
Selain sarat pengalaman kerja di perusahaan swasta, Hasan banyak berkipraj di 
sejulah organisasi. Terakhir ia menjabat Senior Partner dalam Lawfirm RAH & 
Partners di Jakarta (sejak 2003), Shareholder dan Komisaris Utama PT. Prima 
Rezeki Pertiwi di Jakarta (sejak 2003), dan menjabat sebagai Senior Partner di 
Ambrosius International Patent di Jakarta (sejak 2006). 
  Ia juga masih menjabat Ketua Bidang Otonomi Daerah Dewan Pimpinan Nasional 
Partai Perhimpunan Indonesia Baru, anggota Dewan Pakar MABT (Majelis Adat 
Budaya Tionghoa) Pusat-Pontianak, serta pendiri dan Wakil Ketua PERMASIS 
(Perkumpulan Masyarakat Singkawang & Sekitarnya) periode 2006-2009.
  Sedangkan wakilnya, Edy R Yacoub, pria kelahiran Sungai Jaga, 5 Desember 
1955, lebih banyak berkecimpung di bidang pendidikan. Setelah menempuh 
pendidikan SD-SPG di Singkawang, Edy kuliah di FKIP Universitas Tanjungpura. Ia 
juga meraih gelar S2 di PKN Universitas Indonesia.  
  Pekerjaan sebagai guru SD negeri pernah ia geluti tahun 1975-1986. Sejak 1986 
sampai sekarang, ia masih menjadi dosen di FKIP Universitas Tanjungpura. Edy 
juga pernah berkecimpung di sejumlah organisasi, antara lain Ketua HMI Cabang 
Pontianak, Ketua Senat Mahasiswa FKIP Untan, Sekretaris DPD KNPI Kalbar, Ketua 
Gema MKGR Kalbar, dan pengurus DPD Golkar Kalbar. Terakhir ia menjabat Wakil 
Sekretaris Majelis Adat Budaya Melayu Kalbar dan Pengurus Daerah PGRI Kalbar.
  

                         

       
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals?  Find them fast with Yahoo! Search.

Kirim email ke