http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Utama&id=149981

*Sabtu, 19 Januari 2008*
*Dukung Visit Indonesia
* *Siapkan Festival Budaya Cheng Ho*

[image: CHENG HO : Diskusi tokoh dengan Yayasan Cheng Ho Pusat di Pontianak
Post. Foto Mudjadi/Pontianak Post]

*Pontianak,-*  Kisah pelayaran Laksamana Cheng Ho dari China, 600 tahun
lalu, ternyata juga memiliki historis dengan daerah Kalimantan Barat ini.
Cheng Ho dalam pelayarannya, juga singgah di bumi Khatulistiwa ini. Maka,
napak tilas sejarah tersebut, rencananya akan dikenang dalam Festival Budaya
Cheng Ho yang dirangkaikan dengan tahun Visit Indonesia 2008.

Hal ini terungkap dalam diskusi antara Sekretaris Yayasan Cheng Ho Pusat, dr
Zhou Ji Chao dengan sejumlah tokoh di redaksi Pontianak Post, Jumat (18/1)
kemarin.

"Kita ingin setiap daerah punya Yayasan Cheng Ho, terutama daerah-daerah
yang pernah dikunjungi Laksmana Cheng Ho 600 tahun yang lalu," ungkap Zhou
dalam bahasa Mandarin yang diterjemahkan Yosef Setiawan dari Kun Dian Ri Bao
(Koran mandarin Pontianak Post Group).

Hadir dalam diskusi ini, pengamat dan pemerhati budaya Tionghoa Kalbar, XF
Asali (Lie Sau Fat) bersama beberapa tokoh masyarakat Tionghoa; Ketua Ikatan
Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kalbar, Ilham Sanusi; Kepala Dinas
Budaya dan Pariwisata Kalbar, Rihat Natsir Silalahi; serta Sakandi Talok,
selaku tokoh Konghucu; Amin Andika beserta rombongan dari Persatuan Islam
Tionghoa Indonesia (PITI) Kalbar beserta rombongan dari Kota Singkawang;
serta hadir juga Direktur Pontianak Post Group, Untung Sukarti.

Diskusi berjalan santai. Zhou yang sudah sebelas tahun aktif dalam kegiatan
sosial di Indonesia, memaparkan sekilas sejarah Laksamana Cheng Ho. Dan
akhir dari pembicaraan, Zhou menawarkan peringatan atau perayaan mengenang
Laksamana Cheng Ho dalam bentuk festival. "Yang ingin kita kembangkan,
pemikiran dan konsep perdamaian yang disampaikan Laksamana Cheng Ho itu,
kita tuangkan dalam berbagai kegiatan," tuturnya.

Menanggapi hal itu, Kadis Budpar Kalbar, Rihat Natsir Silalahi mengatakan,
jika dalam kegiatannya nanti, festival kebudayaan Cheng Ho ini memiliki
nilai budaya dan juga melakukan kegiatan bakti sosial, maka dinas yang
dipimpinnya akan mendukung.

Sementara itu, Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Ilham
Sanusi mengatakan, niat untuk melakukan kegiatan tersebut boleh-boleh saja.
"Namun, harus melibatkan publik. Kita sampaikan ini ke publik, bagaimana
tanggapan masyarakat dulu, baru kita tindaklanjuti," katanya.

Menurutnya, jika yayasan dan festival Cheng Ho nanti bisa membawa kebaikan,
boleh-boleh saja. "Jika niat membangun ekonomi, membangun Indonesia, secara
ekonomi dan kedamaian, please welcome," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Persatuan Islam Tionghua Indonesia (PITI), Amin Andika,
mengatakan, menyampaikan rencana pembangunan masjid yang nantinya akan
diberi nama masjid Cheng Ho. "Saat ini kami sudah menyiapkan lahan seluas
1,2 hektar, untuk pembangunan kompleks tersebut, tak hanya masjid, tapi juga
berbagai pusat kegiatan pengembangan kebudayaan di sini," tuturnya.

Menanggapi hal itu, Zhou mengatakan, untuk merealisasikan itu, harus
memiliki perencanaan yang besar, dan bisa memakan waktu tiga tahun. "Mulai
dari masjid yang kecil dibangun di lokasi itu. Kemudian banguan bisa
dikembangkan yang besar di lokasi yang sama," ungkapnya.

Menindaklanjuti ini, Untung Sukarti menyatakan Pontianak Post, siap
memfasilitasi pengembangan wacana rencana tersebut. Sehingga nantinya,
mendapat masukan dan respon dari pembaca atau masyarakat Kalbar. Dan bentuk
kegiatan yang akan diarahkan nantinya pun bisa bermanfaat bagi masyarakat
luas.(ody)

Kirim email ke