http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Singkawang&id=151348
*Jumat, 8 Februari 2008* *Imlek, Pasar Singbebas Jadi Lengang * *Singkawang,-* Hari pertama Imlek 2559 yang bertepatan dengan Kamis (7/2) kemarin, pusat-pusat pertokoan di Kota Singkawang terlihat lengang. Warga yang merayakan Imlek lebih memilih berkumpul dan bersilaturahmi dengan para sanak keluarga. Beberapa toko malah memampangkan tulisan yang menyebutkan jadwal mereka buka kembali. Meski toko-toko kebanyakan tutup, tetapi jalan-jalan protokol terlihat ramai, terutama di malam hari. Warga Tionghoa yang berbaju baru tampak hilir mudik. Sementara itu, di lokasi-lokasi hiburan misalnya Taman Teratai tampak dipadati pengunjung. Suasana libur dimanfaatkan warga untuk berekreasi dan melepaskan kepenatan dari rutinitas sehari-hari. Di Kota Singkawang, siswa memang diliburkan selama tiga hari sejak sehari sebelum Imlek. Diperkirakan roda bisnis mulai berjalan normal lima hari setelah Imlek. Hal ini berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa pemilik toko. "Kami baru buka lagi di hari kelima," kata A Kong, seorang pedagang di Pasar Beringin. Begitu juga A Tet. Ada pula pedagang yang menyatakan baru akan buka seminggu setelah Imlek. Amin, pemangkas rambut di Jalan Pai Bakir mengakui memilih libur hingga lima hari sejak Kamis lalu. Dia mengatakan cukup letih melayani para pelanggan yang sangat ramai hingga H-1 Imlek. Di beberapa ruko yang buka terlihat beberapa orang hilir mudik. Mereka bukan untuk berbelanja namun bersilaturahmi pada momen sekali satu tahun ini. Tutupnya toko-toko ini membuat warga agak kelimpungan. Pasalnya, mereka cukup kesulitan dalam berbelanja. "Memang ada sih yang jualan karena tidak merayakan Imlek. Tetapi hanya terbatas," kata Abdul Aziz, seorang warga. * Pemangkat Sepi * Demikian juga dengan sejumlah pusat pertokoan di Kota Pemangkat dan sekitarnya terlihat sepi pada Kamis (7/02) kemarin, hari pertama Tahun Baru Imlek. "Kita kan mau lebaran. Perlu berkunjung ke rumah sanak saudara dan keluarga kita. Jadi toko terpaksa kita tutup dulu. Kemungkinan tutup tiga hari, mulai hari ini," kata Asuan pemilik toko di Pasar Pemangkat kemarin. Menurutnya, pada hari Imlek tersebut, selain berkunjung ke rumah handai taulan, dia bersama keluarga melakukan bersembahyang di vihara seraya memohon doa atas keselamatan, kesehatan dan keluasan rizki bagi masyarakat Tionghoa seiring tahun baru China. Dalam kesempatan itu juga, ia dan warga Tionghoa memohon doa kepada Dewa agar selalu sehat dan terhindar dari bencana. "Sekarang banyak musibah dan bencana, semoga tahun ini bisa lebih baik," katanya. Hal serupa juga terlihat di Pasar Sungai Duri. Tak seperti biasanya, pasar yang terlihat selalu sibuk dengan berbagai aktifitas perdagangan tersebut, Kamis kemarin begitu lengang. Terlihat beberapa toko yang membuka rumahnya, tapi bukan untuk aktifitas berdagang melainkan kedatangan tamu. "Masak Imlek kami masih harus buka toko. Hitung-hitung santai sambil menikmati hari lebaran," kata Akian, pemilik toko baju di Pasar Sungai Duri. Menurut dia, hari Imlek merupakan hari yang sangat penting bagi masyarakat Tionghoa. Hari Imlek merupakan saatnya berkumpul bersama keluarga, teman dan para kerabat dekat. "Tahun ini Imlek terasa lebih meriah. Mudah-mudahan tahun Tikus Api ini membawa berkah bagi masyarakat Kalbar," harapnya. (rnl/bdi)
