ikut senang mendengarnya.......begitulah yg diinginkan oleh semua manusia
didunia ini.....moga jg bisa terlaksana dengan hasil yg memuaskan..
Kami disini, sbg warga Indonesia etnis Thionghoa yg berada jauh di negeri
orang ikut berdoa semoga saja benar2 tidak ada lagi Diskriminasi...
Alang, HK
Budi Rahayu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Senin, 18 Februari 2008
Tak Mau Dengar Ada Diskriminasi Lagi
SBY di Perayaan Imlek Nasional
Jakarta,- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta aparat pemerintah
memberikan pelayanan yang sama dan adil bagi masyarakat Tionghoa. Ini pesan SBY
dalam perayaan Imlek 2559 di Jakarta Convention Center (JCC) sore kemarin
(17/2).
Menurut SBY, aparat yang bertugas langsung dalam memberikan pelayanan
masyarakat tidak boleh lagi membedakan pribumi atau nonpribumi. ''Saya tidak
mau dengar lagi ada diskriminasi,'' kata SBY dalam sambutannya.
SBY mengingatkan, pemerintah telah menerbitkan UU No 12 Tahun 2006 tentang
Kewarganegaraan Indonesia. Undang-undang tersebut menempatkan etnis Tionghoa
dalam persamaan dan kesetaraan dengan warga negara Indonesia lain, dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara. UU tersebut juga membuat etnis Tionghoa di
Indonesia secara otomatis memperoleh status kewarganegaraan tanpa harus
memiliki SBKRI (surat bukti kewarganegaraan Republik Indonesia).
Dalam kesempatan itu SBY menginstruksikan kepada seluruh aparatur pemerintah
untuk memberikan pelayanan yang sama kepada seluruh lapisan masyarakat,
termasuk masyarakat Tionghoa dan penganut agama Konghucu. ''Berikan kemudahan
kepada semua pelayanan. Misalnya, administrasi kependudukan, perkawinan,
keimigrasian, perizinan, dan pelayanan yang lain,'' kata SBY.
Masyarakat Tionghoa juga diimbau tidak membuat jarak dengan etnis lain di
Indonesia. SBY berharap semua etnis di Indonesia bisa bersatu. ''Bagi
masyarakat Tionghoa yang memiliki tingkat perekonomian tinggi, tolonglah
masyarakat lain yang masih miskin,'' ujar SBY yang kemarin mengenakan kemeja
merah, senada dengan suasana Imlek.
Peringatan tahun baru Tiongkok tersebut digelar Majelis Tinggi Agama Konghucu
Indonesia (Matakin). Acara tersebut dihadiri sekitar lima ribu umat Konghucu.
Perayaan Imlek secara nasional itu merupakan yang kesembilan.
Hadir dalam acara itu Ketua DPR Agung Laksono, Menko Polhukam Widodo A.S.,
Menag Maftuh Basyuni, Seskab Sudi Silalahi, dan Ketua MK Jimly Asshidiqie.
SBY merasa senang karena lagu ciptaannya berjudul Hening dinyanyikan dua kali
pada acara tersebut. Yang pertama dinyanyikan Rani dalam versi Mandarin. SBY
dan Ani Yudhoyono pun tersenyum-senyum selama lagu itu dinyanyikan.
Menurut SBY, lagu tersebut memang diciptakan saat dirinya berada di Tiongkok.
Dia mengaku terinspirasi saat menyusuri Sungai Li Jian di Guilin tahun lalu.
Sungai dengan pemandangan alam yang indah itulah yang mengilhami lagu Hening,
yang di album SBY dinyanyikan Widi Mulia.
Lagu Hening melantun lagi di panggung dalam versi Indonesia. Kali ini
dinyanyikan enam dokter sebuah rumah sakit di Karawang. SBY pun kembali
tersenyum mendengar lagunya dinyanyikan secara apik oleh para dokter muda.
(tom)
with my best regard..
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com