*Harumkan Nama Kalbar Lewat Kesenian Daerah * *Keberadaan Sanggar Tari GESKA *
[image: RENTAK KAPUAS: Para penari putri Sanggar GESKA membawakan tari Rentak Kapuas, beberapa waktu lalu.FOTO MIZAR BAZARVIO/PONTIANAK POST] * Pontianak,-* Berbagai pagelaran seni merupakan wadah dalam upaya membuka ruang kreativitas di kalangan generasi muda. Itu juga membuka ruang interaksi budaya, khususnya seni pertunjukan. Catatan Mizar Bazarvio, Pontianak SEBAGAI salah satu proses komunikasi menuju perwujudan dari akulturasi budaya, diperlukan aksi dan sikap positif dalam menciptakan karya seni yang indah. Hal ini dilakukan sekaligus sebagai upaya untuk menciptakan ruang pembelajaran kepada masyarakat terhadap hasil karya seni para seniman. Semua itu dilakukan untuk melakukan proses kesenian secara intensif dan serius dan berkelanjutan. Atas dasar itu, Perguruan Kijang Berantai, Sanggar Gita eSHa Khatulistiwa (GESKA) membuat pagelaran dengan tajuk Gelar Seni Tari Daerah dan Kreasi. Pagelaran ini mendapat sambutan positif masyarakat. Apalagi, kali ini menampilkan siswa-siswa Lembaga Pendidikan Seni Tari Gita eSHa Khatulistiwa (LPST GESKA). Mereka membawakan beberapa tarian daerah dan kreasi hasil dari pelatihan yang mereka ikuti di LPST GESKA. "Siswa-siswa mulai dari anak-anak hingga dewasa ternyata berhasil menunjukkan hasil pelatihan selama 6 bulan yang telah mereka jalani," papar Ismunandar SH SSn, Ketua Sanggar Tari GESKA, kepada Pontianak Post, kemarin. Dalam pagelaran kali ini, para siswa tidak hanya menarikan tarian-tarian yang sudah ada dari Sanggar Tari Gita eSHa Khatulistiwa. Juga menampilkan hasil garapan tari yang telah mereka ciptakan. Menurut Ismunandar, ini sebagai salah satu materi pelatihan di LPST Kijang Berantai. Dari mulai Tari Rentak Kapuas, Tari Rampak Berantai, Tari Lenggok Dare, Tari Ekspresi, Tari Kushi-kushi, Tari Mickey, Tari Nirmala, Tari Jepin Laksamana, Tari Betepo' Sayang, Tari Dondang-dendang, Tari Balqis, Tari Dayang Male'en, Tari Pyong Liang dan Atraksi Bedug. Acara yang dilaksanakan pada 20-21 Maret 2008 lalu bertempat di Ayani Megamal (Atrium Lantai 1 depan TB. Gramedia) Jalan A Yani Pontianak mulai pukul 19.00 wib sampai selesai, mendapat sambutan dari masyarakat yang hadir. Dengan penari sebanyak 167 orang dan berbagai kostum, ternyata mampu 'membius" penonton sekaligus menyemarakkan malam Gelar Seni Tari Daerah dan Kreasi. "Yang jelas, kami sudah sering mengharumkan nama Kalbar lewat kesenian daerah, baik di tingkat nasional maupun internasional," tegas Ismunandar yang pernah sebagai finalis lomba koreografi Indonesia tahun 2004, digelar Dewan Kesenian Jakarta. Bahkan tim tarinya pernah tampil di Borneo Cultural Festival 2005, Sibu, Sarawak Malaysia. Selain sering tampil di Malaysia, juga di Brunei Darussalam dan di berbagai kota di Indonesia. Ismunandar memaparkan lagi, pada tahun ini juga, Perguruan Kijang Berantai Sanggar Gita eSHa Khatulistiwa akan mengadakan event bertajuk Kalimantan Barat Art's Fetival untuk ketiga kalinya. Dalam even seni ini akan menghadirkan seniman selain dari Kalbar dan luar daerah, juga dari negara tetangga Malaysia (Kuching, Sibu dan Bintulu). Dalam even ini akan menampilkan berbagai kesenian tari, musik, teater, seni rupa juga seminar dan workshop seni.(*)
