Jam Bumi, Listrik di Sejumlah Kota Dunia Padam
  (Getty Images/Ian
Waldie)<http://www.kompas.com/read.php?cnt=.xml.2008.03.30.15011539&channel=1&mn=9&idx=25#>
Seorang turis mengabadikan sebuah foto Pelabuhan Sydney, Australia selama
berlangsung pemadaman lampu pada Jam Bumi, 29 Maret 2008.
 Minggu, 30 Maret 2008 | 15:01 WIB

*CHICAGO, MINGGU* - Mulai dari Opera House hingga koloseum Roma dan
membentang ke *Sears Tower *di Chicago, sejumlah lampu penerangan dipadamkan
Sabtu (29/3) waktu setempat atau Minggu (30/3) waktu Indonesia untuk
menandai Jam Bumi. Jam Bumi merupakan kampanye di seluruh dunia untuk
menekankan ancaman terhadap perubahan iklim.

Kelompok pecinta lingkungan WWF mendesak kalangan pemerintah, pengusaha
maupun rumah tangga agar kembali ke pemakaian lilin untuk sekitar 60 menit
pada pukul 20.00 dimanapun mereka berada. Kampanye Jam Bumi dimulai tahun
lalu di Australia dan menyebar tahun ini dari Pasifik Selatan hingga ke
Eropa dan Amerika Utara.

"Yang menarik dari Jam Bumi adalah momen tersebut menembus batasan politik
yang berlaku di China, Vietnam, seta Papua Nugini," kata Andy Ridley,
direktur eksekutif Jam Bumi. "Momen ini nampaknya beresonansi dengan setiap
orang dan tidak mengenal batasan," ujarnya.

Kampanye Jam Bumi ini mengharapkan pemadaman lampu yang tidak perlu dan
produk elektronik lainnya selama 1 jam pada pukul 20.00. Diharapkan dari
pemadaman lampu yang dilakukan oleh 100 juta penduduk dunia itu dapat
mengurangi emisi gas rumah kaca dari pemakaian produk elektronik yang dapat
memicu perubahan iklim.

"Ada sebuah anggapan luas bahwa masyarakat Amerika Serikat adalah pemalas
yang sibuk dengan gaya hidup mereka. Jam Bumi menunjukkan anggapan tersebut
keliru," jelas Richard Moss, seorang peraih Nobel Perdamaian dan wakil
presiden perubahan iklim WWF.

Para pekerja di Phoenix mematikan lampu penerangan di jalan raya dan
sejumlah gedung selama 1 jam. Pemadaman listrik juga nampak di sejumlah
restoran yang diterangi dengan cahaya lilin di San Fransisco.

Selandia Baru dan Fiji merupakan negara pertama yang memberlakukan pemadaman
lampu untuk memperingati Jam Bumi. Di Sydney, pemadaman lampu berlaku untuk
kedua kalinya tahun ini dan pemadaman lampu tahun lalu dialami oleh sekitar
2,2 juta jiwa penduduk di salah satu kota Australia tersebut.

Pemadaman lampu pada Jam Bumi juga berlaku di candi Budha Wat Arun di
Bangkok, Thailand; pusat perbelanjaan dan pusat kebudayaan di Manila,
Filipina; beberapa kastil di Swedia dan Denmark; gedung parlemen di
Budapest, Hungaria; sejumlah lokasi wisata di Warsawa, Polandia; serta di
London City Hall and Canterbury Cathedral, Inggris.

Mesin pelacak data Internet Google juga mendukung momen pemadaman listrik
pada Jam Bumi dengan meredupkan cahaya normal putih pada home pagenya dan
memotivasi pengunjungnya dengan pernyataan: "Kami telah telah meredupkan
cahaya kami. Sekarang giliran anda."* (AP)*

Kirim email ke