Saatnya Melawan Pelaku Pelecehan Seksual
   
<http://www.kompas.com/data/photo/2008/04/02/174808p.jpg><http://www.kompas.com/data/photo/2008/04/02/175011p.jpg><http://www.kompas.com/data/photo/2008/04/02/175300p.jpg><http://www.kompas.com/data/photo/2008/04/02/175452p.jpg>
dok.
woman self defense of kushin
ryu<http://www.kompas.com/index.php/read//xml/2008/04/03/17343944/saatnya.melawan.pelaku.pelecehan.seksual#>
Untuk memberi efek kejut, hempaskan tangan dengan sasaran alat kemaluan
kepada pelaku pelecehan.
 *Artikel Terkait:*

Ulah para pelaku pelecehan seksual memang menjengkelkan dan menjijikkan.
Meski begitu singkirkan dulu rasa takut dan malu. Sudah saatnya kita
melawan.

Menurut instruktur Woman Self Defense of Kushin Ryu, Sofyan Hambally, kita
bisa melawan para pelaku dengan tangan kosong. Apa saja yang bisa kita
lakukan?

*TATAP MATANYA*
Berani bereaksi tak berarti harus tindakan fisik. Tatap mata si pelaku
sambil memperingatkan, misalnya "jangan macam-macam ya bung," kemudian cari
tempat lain atau menghindarinya.

"Yang penting adalah kita berani bereaksi, meski sekadar tatapan mata. Ini
untuk menjatuhkan mental pelaku," papar Sofyan.

*MANFAATKAN ANGGOTA TUBUH*
Menjadi korban pelecehan seksual di kendaraan umum yang padat memang membuat
kita berada dalam posisi tertekan karena ruang gerak yang sempit. Tapi ada
beberapa hal yang bisa kita lakukan, misalnya:

- Dalam posisi berdiri membelakangi pelaku, sikut ulu hati si pelaku sekuat
mungkin.

- Injak kaki si pelaku (lebih menguntungkan jika Anda memakai sepatu hak
tinggi).

- Sundulan kepala tak hanya berguna dalam dunia sepak bola. Lakukan gerakan
tersebut dan arahkan ke bagian bawah rahang pelaku.

- Ambil ancang-ancang dengan memajukkan satu kaki lalu kibaskan tangan atau
hentakkan pinggul sekeras mungkin ke bagian intim pelaku.

*GUNAKAN ALAT*
Gunakan alat-alat yang biasa kita bawa untuk menjadi senjata, misalnya
peniti, jepit rambut, atau pulpen atau Gas air mata..

Dengan berani melakukan perlawanan kita tak hanya memberikan efek jera untuk
para lelaki "gila" dan eksebisionis, tapi juga untuk menunjukkan harga diri
kita tak bisa dilecehkan.

Kirim email ke