Kamis, 24 April 2008 08:01 WIB Pengurus Parpol di Kalbar Tolak Jadwal Pemilu 2009 Reporter : Aries Munandar
*PONTIANAK--MI*: Sejumlah pengurus partai politik di Kalimantan Barat menolak jadwal pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) pada 5 April 2009, karena bertepatan dengan hari Minggu. Mereka meminta Komisi Pemilihan Umum meninjau kembali keputusan itu. Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Damai Sejahtera Kalimantan Barat (Kalbar) Supriyanto menilai keputusan KPU itu bertentangan dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar, karena menghambat kebebasan umat beragama dalam menjalankan ibadah masing-masing. "Kalau tetap dipaksakan, dipastikan sebagaian besar umat Kristen tidak dapat menggunakan hak pilih mereka karena harus beribadah ke gereja," kata Supriyanto. Keberatan serupa juga diungkapkan Ketua DPW Partai Merdeka Tobias Ranggie dan Ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Cornelis. Tobias menegaskan, KPU seharusnya mengembangkan sikap toleransi antarumat beragama dalam menetapkan jadwal pemungutan suara tersebut. "Sebaiknya (pencoblosan) jangan pada hari Jumat atau Minggu. Sebab, akan mengganggu pelaksanaan ibadah umat Islam dan Kristen," tegas Tobias. Cornelis menambahkan, pihaknya akan memberikan masukan kepada KPU melalui pengurus pusat PDIP terkait peninjauan kembali jadwal pemungutan suara pada Pemilu 2009. "Sampai saat ini memang belum ada sikap resmi dari partai. Namun, kami akan membicarakan persoalan ini dengan pengurus pusat," kata Cornelis yang juga Gubernur Kalbar. (AR/OL-01)
