http://www.equator-news.com/berita/index.asp?berita=Singkawang&id=72088

*Selasa, 22 April 2008*
*Singkawang Harumkan Indonesia di Kuching
*
*Singkawang,-*  Sebagai bentuk kepedulian dan penghargaan, Wali Kota
Singkawang, Hasan Karman SH MM dan Ny Elizabeth Majuyetty menerima tropi
dari pimpinan Sanggar Mandala, Sinse Aleng di rumah dinas, Sabtu (19/4)
siang. Sebab, Kota Singkawang berhasil meraih juara I karnaval mobil hias
dan juara II naga di Kuching, Malaysia.

Kejuaran yang diikuti Kota Singkawang tersebut berlangsung di negeri jiran,
Rabu (12/3) siang dalam rangka Hari Ulang Tahun Dewa Shi Wang Khong. Kata
Dewa Shi Wang Khong, menurut kepercayaan berarti dewa yang suka bermain-main
di jalanan. "Masyarakat Kuching menjadi target market (pasar) Kota
Singkawang untuk pariwisata. Sehingga potensi dan keberadaan Kota Singkawang
harus lebih diintensifkan promisinya. Salah satunya dengan mengikuti
perlombaan seperti ini," tandasnya.

Hasan mengundang dan mempersilahkan Sinse Aleng membuka sanggar, guna
mendukung Singkawang sebagai Kota Pariwisata. Serta mengembangkan
kreativitas demi kemajuan kesenian. "Saya juga mengharapkan mobil hias yang
telah juara dan mengharumkan nama Singkawang di negeri Kuching turut
ditampilkan di sini. Bersamaan dengan pelaksanaan pawai takruf MTQ XXII pada
tanggal 24 Mei mendatang," ungkapnya.

Senada, Ny Elizabeth memotivasi Sinse Aleng bersama dengan Sanggar Mandala
agar terus menerus mengikuti perlombaan yang sama di Kuching, Malaysia.
Bahkan ia menaruh keinginan di tahun depan, prestasi yang diraih bisa
semakin meningkat. "Saya juga selaku Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah
(Dekranasna) Kota Singkawang, membuka pintu bagi Sinse Aleng untuk
mengembangkan apa saja di Kota Singkawang," bebernya.

Sementara, Sinse Aleng yang sumringah menuturkan, pada saat perlombaan
berlangsung, kontingen Kota Singkawang mendapat antusias yang tinggi dari
penonton. Terbukti dengan acap kali terdengarnya sorakan "Singkawang" dari
barisan pengunjung. "Ini sungguh-sungguh kebanggaan bagi warga Singkawang di
negeri Kuching," paparnya.

Sinse Aleng menuturkan, timnya juga banyak dibantu dari sisi akomodasi dan
transportasi dari perusahaan Kontek Kargo. Dimana pemiliknya berasal dari
Indonesia. "Ini tahun ketiga kita mengikuti perlombaan yang sama. Dan semua
berawal dari pemilik Kontek Kargo karena hubungan baik masih terus
berjalan," tukasnya.

Secara terperinci Sinse Aleng menjelaskan, dalam mobil hias yang
diperlombakan berisi seorang putri cantik yang direkrut dari pemenang Koko
dan Cece yang telah lebih dahulu digelar. "Mobil hias itu penuh dengan
lampion. Sehingga memancarkan cahaya sangat menarik pada waktu malam,"
pungkasnya.

Lebih jauh, Sinse Aleng menyatakan, penonton di negeri Kuching jauh lebih
tertib dibandingkan dengan di Kota Singkawang sekalipun. Dan panitia
mengemas kegiatan sedemikian apik, walaupun karnaval mobil hias, naga dan
barongsai mencapai 150 peserta. Jauh meningkat dibandingkan tahun
sebelumnya, yang hanya 130 peserta. Sehingga semua merasa nyaman dan
tentram. "Makanan dan minuman disediakan panitia. Para penonton pun tidak
perlu repot-repot dan letih bergerak jauh mencari konsumsi," bebernya.

Belajar dari pengalaman itu, Wali Kota menargetkan kepanitian Cap Go Meh
agar dibentuk lebih awal, minimal 6 bulan sebelum pelaksanaan. Sehingga,
persiapannya akan lebih matang, dan kegiatan benar-benar memuaskan seperti
yang ditargetkan. "Saya juga terobsesi agar Cap Go Meh ke depan melibatkan
manajemen tourisme nasional, dan internasional. Untuk pawai tatung tetap
diurus panitia lokal," tegasnya.

Terhadap kendala penginapan yang belum mencapai level kelas tiga, Hasan
membeberkan rencana pembangunan hotel di Jalan Dr Sutomo, tepatnya depan
Kantor KPU Kota Singkawang. Rencananya, dananya berasal dari konsorsium.
Sehingga keberadaan hotel tersebut juga aan mendukung dan cukup
representatif dalam menggelar seminar dan simposium. "Kita ingin Kota
Singkawang memiliki even setiap tahun. Sehingga kunjungan wisatawan ke sini
tidak kunjung putus," imbuhnya.

Hasan juga berpesan, setiap etnis yang ada di Kota Singkawang supaya
terus-menerus menunjukkan kebolehannya. Sebab hal itu otomatis akan
mendukung perkembangan kepariwisataan di Kota Seribu Kuil ini. (man)

Kirim email ke