Gubernur se-Kalimantan Sepakat Rehabilitasi Jalan KOMPAS/AMBROSIUS HARTO<http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/05/05/18182799/gubernur.se-kalimantan.sepakat.rehabilitasi.jalan#> Jalan penghubung Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur amblas dan longsor di Kabupaten Pasir, Kaltim, sehingga hanya separuh bagian yang bisa dilewati, Selasa (28/8/2007). Beberapa ruas jalan di Kaltim serupa kondisinya, tetapi perawatan dan perbaikan tak bisa menyeluruh karena dananya terbatas. Senin, 5 Mei 2008 | 18:18 WIB
*JAKARTA, SENIN* - Gubernur empat provinsi se-Kalimantan melakukan kesepakatan yang tertuang dalam kesepakatan bersama atau Memorandum of Understanding (MoU), di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (5/5). Kesepakatan ini tidak lain untuk melakukan pembangunan regional secara bersama-sama, se-provinsi Kalimantan. Para gubernur yang hadir dalam penandatanganan MoU itu antara lain, Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustin Teras Narang, Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Yurnalis Ngayoh, Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Cornelis serta Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Rudy Ariffin. "Pertemuan memang sengaja dilakukan di Jakarta. Mengingat, lebih mudah untuk diakses semua peserta dibanding dilakukan di satu kota di Kalimantan sendiri. MoU yang dilakukan bersama dengan empat gubernur se-Kalimantan ini, meliputi empat bidang. Bidang tata ruang dan lingkungan hidup, bidang infrastruktur, bidang infrastruktur, bidang perekonomian dan bidang sumber daya manusia," jelas Teras Narang dalam sambutannya. Teras Narang, selaku koordinator menjelaskan, untuk bidang infrastruktur tak lain untuk membangun jalan lintas Kalimantan. Pembangunan jalan serta jembatan lintas kalimantan poros tengah dan juga poros utara. Termasuk, rehabilitasi dan pemeliharaan jalan. "Jembatan lintas Kalimantan poros tengah, ditargetkan pada tahun 2009 tidak ada lagi daerah di Kalimantan yang terisolasi atau belum terhubung dengan jalan darat ke ibukota provinsi maupun kabupaten atau kota dengan permukaan aspal atau beton," jelasnya. "Juga akan dibuat jalan rel, jalur kereta api di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur serta Kalimantan Barat," papar Teras Narang seraya menjelaskan jalan yang akan dibangun masing-masing seluas, 185 km di Kalteng, 450 km di Kalsel, 400 km lebih di Kaltim dan 800 km lebih di Kalbar. "Kondisi di semua provinsi Kalimantan sangat ironis sekali. Ketika orang Kalimantan mau pergi ke kota lain di Kalimantan harus lewat Jakarta lebih dulu. Malah, mau bangun pakai kayu takut, karena khawatir terkena illegal logging," katanya lagi. Rencana membangun bersama empat Provinsi se-Kalimantan ini juga meliputi rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Kabupaten Pulang Pisau, khusus untuk Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. *(Persda Network/yat)*
