http://www.equator-news.com/berita/index.asp?Berita=Utama&id=72568
*Jumat, 9 Mei 2008* *Warga Kartiasa Korban Penelepon 0666 * *Sekujur Tubuh Tersengat Listrik* *Sambas,-* Isu penelepon misterius yang mencari korban melalui handphone (HP) bernomor 0666 telah meresahkan warga. Isu ini bukan ispan jempol belaka, justru terjadi di Desa Kartiasa, Kabupaten Sambas, Kamis (8/6). Korbannya seorang pria bernama Adim Prawira, 61. Beruntung Ia selamat dari peristiwa nahas tersebut. Saat Equator bertandang ke rumahnya, tadi malam, pria yang sehari-harinya bekerja sebagai petani ini menceritakan peristiwa aneh yang dialaminya. Bbermula ketika ia bersama istri dan kedua anaknya mengikuti persiapan pernikahan saudaranya yang tak jauh dari rumahnya. Kemudian pada pukul 09.00 ia pulang ke rumahnya untuk men-charge HP milik adik iparnya. Sesampainya di rumah, tiba-tiba HP pun berdering dan muncul nomor 0666. Layar HP seketika berubah menjadi warna merah. Tanpa menaruh curiga, Adim langsung mengangkatnya dan ia langsung ditanya oleh seorang pria penelepon misterius. "Ini di mana," ujar si penelepon itu. Dijawab Adim, "ini Di Kartiasa". Lalu ditanya lagi "Kartiasa itu di mana", kemudian dibalas Adim, "Kartiasa Kabupaten Sambas,". Adim penasaran dan balik bertanya, "ini siapa?" dijawab oleh pria misterius dengan kasar, "kamu tidak perlu tahu" dan percakapan langsung ditutup oleh sang pria tersebut. Nomor 0666 tersebut dalam hp tak terrekam seperti kebanyakan nomor lain yang dapat dilihat di received call. Saat ditutup itulah Adim merasakan tangannya yang menggenggam HP bergetar hingga ke seluruh tubuh seperti tersengat aliran listrik. Tubuhnya seketika lunglai, tetapi ia masih sempat kembali ke rumah keluarganya. Sesampainya di sana, ia langsung terkulai lemas dan semua yang hadir di rumah tersebut terkejut dan berusaha menolong Adim. "Saya juga terkejut melihat suami saya lemah dan menangis terus," ucap Endang. Entah dari mana, tiba-tiba ada seorang pria yang mengobati Adim. Dan menurut Endang, cara pengobatannya pun aneh, Adim didudukkan dengan cara bersila dan membakar kemenyan. "Kejadian ini menjadi tontonan masyarakat sekitar," katanya. Dan tak lama kemudian Adim pun sadar, namun tubuhnya masih lemah. Kejadian ini membuat heboh masyarakat Sambas dan kabarnya lagi, malah Adim dibawa ke RSUD Sambas dengan kondisi mengenaskan dengan telinga dan hidung keluar darah. "Semua kabar itu tidak benar, dibuat-buat dan dibesar-besarkan. Buktinya saya ada di rumah dan kondisi saya sudah baik. Hanya saja tubuh saya masih lemah," ungkap Adim membantah kabar tersebut. Ketika ditanya siapa yang menyembuhkan, sepasang suami istri ini pun tidak kenal, hanya saja setelah diobati, pria tersebut menyuruh Adim ke rumahnya untuk berobat kembali dengan cara dimandikan. "Sebenarnya suami saya disuruh malam ini ke rumahnya membawa sarung, tapi suami saya tidak pergi," ucap Endang yang mendampingi suaminya pada malam itu. Adim tak menyangka kejadian yang dialaminya, padahal pria yang kesehariannya sebagai petani karet ini tak memiliki HP, telepon selular yang dipegangnya itu adalah milik adik iparnya yang bekerja di perusahaan dan biasanya dipegang oleh sang istri. Menurut informasi yang disampaikan Endang, penuturan dari pria yang mengobati Adim bahwa yang berusaha mencelakakan Adim berasal dari Gunung Kawi. Akibat kejadian ini, tak putus-putusnya warga mendatangi Adim dan menanyakan kebenaran nomor HP yang katanya adalah orang yang sedang mencoba ilmu hitam. Nomor HP ini sudah meresahkan masyarakat, bahkan dari pesan singkat (Short Message Service/SMS) yang Equator dapatkan, di Jakarta ada yang mengangkat nomor ini langsung tewas. Kasus ini menjadi hangat di kalangan pemilik HP di Batam, Dumai. Bahkan yang menjadi target adalah di Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi. (ova)
