*Lio Kurniawan: "Kita Konsentrasi Penuh untuk Dukung MTQ …"*

MTQ XXII di penghujung bulan Mei mendatang di Singkawang benar-benar
perhelatan akbar. Selain didukung oleh segenap instansi pemerintah juga
mendapat support dari seluruh komponen masyarakat. Baik yang masih berada di
Kota Seribu Kuil, maupun yang sudah berada di perantauan. Demikian sekelumit
benang merah dari perbincangan dengan Lio Kurniawan, Ketua Perkumpulan
Masyarakat Singkawang dan Sekitarnya. Dalam satu kesempatan, selepas
memimpin rapat pengurus Permasis di kantor pusat Permasis di bilangan
Bandengan Selatan Jakarta Utara, Ketua Lio juga mengatakan bahwa agenda
perayaan Peh Cun 2008 di Sambas juga ditiadakan karena konsentrasi Permasis
diarahkan untuk mendukung suksesnya MTQ XXII ini.

Berikut petikan wawancara BP dengan pria kelahiran Singkawang 48 tahun silam
tersebut.

*BP : Mengapa Permasis perlu berpartisipasi dalam MTQ XXII di Singkawang?*
LK: MTQ (Propinsi Kalbar) adalah event terbesar untuk masyarakat Muslim
se-Kalbar. Sebagai organisasi kemasyarakatan, Permasis patut mendukung dan
turut berpartisipasi (secara) semaksimal. Kita mendukung dan mensukseskan
acara ini. Paling tidak kita berusaha menunjukan (Singkawang) sebagai tuan
rumah yang baik. Sebenarnya bukan Permasis saja, tapi kita juga mengajak
semua organisasi baik yang ada di daerah maupun yang di perantauan orang
untuk mendukung suksesnya acara ini. Ini juga menunjukan dan memberikan
contoh yang baik sebagai bentuk toleransi lintas suku dan agama. Kita semua
bisa saling menghargai.

*BP :Bentuk Partisipasi Permasis?*
LK : Kita masih mempertimbangkan (bentuk) partisipasi yang terbaik. Sejauh
ini kita juga masih menunggu surat resmi dari panitia MTQ dan kita akan
minta masukan-masukan dari panitia dalam hal ini. Yang ada dalam benak kita
sekarang, mungkin dalam bentuk bea siswa bagi para juara ataupun
hadiah-hadiah lain yang berguna. Disampingitu,kemungkinankitagelarDi samping
itu, kemungkinan kita gelar Waroeng Permasis , yang seluruh hasilnya akan
kita sumbangkan buat renovasi Mesjid Raya Singkawang.

*BP : Kenapa berpartisipasi dalam bentuk bea siswa dan Waroeng Permasis?*
LK: Untuk bea siswa, kita memandang sebagai wujud penghargaan yang edukatif
bagi para juara.
Dengan diperolehnya beasiswa ini, para juara yang memperolehnya memiliki
pegangan (biaya) untuk melanjutkan sekolahnya. Apalagi sepanjang pengamatan
kami, banyak sekali qari dan qari'ah yang bagus ternyata memiliki
keterbatasan ekonomi. Sedangkan waroeng Permasis kita gelar dengan
pertimbangan bisa (merupakan) bagian dari rekreasi bagi para peserta dan
wadah untuk mendapatkan sourvenir atau oleh-oleh yang khas (sebagai)
kenang-kenangan dari ajang MTQ XXII di Singkawang utk dibawa pulang.

*BP : Usaha-usaha lain yang Anda lakukan untuk mendukung penyelenggaraan MTQ
ini?*
LK : Di samping yang saya kemukakan di atas, kita juga berupaya mengajak
(peran serta) teman-teman maupun organisasi-organisasi sejenis yang berasal
dari Singkawang. Ajakan serupa (juga ditujukan) kepada mereka yang sudah
lama meninggalkan kota Singkawang, yang tersebar di kota-kota besar di
Indonesia maupun yang saat ini tinggal di Luar Negeri. Karena dalam
perspektif kami, MTQ XXII adalah milik seluruh warga masyarakat Singkawang.
Kita semua mempunyai rasa emosional yang sama, rindu dan cinta dengan
kampung halaman kita. Karena itu pula maka penyelenggaraan MTQ XXII yang
sukses merupakan tanggungjawab kita semua sebagai tuan rumah yang baik.

*BP : Bagaimana dengan rencana penyelenggaraan Acara Peh Cun tahun ini di
Sambas?*
LK : Ini juga merupakan suatu pilihan. Di satu sisi acara Peh Cun sudah kita
agendakan jauh-jauh hari. Ini juga merupakan implementasi dari unsur budaya
dari Permasis yang care dengan masalah kebudayaan. Namun mengingat akbarnya
event MTQ XXII di Singkawang, akhirnya kita konsentrasi penuh untuk dukung
MTQ. Apalagi waktu kedua event ini juga sangat berdekatan, sehingga kita
memutuskan untuk membatalkan acara Peh Cun tahun ini.

*BP : Anda memandang maraknya dukungan masyarakat terhadap penyelenggaraan
MTQ ini sebagai apa?*
LK : Ini sangat positif dan membanggakan. Apalagi selama ini orang luar juga
mengakui betapa keharmonisan antar etnis dan agama di Singkawang yang begitu
platonik. Ini adalah wujud toleransi lintas suku dan agama yang nyata.
Mereka saling menghargai. Mereka wujudkan kerukunan hidup berdampingan
secara damai dan menciptakan keharmonisan bermasyarakat.

*BP : Himbauan Anda untuk warga Permasis?*
LK : Marilah kita dukung dan sukseskan MTQ XXII dan marilah kita jadi tuan
rumah yang baik.(ns)

Kirim email ke