Dear Bong Wingky & Fansuri Hamzah Kenaikan harga BBM yang akan diterapkan pada 1 juni mendatang memang menimbulkan pro - kontra. Apakah masyarakat kita selama ini memang sudah termanjakan dengan subsidi ? Mungkin masyarakat sebaiknya lebih memahami letak dimana subsidi BBM tsb. berada. Harga BBM di kota Marauke dengan harga BBM di Balikpapan maupun kota2 lainnya (harga SPBU) semuanya sama. Dengan demikian subsidi BBM tsb. sebagian besar terletak pada biaya angkutnya. Sebagai bahan masukan saat ini di Depot Pertamina Pontianak terdapat kira2 12 Prus. yang ditahun sebelum 2005 (sebelum kebijaksanaan kontrak mobil tanki oleh Pertamina) mendapatkan jasa sebesar kira2 150 juta per setiap 15 hari ( 1 bulan kira2 300 juta) untuk kira2 10 mobil tanki, dgn route Depot Pertamina Pontianak ke daerah2 sekiarnya yang ada SPBU (kota Pontianak, sepanjang jalur Pontianak - Sei. Pinyuh - Mempawah - Singkawang - Sambas, Juga Pontianak - Sei Pinyuh - Anjungan - Bengkayang & Pontianak - Sei Pinyuh - Anjungan - Sanggau) Peritungan jasa angkutan BBM tsb berdasarkan jarak tempuh mobil tanki. Demikian juga dengan angkutan tongkang yang dimiliki oleh swasta melalui sungai kapuas (route Depot Pertamina Pontianak - Sintang) Perhitungan secara gamblang untuk jasa angkutan BBM dengan mobil tanki saja Pertamina Kalbar harus mengeluarkan 300 juta x 12 Prus. Angkutan BBM (Route darat Ponti - Sambas, Ponti - Bengkayang, Ponti - Sanggau) Tentunya akan sangat besar sekali subsidi atas angkutan BBM tsb. diseluruh Indonesia. Oleh karena itu Pertamina seluruh Indonesia menerapkan kebijaksanaan baru, yaitu dengan mengontrak semua jenis angkutan BBM sejak januari 2005 lalu dengan perhitungan kapasitas tanki yang ada pada angkutan tsb. Kebijaksanaan ini diambil Pertamina untuk mengurangi pengeluaran biaya ongkos angkut tsb. namun hasil yang di dapat atas jasa penyewaan mobil tanki tsb. tetap saja masih besar. (Pendapatan Prus. Angkutan BBM tsb. sedikit dibawah penerapan perhitungan angkutan sebelum tahun 2005)
Ada banyak Prus. Minyak Asing yang beroperasi di Indonesia diantaranya seperti Exxon (dulunya Mobil Oil) Chevron (dulunya Unocal) Vico (dulunya Hufco) dengan pembagian hasil 40% asing, 60% Pemerintah Indonesia. Dengan demikian Pemerintah kita hanya menikmati 60% dari hasil minyak bumi kita. Dari hasil 60% tersebut masih terpotong dengan biaya2 operasional Prus. Minyak Asing tsb. seperti sewa mobil bagi karyawan dll (seluruh biaya2 operasional tsb. dibagi rata antara Prus. Minyak Asing dengan Pemerintah Indonesia. Memang berat untuk mempertahankan APBN yang diasumsikan Pemerintah berada pada kisaran harga minyak dunia 80 US$ per barrelnya sedang saat ini harga minyak dunia sudah mencapai 124 US$ per barrel. Salam Hormat, Pa' Dhe. ----- Pesan Asli ---- Dari: Bong Wingky <[EMAIL PROTECTED]> Kepada: [email protected] Terkirim: Rabu, 14 Mei, 2008 06:42:14 Topik: [Singkawang] Sudsidi BBM bukan Pengeluaran Uang!!!By : Kwik Kian Gie Penting banget neh... perlu dibaca sebelum kita dibodohi pemerintah Subsidi BBM Bukan Pengeluaran Uang. Uangnya Dilarikan Kemana? Jumat, 11 April 08Dengan melonjaknya harga minyak mentah di pasaran dunia sampai di atas US$ 100 per barrel, DPR dan Pemerintah menyepakati mengubah pos subsidi BBM dengan jumlah Rp. 153 trilyun. Artinya Pemerintah sudah mendapat persetujuan DPR mengeluarkan uang tunai sebesar Rp. 153 trilyun tersebut untuk dipakai sebagai subsidi dari kerugian Pertamina qq. Pemerintah. Jadi akan ada uang yang dikeluarkan? Saya sudah sangat bosan mengemukakan pendapat saya bahwa kata "subsidi BBM" itu tidak sama dengan adanya uang tunai yang dikeluarkan. Maka kalau DPR memperbolehkan Pemerintah mengeluarkan uang sampai jumlah yang begitu besarnya, uangnya dilarikan ke mana? Dengan asumsi-asumsi untuk mendapat pengertian yang jelas, atas dasar asumsi-asumsi, pengertian subsidi adalah sebagai berikut. Harga minyak mentah US$ 100 per barrel. Karena 1 barrel = 159 liter, maka harga minyak mentah per liter US$ 100 : 159 = US$ 0,63. Kalau kita ambil US$ 1 = Rp. 10.000, harga minyak mentah menjadi Rp. 6.300 per liter. Untuk memproses minyak mentah sampai menjadi bensin premium kita anggap dibutuhkan biaya sebesar US$ 10 per barrel atau Rp. 630 per liter. Kalau ini ditambahkan, harga pokok bensin premium per liternya sama dengan Rp. 6.300 + Rp. 630 = Rp. 6.930. Dijualnya dengan harga Rp. 4.500. Maka rugi Rp. 2.430 per liternya. Jadi perlu subsidi. Alur pikir ini benar. Yang tidak benar ialah bahwa minyak mentah yang ada di bawah perut bumi Indonesia yang miliknya bangsa Indonesia dianggap harus dibeli dengan harga di pasaran dunia yang US$ 100 per barrel. Padahal tidak. Buat minyak mentah yang ada di dalam perut bumi Indonesia, Pemerintah dan Pertamina kan tidak perlu membelinya? Memang ada yang menjadi milik perusahaan minyak asing dalam rangka kontrak bagi hasil. Tetapi buat yang menjadi hak bangsa Indonesia, minyak mentah itu tidak perlu dibayar. Tidak perlu ada uang tunai yang harus dikeluarkan. Sebaliknya, Pemerintah kelebihan uang tunai. Memang konsumsi lebih besar dari produksi sehingga kekurangannya harus diimpor dengan harga di pasar internasional yang mahal, yang dalam tulisan ini dianggap saja US$ 100 per barrel. Data yang selengkapnya dan sebenarnya sangat sulit atau bahkan tidak mungkin diperoleh. Maka sekedar untuk mempertanyakan apakah memang ada uang yang harus dikeluarkan untuk subsidi atau tidak, saya membuat perhitungan seperti Tabel terlampir.. Nah kalau perhitungan ini benar, ke mana kelebihan yang Rp. 35 trilyun ini, dan ke mana uang yang masih akan dikeluarkan untuk apa yang dinamakan subsidi sebesar Rp.153 trilyun itu? Seperti terlihat dalam Tabel perhitungan, uangnya yang keluar tidak ada. Sebaliknya, yang ada kelebihan uang sebesar Rp. 35,31 trilyun. PERHITUNGAN ARUS KELUAR MASUKNYA UANG TUNAI TENTANG BBM (Harga minyak mentah 100 doll. AS) DATA DAN ASUMSI Produksi : 1 juta barrel per hari 70 % dari produksi menjadi BBM hak bangsa Indonesia Konsumsi 60 juta kiloliter per tahun Biaya lifting, pengilangan dan pengangkutan US $ 10 per barrel, 1 US $ = Rp. 10.000 Harga Minyak Mentah di pasar internasional Rp. US $ 100 per barrel, 1 barrel = 159 liter Dasar perhitungan : Bensin Premium dengan harga jual Rp. 4.500 per liter PERHITUNGAN - Produksi dalam liter per tahun : 70 % x (1,000.000 x 159 ) x 365 = 40,624,500,000 - Konsumsi dalam liter per tahun 60,000,000,000 - Kekurangan yang harus diimpor dalam liter per tahun 19,375,500,000 - Rupiah yang harus dikeluarkan untuk impor ini : (19,375,500, 000 : 159) x 100 x 10.000 = 121,900,000, 000,000 Walaupun harus impor dengan harga US$ 100 per barrel Pemerintah masih kelebihan uang tunai sebesar 35,316,815,000, 000 Perhitungan kelebihan penerimaan uang untuk setiap liter bensin premium yang dijual : - Harga Bensin Premium per liter (dalam rupiah) 4,500 - Biaya lifting, pengilangan dan transportasi US $ 10 per barrel atau per liter: (10 x 10.000) : 159 = Rp. 630 (dibulatkan) 630 - Kelebihan uang per liter Rp 3,870 - Kelebihan uang dalam rupiah dari produksi dalam negeri : 40,624,500,000 x Rp. 3.870 = 157,216,815, 000,000 Oleh Kwik Kian Gie ________________________________________________________ Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/
