http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Singkawang&id=158060
*Sabtu, 17 Mei 2008* *Tak Perlu Tiket Masuk Nonton MTQ XXII * *Panitia Tepis Isu Bayar, Tribun untuk Undangan* *Singkawang,-* Ada isu yang menyebutkan masyarakat umum tidak diperkenankan masuk ke Stadion Kridasana ketika pembukaan MTQ XXII Provinsi Kalimantan Barat di Kota Singkawang dan bila hendak masuk harus membayar. Isu itu langsung tepis oleh Sekretaris MTQ XXII Provinsi Kalbar, Drs H Edy Purwanto kepada Pontianak Post, kemarin. Menurut Edy, masyarakat umum diperkenankan masuk kedalam Stadion Kridasana dan tidak dipunggut biaya sepeser pun. Tapi, kata Edy, panitia melarang masyarakat umum untuk menempati tribune yang ada, ketika malam pembukaan. Sebab, kata dia, saat pembukaan akan banyak undangan yang hadir, termasuk dari perwakilan kafilah. "Kalau stadionnya masih muat, silahkan saja masuk. Masyarakat menempati posisi dibawah, bukan di tribun. Tapi, kalau datangnya sudah hampir mau pembukaan, mungkin saja akan ditutup, karena sudah penuh. Tapi, masyarakat tak perlu kecewa. Panitia menyediakan layar diluar sehingga bisa menyaksikan secara langsung," kata Edy, usai mengikuti rapat panitia MTQ di ruang kerja Wali Kota Singkawang, kemarin sore. Rapat panitia dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Singkawang, Drs H Edy R Yacoub Msi, dan dihadiri oleh Ketua DPRD Singkawang, H Zaini Nur, Sekda, Drs H Suhadi Abdullani dan sejumlah yang terlibat dalam kepanitiaan. Menurut Edy, dia sudah mendengar kalau ada isu yang menyebutkan bayar ketika masuk kedalam stadion yang bakal dihadiri oleh pejabat pusat dan provinsi ini. "Ketika pembukaan yakinlah akan tumpah ruah warga yang menyaksikan secara langsung, termasuk bukan saja dari masyarakat Singkawang, melainkan dari daerah lain. Misalnya dari Bengkayang, Mempawah, Sambas, termasuk Pontianak dan sebagainya, sehingga stadion tersebut tidak akan mampu menampung secara keseluruhan," katanya. Di lapangan Stadion Kridasana tenyata isu tak diperkenankannya warga umum masuk selain undang jadi pembicaraan. Bahkan, salah satu dari guru pendamping siswa yang berlatih mengeluhkan aturan yang dibuat oleh panitia. Setelah dijelaskan oleh Pontianak Post yang memperoleh konfirmasi dari sekretaris panitia, guru tersebut memahami. "Kalau begitu hanya isu saja. Memang harus awal datangnya, supaya dapat masuk," kata dia. (zrf)
