http://www.equator-news.com/berita/index.asp?Berita=Singkawang&id=72804

*Rabu, 14 Mei 2008*
*Charity Night Alternatif Atasi Defisit MTQ
* *Jam Tangan Wali Kota Dilelang Rp 50 Juta *

*Singkawang,-*  Akibat defisit terkait anggaran pelaksanaan MTQ XXII tingkat
provinsi di Kota Singkawang, panitia menggalang dana dan mengumpulkan Rp 572
juta. Malam penggalangan dana, itu dengan mengumpulkan para pelaku usaha,
Senin (12/5) di Hotel Mahkota.

Sebelumnya Wali Kota Singkawang Hasan Karman SH, MM terlebih dahulu beramah
tamah dengan para pelaku usaha. Hadir Kajari Singkawang Sjamsuri SH, Waka
Polres Kom Pol Ridwansyah serta Kasdim Mayor Bambang.

Wali kota mengatakan, MTQ sebagai even bersama dan warga sangat berperan
dalam menyukseskan gawe spiritual empat tahun sekali tersebut.

"Untuk melihat persiapan itu, kita dapat menyaksikan latihan seribu tahar
yang begitu memukau. Mungkin tak kalah memukau dengan pembukaan Olimpiade.
Hanya saja skalanya lebih kecil dan saya telah menyaksikan langsung
persiapan itu," paparnya.

Secara terbuka Hasan menuturkan, malam ramah tamah tersebut bukan tempat
mengkritik. Tapi wadah memikirkan kegemilangan MTQ yang berimplikasi kepada
kebanggaan bersama. "Singkawang diperkirakan menggelar MTQ lagi pada 42
tahun mendatang," cetusnya.

Tiga buah mug (gelas keramik, red) bermotif MTQ XXII menjadi komoditas
lelang. Proses lelang digelar agak berbeda. Yakni, setiap penawar berapa pun
harganya tetap menjadi donatur atas harga yang mereka sebutkan. Namun sang
pemilik barang adalah donatur yang menawar dengan harga tertinggi.

"Kalau di beberapa negara, acara seperti ini disebut charity night. Seperti
malam pengumpulan dana begitulah," ucap Wali kota.

Lebih jauh Hasan menegaskan, bila anggaran dalam pelaksanaan MTQ nantinya
memiliki kelebihan maka sepenuhnya sisa dana yang terkumpul diperuntukkan
untuk pembangunan Masjid Raya Singkawang yang sedang dalam masa renovasi.
Pembangunan Masjid Raya Singkawang harus mempunyai target penyelesaian.
Berdirinya Masjid Raya berdampingan dengan Vihara Tri Dharma bukanlah suatu
kebetulan. "Hal ini menunjukkan kerukunan atas keberagaman yang ada di Kota
Singkawang. Kedua bangunan ini bisa menjadi landmark Kota Singkawang,"
timpalnya.

Para pengusaha yang beruntung dalam acara lelang meliputi Iwan Gunawan dan
Benny Setiawan masing-masing membeli dengan harga Rp 4 juta dan Rp 6 juta.
Sementara Sukartaji mewakili Asosiasi Pengusaha BBM menawar dengan harga Rp
100 juta untuk satu mug.

Selanjutnya, Asosiasi Pengusaha Walet Kota Singkawang juga memberikan
bantuan Rp 400 juta. Dan langsung diserahkan Ketua APW Iwan Gunawan kepada
wali kota Singkawang.

Jam tangan jam tangan kesayangan wali kota harus rela dilepas. Dilelang
dengan harga penawar tertinggi sebesar Rp 50 juta. Arloji Omega Sea Master
bergambar Neptune (Dewa Laut, red) itu kini berada di tangan pengusaha
Frederic alias Apeng.

Laporan Ketua LPTQ Kota Singkawang, Drs M Nadjib Msi menyebutkan anggaran
untuk pelaksanaan MTQ XXII mengalami defisit mencapai Rp 2 miliar. (man)

Kirim email ke