http://www.equator-news.com/berita/index.asp?Berita=Singkawang&id=74521

*Sabtu, 28 Juni 2008*
*Rumah Es Lepas Dahaga Masyarakat
*
*Singkawang,-*  Kota Singkawang sebagai daerah khatulistiwa memiliki suhu
udara panas. Terlebih siang, matahari bersinar sangat terik.

Membantu warga dan para wisatawan melepasa rasa dahaga dan menghadirkan
kesegaran, satu dari pengusaha Kota Singkawang, Syahroni bergegas membangun
usaha minuman dan makanan segar. Terwujud nyata dengan keberadaan Rumah Es
di Jalan Pangeran Diponegoro (Kompleks Pertokoan Hotel Kalbar). "Rumah Es
selain sebagai tujuan wisata kuliner juga mendukung Singkawang sebagai kota
pariwisata," bebernya, Jumat (27/6) siang.

Syahroni memastikan semua bahan baku menu minuman dan makanan yang disajikan
Rumah Es merupakan sumber daya alam lokal. Meliputi kelapa, enau, jagung,
lidah buaya, pisang dan roti. Konsep berbeda tersebut memiliki misi membantu
serta memberdayakan para petani setempat. Dengan cara menyerap hasil kebun
mereka. "Rumah Es memiliki multiplier effect besar terhadap berbagai pihak
di Kota Singkawang," sebutnya.

Rumah Es didesain bergaya minimalis. Seperti dipertontonkan interior kursi
dan meja di sana. Walaupun berdinding serta berlantaikan semen, namun teras
Rumah Es dihiasi dengan atap rumbia. Sehingga menambah kesan kesederhanaan
dan daya tarik tersendiri. Dulunya di bioskop Singkawang menjadi pusat
dagangan es. Hanya saja beberapa tahun lalu semua tutup. Untuk membangkitkan
ingatan dan kerinduan, Rumah Es hadir. "Ini usaha pedagang kaki lima dengan
konsep restoran. Silakan pengujung enjoy dan memperoleh kesegaran
sepuasnya," cetus Syahroni.

Selain peralatan minum dan makan bermutu tinggi, Rumah Es sangat memanjakan
pengunjung dengan pelayanan prima. Para karyawan Syahroni dengan sigap serta
ramah memenuhi pesanan para pelanggan. Dalam tempo sesingkat-singkatnya.

"Tanggapan masyarakat terhadap Rumah Es sangat tinggi dan welcome. Setiap
hari mencapai 150 pengunjung. Bahkan hari Minggu, Senin dan Rabu semakin
bertambah," tutur Syahroni.

Dalam menjalankan keseharian, Syahroni mempekerjakan empat karyawan. Rumah
Es buka dari pukul 10.00-22.00 tiap hari. Sejak launching 19 Mei 2008, usaha
dengan modal pribadi tersebut semakin maju. Bahkan hari hujan tak
menyurutkan pelanggan mampir di sana. Aneka es serta jus meliputi legend,
doger jagung, tea keda dan merah putih siap disajikan. "Harga semua menu
sangat terjangkau. Terlebih pangsa pasar yang kita bidik adalah kalangan
menengah ke atas," ujarnya.

Definisi "Rumah Es" menurut Syahroni mengajak para pelanggan serasa di rumah
sendiri. Beberapa komunitas, seperti muda-mudi serta ibu rumah tangga
perlahan menjadikannya sebagai wadah berkumpul. Mereka dengan bebas
mengekspresikan rasa gembira di sana. "Sarana audio kami perbolehkan
dinikmati pengunjung," timpalnya.

Karena turut mendukung atmosfer pariwisata di Kota Seribu Kuil, Rumah Es
diresmikan langsung Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Singkawang
Drs Syech Bandar, MSi. Para pejabat teras seperti Wali Kota sudah pernah
mencicipi menu Rumah Es.

Per minggu, Rumah Es menghabiskan 200 buah kelapa, 20 kilogram jagung, 20
kilogram enau dan 50 kilogram nanas. "Untuk menjaga kualitas kita selalu
menggunakan bahan baku gula asli," tandas Syahroni yang didampai istri,
Mirawati. (man)

Kirim email ke