*Ketika Pemerintah Sentil Orang Kaya*
  Getty 
Images<http://www.kompas.com/read/xml/2008/07/07/06443095/ketika.pemerintah.sentil.orang.kaya#>
 *
*
  Senin, 7 Juli 2008 | 06:44 WIB

DIRJEN Pajak Darmin Nasution tidak sedang bercanda ketika mengungkapkan data
yang dimiliki badan tersebut bahwa banyak orang kaya di Indonesia yang belum
membayar pajak. "Kita akui masih banyak orang kaya di Indonesia tidak benar
dan mungkin belum bayar pajak," kata Darmin pada konferensi pers
mengenai "*Sunset
Policy*" (Penghapusan Sanksi Pajak) 2008 di Jakarta.

Bahkan Darmin pun mengatakan akan membuat konter khusus bagi orang kaya agar
rajin membayar pajak serta menyiapkan database yang cukup untuk menagih
pajak orang kaya yang jumlahnya banyak tersebut.Nah, kenapa harus orang
kaya?

Bila ditelusuri ke belakang, Pemerintah dalam beberapa bulan belakangan ini
getol "menyentil" orang kaya Indonesia.

Sebelumnya orang kaya dikaitkan dengan penggunaan subsidi bahan bakar minyak
(BBM). Ketika Pemerintah hendak menaikkan harga BBM, orang kaya
disebut-sebut lebih banyak menggunakan BBM bersubsidi dibandingkan warga
miskin yang harusnya menikmati subsidi tersebut.

Data Persda, 10 Mei 2008 lalu, ketika memberikan sambutan dalam acara
peresmian gedung baru Recapital Building di Kebayoran, Jakarta, Wapres Jusuf
Kalla mengomentari soal demo mahasiswa yang menolak kenaikan harga BBM.
"Demo-demo itu juga artinya membantu orang yang kaya. Kalau kita tidak
naikkan, maka sama saja membantu orang yang mampu, adil nggak?" katanya.
Menurut JK, 80 persen subsidi Rp 300 triliun per bulan digunakan oleh orang
yang kaya.

Sebelumnya, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengungkapkan
kecenderungan penggunaan BBM bersubsidi salah sasaran karena sebagian besar
diantaranya dinikmati orang kaya yang jumlahnya tidak main-main Rp107,84
triliun dalam APBN Perubahan 2008.

Tak hanya untuk penggunaan BBM, Pemerintah menyentil orang kaya. Untuk
penggunaan listrik pun, Pemerintah melakukan hal yang sama. Terhadap
pelanggan listrik R3 dengan daya listrik di atas 6.600 volt Ampere (VA) yang
umumnya digunakan oleh rumah tangga kaya, Pemerintah hanya memberlakukan
tarif Multiguna PLN sejak Mei lalu dengan harapan bisa menghemat subsidi
listrik.

Pertanyaannya? Dalam kebijakan apa lagi Pemerintah akan menyentil orang
kaya? Yang oleh survei sejumlah lembaga menyebutkan jumlah orang kaya
Indonesia kian bertambah banyak itu. Tengoklah survei terbaru Capgemini SA
and Merrill Lynch & Co yang dirilis Selasa lalu (24/6). Riset itu
menyebutkan antara lain tahun 2007 jumlah orang superkaya Indonesia yang
memiliki aset finansial 1 juta dollar AS atau lebih melonjak 16,8 persen
menjadi 23.000 orang.

*Hasanuddin Aco*
*Sumber : Persda Network*

Kirim email ke