Singkawang Bakal Punya Industri Kelas Dunia
Berdiri, Pabrik Pupuk Organik Terbesar

Pontianak,-  Mengadopsi teknologi dari China, pabrik pupuk organik
berkapasitas 300.000 ton, akan menyerap 1.000 tenaga kerja. Bahan baku
cukup tersedia.

Untuk memperkuat Kawasan Usaha Agrobisnis Terpadu (KUAT) di Kalbar,
telah berdiri pabrik pupuk organik PT Sinka Sinye Agrotama (SSA) di
Kelurahan Sijangkung Kecamatan Singkawang Selatan. Pabrik ini dapat
menunjang swasembada beras nasional 2009.

"PT. SSA milik pengusaha lokal Kalbar, membangun pabrik pupuk organik
terbesar di dunia berkapasitas 300 ribu ton. Sedangkan yang ada
sekarang baru 50 ribu ton," ungkap Drh. Abdul Manaf Mustafa saat
meninjau lokasi Pabrik Pupuk Organik Singkawang Kamis (10/7) siang
kemarin.

Terletak Sijangkung, Kecamatan Singkawang Selatan, luas areal pabrik
10 hektar yang kini dalam tahap pembangunan gedung untuk penempatan
mesin-mesin. Sedangkan 50 kontainer mesin masing-masing seberat 40 ton
sudah tiba di Pontianak. "Pabrik yang berkapasitas besar ini
diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pupuk organik secara nasional,"
jelas Manaf antusias.

Tuntutan dunia akan kelestarian lingkungan dengan menekan limbah kimia
dari pertanian, akan mendorong pabrik pupuk organik berkembang
merambah pasar nasional dan pasar dunia. Sementara ini, pasar ekspor
yang dituju PT SSA adalah Brunei Darussalam, Vietnam, Kamboja dan Hawaii.

Sementara dalam negeri, khususnya Kalbar, kesulitan pupuk akibat
masalah subsidi diharapkan bisa teratasi. Produksi pupuk organik PT
SSA berbahan baku terbesar atau 85 persen dari kotoran ayam.

"Kalbar dapat memenuhi kebutuhan bahan baku itu sebab satu hari
menghasilkan 150 ton kotoran ayam yang terkonsentrasi. Untuk itu pula
Kalbar harus tetap mempertahankan bebas flu burung," jelas Manaf
berpromosi.

Menurutnya, biaya petani untuk pupuk organik sangat murah dan tentunya
sangat membantu upaya pemerintah. Selain pabrik pupuk organik ini
dekat dengan lokasi pertanian, sehingga efisiensi pertanian bisa lebih
ditingkatkan.

Dikatakan Manaf, praktik penggunaan pupuk organik telah dicanangkan
Menteri Pertanian beberapa waktu lalu. Untuk mendukung pembangunan
pabrik pupuk ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan baik. "Kami sudah
melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian, Kawasan Agrobisnis
Terpadu dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan," terangnya.

Kepala Dinas Pertanian Kalbar, Ir. H. Hazairin MS mengatakan produksi
pabrik ini akan segera digunakan Departemen Pertanian untuk
pengembangan industri usaha pertanian.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kalbar Dra Hj
Ida Kartini M.Si mengatakan, pihaknya memfasilitasi PT SSA untuk mesin
yang sudah dalam perjalanan ke Pontianak. Ia juga melihat mesin dan
produk pabrik ramah lingkungan. "Limbah hasil olahan dari pabrik
kemudian diolah lagi, sehingga dilakukan terus daur ulang," kata Ida.

Pemilik PT. SSA, Tetiono, menjelaskan pabrik tersebut menyerap
teknologi dari China untuk kemudian diaplikasikan ke pola pabrik pupuk
organik. "Ini kami lakukan tentunya demi kemajuan perekonomian Kota
Singkawang khususnya," tuturnya.

Untuk proses produksinya sendiri, pabrik tersebut akan menggunakan dua
buah trayer, setelah itu bahan-bahan pupuk tersebut dilanjutkan pada
proses pendingin dan pemisah dan proses backing. "Jika pabrik ini
mulai berproduksi, diperkirakan dapat menyerap 1.000 tenaga kerja,"
kata Tetiono. (ian) 

---http://www.equator-news.com/berita/index.asp?Berita=Utama&id=74975

Kirim email ke