http://fatkhurrohim.wordpress.com/2008/04/12/keramik-singkawang/

*Keramik Singkawang Hasil Asimilasi Budaya*

*Oleh: Fatkhurrohim/berbagai sumber*

Bagi penikmat dan pemerhati keramik, sudah barang tentu dapat membedakan
beberapa keramik dari daerah lain dengan keramik dari Singkawang, Kalimantan
Barat. Ciri dan karakteristik keramik singkawang terletak pada tipologi dan
stylistiknya. Terlebih lagi bila memperhatikan proses pembakaran keramik
yang menggunakan tungku naga, yang hingga kini belum ditemukan di daerah
lain. Bagi pemerhati keramik, produk Singkawang merupakan hasil dari
representasi keramik negara Cina.

Jika menelisik kebelakang, hadirnya produk kerajinan keramik di
Singkawang tidak
lepas dari sejarah empunya keramik di propinsi Borneo itu. Sejarah
menorehkan catatan, bahwa tradisi memproduksi keramik berasal dari para
imigran China Daratan. Kemudian tradisi itu menyebar ke Thailand, Vietnam,
Jepang, dan sebagian Eropa.

Dan sekitar tahun 1895, tradisi memproduksi keramik masyarakat Cina sampai
ke Singkawang. Salah satunya adalah Desa Sangkok, yang terletak 2 KM dari
Kota Singkawang.

Perajin keramik Singkawang mewarisi tradisi tersebut berawal ketika para
imigran Cina Selatan, atau tepatnya dari Cantoon. Dari para imigran inilah,
masyarakat Singkawang diajari teknik memproduksi keramik secara tradisional.
Salah satu diantaranya adalah teknik memproduksi keramik dengan menggunakan
tungku naga. Dikatakan tungku naga, karena bentuk tungkunya mirip dengan
ular naga. Bagi masyarakat Cina Daratan, teknik ini telah ada sejak zaman
Dinasty ming, ratusan tahun silam.

Efek dari warisan ini, masyarakat Singkawang dapat menghasilkan sebuah
produk keramik yang sama persisnya dengan keramik dari Cina. Menurut para
ahli peneliti keramik, tradisi pembuatan keramik tradisional dari Singkawang
adalah satu-satunya tradisi yang masih tersisa di Asia.

*Maka tidak berlebihan, bila Susilo bambang Yudoyono memberikan apresiasi
yang tinggi pada masyarakat Singkawang. SBY menyatakan, tradisi pembuatan
keramik di Singkawang, sebagai salah-satu proses produksi keramik hasil dari
asimilasi budaya bangsa indonesia dengan Tiongkok. Dan menururtnya, tradisi
ini sudah tidak dapat ditemukan lagi dinegara asalnya.*

Kepiawaian masyarakat Singkawang dalam memproduksi keramik dengan
menggunakan teknik tradisional, mereka dapat memproduksi guci, tempayan, vas
bunga dan teko dengan desain yang modern. Bahkan lebih dari itu, dengan
teknik ini, mereka mampu memproduksi duplikat keramik yang ada pada dinasty
Ming secara sempurna.

Bukan menjadi rahasia umum lagi, bila produk keramik Singkawang selalu
diburu oleh para ekspatriat, kolektor, dan masyarakat ekonomi kelas atas
Indonesia. Kini, produk keramik tidak hanya berfungsi sebagai home interior
semata. Akan tetapi telah meningkatkan dearajat status pemiliknya.

Kirim email ke