BATAM, TRIBUN - Di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. Itulah
ungkapan yang selalu dipegang bagi perantau di manapun mengadu nasib.
Tak terkecuali para perantau asal Kalimantan Barat yang sejak lama
telah berkiprah di Batam terutama di sektor niaga dan industri. Pada
Sabtu (27/7) malam mereka dilantik dan dikukuhkan dalam wadah
Perkumpulan Warga Kalimantan Barat (Perwakab) oleh para pembina dan
Wali Kota Singkawang, Hasan Karman, di Hotel Sidney Batam Centre.

Acara yang dihadiri oleh ratusan tokoh marga Tionghoa dan beberapa
organisasi seperti INTI, PSMTI dan lainnya ini berlangsung meriah.
Mereka saling menyumbangkan lagu dan minum teh bersama-sama. Tak
terkecuali ketua INTI Harsono juga beryanyi di panggung.

Wali Kota Batam yang diwakili oleh Kepala Kesbanglinmas, Zulhendri,
menyambut gembira terbentuknya perkumpulan ini. Diharapkan mereka bisa
lebih memberikan kontribusi bagi pembangunan Batam terutama di bidang
pariwisata, industri, dan perkapalan. "Anggaplah Batam sebagai kampung
halaman sendiri, tempat mengubah nasib," kata Zulhendri dalam sambutannya.

Sedangkan Wali Kota Singkawang merasa surpris atas kehadiran
tokoh-tokoh Batam seperti dari pemko, kejaksaan, DPRD dan beberapa
ormas. Hal ini menunjukkan warga Kalbar sudah membaur dan diterima di
Batam. Diakuinya, mereka yang merantau di luar Kalbar memberikan
sumbangan yang besar.

"Mereka suka kirim uang dan bantuan ke kampung halaman dan menjalin
perdagangan untuk memajukan ekonomi Kalbar," kata Hasan. Diakuinya,
era reformasi ini memberikan ruang yang lapang bagi seluruh etnis
untuk bergerak, berserikat, dan berorganisasi tanpa ada paksaan dan
ancaman. "Terbukti, kami juga terpilih menjadi Wali Kota Singkawang,"
ujar Hasan yang juga beretnis Tionghoa.

Ketua Perwakab periode 2008-2011, Cu Tung Liung, mengajak semua
anggotanya untuk bersama mengabdi dan ikhlas untuk berbakti di negeri
ini. Tanpa membedakan partai, ormas, warna kulit, agama, dan etnis,
hendaknya membaur dan bahu membahu kerjasama dengan masyarakat.
Perwakab yang memiliki anggota ribuan ini bertujuan untuk mempererat
pergaulan dengan masyarakat luas termasuk membantu urusan kematian,
kemalangan dan mendirikan tempat penampungan orang cacat maupun jompo.

Hartono sebagai ketua panitia juga mengajak warga Kalbar di Batam
untuk melestarikan budaya dan kesenian daerah asal demi mendukung
Visit Batam 2010.(wid)

Source :
http://tribunbatam.co.id/index.php/jodoh-nagoya/anggaplah-batam-kampung-sendiri

Kirim email ke