Singkawang,-  Dalam tiga tahun terakhir SDN 13 Singkawang Tengah terus
meraih prestasi baik dalam bidang akademik maupun non -akademik.
Sekolah ini meraih berbagai prestasi baik di tingkat kecamatan, kota
bahkan hingga tingkat nasional. Untuk lomba ilmu pengetahuan dan
teknologi tertulis tingkat SD/MI se-Indonesia, SDN ini meraih
peringkat VI nasional atas nama Arum Pangestuti setelah menyisihkan
443 SD/MI dengan jumlah peserta 27.135 orang.

Bukan cuma itu, menurut Wagiyo SPd, Kepala Sekolah SDN 13 Singteng,
sekolahnya juga meraih peringkat VII nasional untuk Lomba  PPKn dan
Budi Pekerti tingkat SD/MI se-Indonesia atas nama Dea Maulia setelah
menyisihkan 449 SD/MI dengan jumlah peserta 40.023 orang.

"Ketika UASBN tahun 2008 ini, kami pun berhasil menyisihkan 20 SD/MI
dan meraih peringkat V se-Kota Singkawang," ujarnya, kemarin.

Dalam bidang keagamaan, sekolah ini juga mampu menduduki juara umum
tingkat kecamatan. Untuk bidang olahraga, SDN 13 Singteng juga layak
diperhitungkan. Sebab, sekolah ini telah meraih peringkat III untuk
lomba lari 400 meter dan peringkat pertama lomba lari 800 meter atas
nama Riska dalam Lomba Atlet Pelajar se-Kota Singkawang. "Penyerahan
sertifikat untuk masing-masing juara diserahkan oleh sekolah saat
upacara bendera, Senin kemarin," katanya.

Keberhasilan dalam bidang akademik dan non-akademik di atas, tambah
Wagiyo, bukan berarti sekolah ini sudah tercukupi dalam segala aspek.

"Kemungkinan ini hanya kebetulan saja," ujar Wagiyo, mencoba merendah.
Sebab, secara fisik sekolah ini masih kekurangan fasilitas. Bangunan
lokal dan meubelair-nya masih sangat terbatas. Pihaknya kemudian
menyiasatinya dengan membagi waktu pembelajaran menjadi tiga "shift"
yakni pagi, siang dan sore hingga sekarang.

"Masyarakat sekitar sebagian besar masih tetap memberikan kepercayaan
untuk menyekolahkan anak-anaknya ke sekolah kami. Padahal, kalau
dilihat kinerja kepala sekolahnya yang dinilai sangat tidak layak (E)
oleh Dinas Pendidikan Kota Singkawang (tahun 2005), sepertinya ini
sulit dipercaya," katanya. Untunglah, sambung Wagiyo, nilai tersebut
tidak menyurutkan semangat pengabdian semua dewan guru dan kepala
sekolah. Bahkan menjadi pemacu semangat untuk maju.

Sekolah ini menerapkan sistem guru kelas, kompak dalam melaksanakan
tugas pembelajaran, terus menjalin hubungan baik dengan komite sekolah
(orangtua siswa) serta terus berkoordinasi dengan pengawas sekolah
demi peningkatan mutu pendidikan. Ke depan, Wagiyo berharap sekolah
ini bisa terus konsisten dan mengumpulkan lebih banyak prestasi
sehingga dapat menjadi kebanggaan bersama sekolah dan masyarakat.(rnl) 

Source
:http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Singkawang&id=163260



Kirim email ke