"united.singkawang" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:          Malam Investasi Akhirat
Isra Mikraj

Singkawang,- MALAM ini, di Masjid Raya Jalan Merdeka Singkawang akan
dilaksanakan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW. Hikmah
peringatan isra mikraj tersebut akan disampaikan langsung oleh
Miftahul'ulum dari Pontianak.

Demikian undangan yang disampaikan oleh Ketua Panitia Pelaksana
Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW, Zainal Abidin kepada
Pontianak Post, kemarin.

Selain itu, Zainal kepada Pontianak Post mengatakan, malam itu juga
ada kata sambutan dari wakil wali kota. Tak hanya itu, kata dia, malam
itu juga akan digelar malam investasi akhirat, guna pembangunan Masjid
Raya yang kini sedang direnovasi. Panitia pelaksana peringatan isra
mikraj ini mengundang seluruh masyarakat muslim di Kota Singkawang
untuk bisa menghadirinya.

"Luangkan waktu sejenak untuk mendengarkan untaian hikmah isra mikraj.
Tinggalkan dulu urusan duniawi, semoga dengan hadir di majelis
(masjid) kita bisa merefleksi diri, kata Zainal. (zrf)

Source :
http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Singkawang&id=163631



 assakamualaikum.wr.wb
  wah sepertinya seru tuh. investasi akhirat?
  maaf, pak Zainal. saya kadang bertanya dan mencari dalilnya tentang 
peringatan Isra Mi'raj. namun saya belum ketmu yang jelas tentang hukumnya 
karena memang banyak penjelasan yang berbeda antara yang satu dengan yang 
lainnya. walau disana banyak bumbu yang berasa islami tetapi jika tanpa dasar 
hukum mah saya rasa itu akan sia2. walau kita yakin 100% itu adalah benar 
adanya. sekali lagi maaf, hanya ini comen dari saya.
   
  Hukum Merayakan Malam Isra' Mi'raj  Selasa, 23 Agustus 2005 07:46:07 WIB

HUKUM MERAYAKAN MALAM ISRA' MI'RAJ


Oleh
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz




Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan 
kepada Rasulullah, keluarga dan para sahabatnya. Amma ba'du,

Tidak diragukan lagi bahwa isra' mi'raj termasuk tanda-tanda kebesaran Allah 
yang menunjukkan kebenaran Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan 
keagungan kedudukan beliau di sisiNya, juga menujukkan kekuasaan Allah yang 
Mahaagung dan ketinggianNya di atas semua makhlukNya. Allah Subhanahu wa Ta'ala 
berfirman.

"Artinya : Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu 
malam dari Al-Masjidil Haram ke Al-Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi 
sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda kebesaran 
Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. " [Al-Isra’: 
1]

Telah diriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam secara 
mutawatir, bahwa beliau naik ke langit, lalu dibukakan baginya pintu-pintu 
langit sehingga mencapai langit yang ketujuh, kemudian Allah Subhanahu wa 
Ta'ala berbicara kepadanya dan mewajibkan shalat yang lima waktu kepadanya. 
Pertama-tama Allah Subhanahu wa Ta'ala mewajibkannya lima puluh kali shalat, 
namun Nabi kita tidak langsung turun ke bumi, tapi beliau kembali kepadaNya dan 
minta diringankan, sampai akhirnya hanya lima kali saja tapi pahalanya sama 
dengan lima puluh kali, karena suatu kebaikan dibalas dengan sepuluh kali 
lipat. Fuji dan syukur bagi Allah atas semua nik'matNya.

Tentang kepastian terjadinya malam isra mi'raj ini tidak disebutkan dalam 
hadits-hadits shahih, tidak ada yang menyebutkan bahwa itu pada bulan Rajab dan 
tidak pula pada bulan lainnya. Semua yang memastikannya tidak benar berasal 
dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Demikian menurut para ahli ilmu. Allah 
mempunyai hikmah tertentu dengan menjadikan manusia lupa akan kepastian tanggal 
kejadiannya. Kendatipun kepastiannya diketahui, kaum muslimin tidak boleh 
mengkhususkannya dengan suatu ibadah dan tidak boleh merayakannya, karena Nabi 
Shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabatnya tidak pernah merayakannya dan 
tidak pernah mengkhususkannya. Jika perayaannya disyari'atkan, tentu Rasulullah 
telah menerangkannya kepada umat ini, baik dengan perkataan maupun dengan 
perbuatan. Dan jika itu syari’atkan, tenu sudah diketahui dan dikenal serta 
dinukilkan dari para sahabat beliau kepada kita, karena mereka senantiasa 
menyampaikan segala sesuatu dari Nabi mereka yang
 dibutuhkan umat ini, bahkan merekalah orang-orang yang lebih dulu melaksanakan 
setiap kebaikan jika perayaan malam tersebut disyari'’atkan, tentulah 
merekalah manusia pertama yang melakukannya.

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah manusia yang paling loyal terhadap 
sesama manusia, beliau telah menyampaikan risalah dengan sangat jelas dan telah 
menunaikan anamat dengan sempurna. Seandainya memuliakan malam tersebut dan 
merayakannya termasuk agama Allah, tentulah nabi tidak melengahkanya tidak 
menyembunyikan. Namun karena kenyataannya tidak demikian, maka diketahui bahwa 
merayakannya dan memuliakannya sama sekali bukan termasuk ajaran Islam, dan 
tanpa itu Allah telah menyatakan bahwa dia telah menyempurnakan untuk umat ini 
agamanya dan telah menyempurnakan nimatnya serta mengingkari orang yang 
mensyariatkan sesuatu dalam agama ini yang tidak diizinkannya. Allah telah 
berfirman.

"Artinya : Pada Hari ini telah kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah 
kucukupkan kepadamu nikmat Ku" [Al-Ma’idah :3 ].

Kemudian dalam ayat lain disebutkan.

"Artinya : Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang 
mensyari’atkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah sekiranya ada 
ketetapan yang menentukan (dariAllah) tentulah mereka telah binasa. Dan 
sesungguhnya orang-orang yang zhalim itu akan memperoleh adzab yang amat pedih 
.” [Asy-Syura : 21]

Telah diriwayatkan pula dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam 
hadits-hadits shahih peringatan terhadap bid’ah dan menjelaskan bahwa 
bid’ah-bid’ah itu sesat. Hal ini sebagai peringatan bagi umatnya tentang 
bahayanya yang besar dan agar mereka menjahukan diri dari melakukannya, 
diantaranya adalah yang disebutkan dalam Ash-Shahihain dari Aisyah Radhiyallahu 
'anha, dari nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda.

"Artinya : Barangsiapa yang membuat sesuatu yang baru dalam urusan kami (dalam 
Islam) yang tidak terdapat (tuntunan) padanya, maka ia tertolak.".

Dalam riwayat Musliim disebutkan.

"Artinya : Barangsiapa yang melakukan suatu amal yang tidak kami perintahkan 
maka ia tertolak." [1]

Dalam kitab Shahih Muslim disebutkan, dari Jabir, ia mengatakan, bahwa dalam 
salah satu khutbah Jum'at Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengatakan.

"Artinya : Amma ba ‘du. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah, 
sebaik-baik tuntunan adalah tuntunan Muhammad, seburuk-buruk perkara adalah 
hal-hal baru yang diada-adakan dan setiap hal baru adalah sesat." [2]

An-Nasa'i menambahkan pada riwayat ini dengan ungkapan.

"Artinya : Dan setiap yang sesat itu (tempatnya) di neraka." [3]

Dalam As-Sunan disebutkan, dari Irbadh bin Sariyah , ia berkata, "Rasulullah 
mengimami kami shalat Shubuh, kemudian beliau berbalik menghadap kami, lalu 
beliau menasehati kami dengan nasehat yang sangat mendalam sehingga membuat air 
mata menetes dan hati bergetar. Kami mengatakan, 'Wahai Rasulullah, tampaknya 
ini seperti nasehat perpisahan, maka berwasiatlah kepada kami. Beliau pun 
bersabda.

"Artinya : Aku berwasiat kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah, ta’at dan 
patuh, walaupun yang memimpin adalah seorang budak hitam. Sesungguhnya siapa di 
antara kalian yang masih hidup setelah aku tiada, akan melihat banyak 
perselisihan, maka hendaklah kalian memegang teguh sunnahku dan sunnah 
Khulafa'ur Rasyidin yang mendapat petunjuk. Gigitlah itu dengan geraham, dan 
hendaklah kalian menjauhi perkara-perakara yang baru, karena setiap perkara 
baru itu adalah bid 'ah dan setiap bid'ah itu sesat'."[4]

Dan masih banyak lagi hadits-hadits lainnya yang semakna dengan ini.

Telah disebutkan pula riwayat dari para sahabat beliau dan para salaf shalih 
setelah mereka, tentang peringatan terhadap bid'ah. Semua ini karena bid'ah itu 
merupakan penambahan dalam agama dan syari'at yang tidak diizinkan Allah serta 
merupakan tasyabbuh dengan musuh-musuh Allah dari kalangan Yahudi dan Nashrani 
dalam penambahan ritual mereka dan bid'ah mereka yang tidak diizinkan Allah, 
dan karena melaksanakannya merupakan pengurangan terhadap agama Islam serta 
tuduhan akan ketidaksempurnaannya. Tentunya dalam hal ini terkandung kerusakan 
yang besar, kemungkaran yang keji dan bantahan terhadap firman Allah SUbhanahu 
wa Ta'ala.

"Artinya : Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu." [Al-Ma'idah: 
3]

Serta penentangan yang nyata terhadap hadits-hadits Rasulullah Shallallahu 
'alaihi wa sallam yang memperingatkan perbuatan bid'ah dan peringatan untuk 
menjauhinya.

Mudah-mudahan dalil-dalil yang kami kemukakan tadi sudah cukup dan memuaskan 
bagi setiap pencari kebenaran untuk mengingkari bid'ah ini, yakni bid'ah 
perayaan malam isra' mi'raj, dan mewaspadainya, bahwa perayaan ini sama sekali 
tidak termasuk ajaran agama Islam. Kemudian dari itu, karena Allah telah 
mewajibkan untuk loyal terhadap kaum muslimin, menerangkan apa-apa yang 
disyari'atkan Allah kepada mereka dalam agama ini serta larangan menyembunyikan 
ilmu, maka saya merasa perlu untuk memperingatkan saudara-saudara saya kaum 
muslimin terhadap bid'ah ini yang sudah menyebar ke berbagai pelosok, 
sampai-sampai dikira oleh sebagian orang bahwa perayaan ini termasuk agama. 
Hanya Allah-lah tempat meminta, semoga Allah memperbaiki kondisi semua kaum 
muslimin dan menganugerahi mereka pemahaman dalam masalah agama. Dan semoga 
Allah menunjuki kita dan mereka semua untuk senantiasa berpegang teguh dengan 
kebenaran dan konsisten padanya serta meninggalkan segala sesuatu yang
 menyelisihinya. Sesungguhnya Dia Mahakuasa atas itu. Shalawat, salam dan 
berkah semoga dilimpahkan kepada hamba dan utusanNya, Nabi kita, Muhammad, 
keluarga dan para sahabatnya.

[At-Tahdzir minal Bida’, hal.16-20, Syaikh Ibnu Baz]

[Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min 
Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Darul Haq]
_________
Foote Note
[1]. HR. Muslim dalam Al-Aqdhiyah (18-1718).
[2]. HR. Muslim dalam Al-Jumu’ah (867).
[3]. HR. An-Nasa’I dalam Al-Idain (1578).
[4]. HR. Abu Dawud dalam As-Sunnah (4607). Ibnu Majjah dalam Al-Muqaddimah 
                            


       
---------------------------------
  Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru  
 Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
br>Cepat sebelum diambil orang lain!

Kirim email ke